Tuesday, March 24, 2020

Menulis Mengabadikan Pemikiran Dalam Peradaban


Menulis Mengabadikan Pemikiran Dalam Peradaban

Motivasi itulah yang sangat diperlukan dalam menulis, karena menulis merupakan suatu proses yang melelahkan menuangkan fikiran dalam kata-kata yang kemudian dirangkai untuk menjadi kalimat kemudian menjadi paragraph untuk dijadikan sebuah tulisan utuh. Dalam setiap paragraph sendiri memiliki ide pokok atau gagasan pokok  yang berbeda, tetapi tetap memiliki keterikatan yang terjalin dengan rapi dalam rangkaian kata-kata yang berpadu dengan harmoni mengalun dalam alam fikiran memainkan imajinasi, emosi yang ada pada setiap pembaca sehingga ia betah dan tidak bosan dalam membaca. Inilah yang menjadi acauan utama bagi setiap penulis selain memiliki pemikiran tentang tulisan yang akan dibuat juga target yaitu pembaca yang akan menikmati tulisan tersebut. Sehingga disini jelas bahwa menulis merupakan suatu proses kreatif yang tidak semua orang dapat melakukannya diperlukan ketekunan, kemampuan, pengetauhan, motivasi dan suasana yang nyaman dalam membauat tulisan yang enak untuk dibaca apalagi mempertimbangkan kopi sebagai pendamping membaca tentu tulisan harus lah manis dan dapat dinikmati.

Banyak penulis mengatakan menulis “merawat peradaban merawat keabadian” karena tulisan yang ada didalam buku baik itu cetak maupun elektronik kesemuannya tidak akan mati ada yang mengatakan “penulisnya boleh mati, tetapi tidak dengan pemikiran yang dituangkan dalam tulisannya” inilah satu-satunya jalan selain lukisan foto dan video yang masih belum ditemukan pengantinya untuk menjadikan manusia abadi, meskipun saat ini ada gagasan dimana manusia bisa menjadi abadi dengan memindahkan otaknya ke tubuh robotic yang tidak pernah akan membusuk, ditambah lagi dengan keberhasilan seorang dokter yang melakukan penyambungan kepala tikus percobaan yang sengaja di penggal dan tetap hidup. Yang merupakan kemajuan dunia medis yang berkembang dalam ilum pengetahuan dan teknologi. Akan tetap gasagas itu sampai saat ini atau dalam waktu dekat ini belum akan terwujud, masih diperlukan rangkaian penelitian, uji coba, teknologi pendukung dan lain sebagainya. Yang pada intinya masih belum ada manusia yang dapat hidup abadi di dunia  ini.

Oleh karena itu saya sangat setuju bahwa menulis itu adalah proses kereatif yang memiliki banyak manfat bagi manusia yang memiliki kebutuhan yang kompleks, apalagi yang ingin eksis dan abadi yang keberadannya ingin sekali di akui dunia tentu menulis bisa di kedepankan karena selain bermanfaat untuk diri sendiri juga untuk membangun peradaban dan tentunya orang lain. Tulisan sendiri pernah menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia, yang pernah digunakan oleh rezim nazi untuk melakukan propaganda dan membenci bangsa yahudi yang mengakibatkan terjadinya perang dunia. Di Indonesia sendiri tokoh-tokoh proklamasi adalah penulis ulung diamana tulisannya mampu menyadarkan mengerakan bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan, mengelorakan semangat berapi api para pahlawan untuk bersedia mati demi bangsa dan Negara demi merebut kemerdekaan dan masih banyak lagi kekuatan tulisan yang mampu mengubah peradaban bahkan sampai saat ini. Ditambah lagi kekuatan media sosial yang pada dasarnya menggunakan tulisan yang dilengkapi foto dan video, yang sangat berpengaruh dalam kehidupan dunia saat ini. Maka tidak mengherankan berita yang benar dan tidak benar banyak bertebaran sehingga membingungkan pembaca, yang terkadang dapat menimbulkan gesekan atau pun konflik antara sesama. Maka dari itulah tulisan bisa menjadi senjata yang kuat yang dapat digunakan siapa saja bahkan dapat mengabadikan sang penulisnya, sehingga sudah seharusnyalah setiap penulis mengunakan akal sehat dalam menulis dan menjunjung tinggi etika dalam menulis dan hukum yang berlaku tentang PERS. “KARENA MERAWAT KEBADIAN BUKAN UNTUK MENABUR BENIH KONFLIK MELAINKAN MEMAJUKAN PERADABAN”

No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...