Friday, March 13, 2020

KAHLIL GIBRAN THE PROPHET


Kahlil Gibran
The Prophet
TENTANG AGAMA
Dan seorang pendeta tua berakata, berbicaralah kepada kami tentang agama.
      Dan guru bersabda:
      Adakah hari ini yang belum ku bicarakan?
      Bukankah agama meliputi semua tindakan dan permenungan
Bahkan juga yang bukan tindakan ataupun permenungan, namun ketakjuban yang selalu bermunculan di relung jiwa, meski tangan sedang mengapak batu, atau menenun baju?
Ah, siapa dapat memishkan kepercayaan dnri tindakan, atau membedakan keyakinan dari pekerjaan?
Dan siapa yang mampu menguraikan waktu dan berkata “waktu ini untuk Tuhan ku  dan waktu yang ini untuku; saat yang ini untuk jiwaku, yang lain untuk badan ku?”
Semua waktumu adalah sayap yang mengembara dari jiwa ke jiwa membelah antariksa.
Dia yang mengenakan moralitas sebagai baju andalan lebih baik telanjang.
Angin dan surya tidak akan melubangi kulitnya.
Dan dia yang membatasi prilaku dengan etika mengurung burung berkicau di sangkarnya.
Lagu kebebasan tidak mengumandang lewat jeruji besi atau kawat baja.
Dia yang menganggap ibadah sebagai jendala yang kadang ditutup kadang dibuka, belum mengunjungi rumah jiwannnya yang jendelannya terbuka sepanjang masa.
Kehidupanmu sehari-hari adalah kuilmu dan agamamu, setiap kali kau masuk kedalamnya dengan seluruh milikmu, bawalah bajak, pahat dan kecapimu semua yang kau buat untuk klebutuhan hiburan.
Karena dalam renungan suci, kau tidak bisa naik lebih tinggi dari segala prestasi. Atau terjatuh lebih rendah dari kegaggalan diri.
      Bawalah besertamu seluruh manusia :
Karena dalam kekuatan doa kau tidak dapat terbang lebih tinggi dari harapan mereka, ataupun merosot lebih rendah dari putus asa mereka
Jika engkau ingin mengenal Tuhamu , janganlah engkau menjadi penjawab teka-teki.
Tapi pandanglah sekelilingmu dan kau akan melihat tuhanmu akan bermain dengan anak-anakmu.
      Dan pandanglah angkasa raya ;
Kau akan melihat Dia berjalan diantara mega-mega  mengulurkan tangganya dalam kilat mengempita, dan turun sebagai hujan.
Kau akan melitah Dia tersenyum di kuntum bunga bunga lalu berdiri dan melambaikan tangan-Nya di batang pepohonan.

No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...