Friday, March 13, 2020

KAHLIL GIBRAN, KEBEBASAN


Kahlil Gibran
The Prophet
TENTANG KEBEBASAN
Dan seorang ahli pidato berkata, berbicaralah pada kami tentang kebebasan.
        Maka dia menjawab :
Telah kusaksikan di gerbang kota dan dekat tungku perapian, engkau, engkau berlutut memuja kebebasan.
Seperti budak engakau merendahkan diri di depan sang tiran, dan memujannya meski di hendak menikam.
Di relung-relung candi dan di keteduhan benteng peratahanan, aku melihat yang paling bebas di antara mu memakai kebebasan laksanan pikulan dan belenggua tangan.
Hatiku berdarah di dalam dada, karena engkau hanya dapat bebas ketika engkau menghentikan bicaramu tentang kebebasan sebagai tujuan dan pemenuhan.
Engkau akan bebas bukan ketika hari-harimu kosong dari keperihatinan, dan malam-malammu sepi dari keinginan dan kesedihan.
Bila hal-hal itu membelengu  hidupmu tapi dapat kau atasi, maka engkau akan lepas dan bebas.
Dan bagaimana engkau dapat bangkit mengatasi hari-harimu dan malam-malammu, kecuali jika kau putuskan rantai di fajar kesadaranmu yang telah membelenggu tengah harimu.
Sunguh, yang kau sebut kebebasan adalah yang paling kuat dari rantai ini, meski mata rantainya gemerlapan dalam cahaya surya yang menyilaukan mata.
        Dan apakah serpihan-serpihan dirimu yang akan kau buang sehingga kau bisa bebas?
Apabila hukum tidak adil ingin engkau hapuskan sebenarnya hukum itu dituliskan dengan tanganmu sendiri di keningmu.
Dan jika seorang raja lalim ingin kau turunkan tahtannya, tumbangkan dulu tahtanya yang kau tegakan dalam dirimu,. Sebab, bagaimana mungkin seorang tiran memerintah orang bebas yang punya harga diri, kecuali dengan tiran di dalam kebebasan mareka dan rasa malu di dalam haraga diri mereka?
Dan jikalau kesusahan hendak kau tanggalkan sesunguhnya kesusahan itu telah dipilih sendiri olehmu, bukan dibebankan pada dirimu.
Dan jikalau ketakutan ingin kau lenyapkan, sesunguhnya singasana ketakutan itu ada di hatimu dan bukan di tangan orang yang kau takutkan.
Sesungunya semua hal senantiasa bergerak di dalam dirimu saling berangkulan, antara yang di inginkan dan yang di takutkan, yang menjijikan dan yang dimuliakan, yang diburu dan yang hendak di tingalkan.
Semua ini bergerak didalam dirimu, seperti bayangan dan cahaya dalam pasang-pasang saling berpelukan.
Dan ketika bayangan redup dan menghilang, cahaya yang tersisa menjadi bayangan bagai cahaya lain.
Inilah kebebasan mu apabila ia kehilangan kekangnya, menjadi kekangan bagi kebebasan yang lebih besar.

No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...