PNS
profesi yang masih diminati dulu dan sekarang
Mungkin sebagian dari
anda pernah membaca tulisan Mbak Nana atau Najwa Shihab, yang berpesan kepada
generasi milenial untuk tidak menanamkan cita-cita hanya untuk menjadi seorang
PNS yang katanya merupakan cita-cita yang telah ada sejak tahun tujuh puluhan “biar
besok-besok hidup terjamin sampai tua” atau
menjadi karyawan bumn biar gaji
bagus, pensiun ada, besar pula maka itu juga adalah cita-cita generasi lama
yakni paman-paman kita dulu, tente-tante kita dulu sma angkatan 90-an”. Dan ada
kejadian di internet salah satu situs yang saya baca di situ di sebutkan bahwa
ada seorang pemuda yang katanya sih ibunya memaksa untuk menjadi seorang PNS,
yang kemudian menemukan sebuah tulisan yang menarik dari Najwa Shihab kebetulan nih mengatakan bahwa generasi
milenial tidak haruslah menjadi seorang
PNS kemudaian me-mention ibunya ini kejadian menurut sumber berita di internet
ya tepatnya di twiter. Tapi naasnya bukannya Ibu pemuda itu tersadarkan bahwa
generasi sekarang tidak harus lagi bercita-cita menjadi PNS malah mengatakan “itu
kalo anaknya Najwa Shihab, loe kan anak gue” yang ternyata juga didukung oleh
warga tweet lainya. Ada yang mengatakan “ngefans sama mamamu seketika” ada lagi
“mending kalo Cuma gini, kalo ampe dicoret dari kartu keluarga malahan” sebagai
informasi sumber tulisan ini saya dapat dari tayangan hitekno.com. oke apa yang
bisa kita ambil dari tulisan tersebut , sebuah pandangan yang saling
bertentangan antara yang satu dengan yang lainya apalagi mengenai tulisan mbak
Nana atau ibu tersebut memiliki pendukungnya sendiri dan dimana kah posisi
anda?
Disini memang kita
tidak bisa menyimpulkan pandangan si ibu tersebut secara lengkap karena hanya
berupa balsannya kepada sang anak, dan juga memastikan pandangan si ibu itu apakah
menolak seutuhnya pandangan dari mbak nana tentang profesi PNS tersebut. Sekedar
jokes kah atau berfikir secara realistis dengan mempertimbangkan keadaan yang
ada di bumi tercinta Indonesia raya. Kenyataannya memang tidak bisa dipungkiri
bahwa peminat CPNS ini masih lah sangat banyak seperti pada pendaftaran CPNS tahun 2019 itu tembus 5,05 juta orang dengan 4.432.598 yang mengisi formulir
pendaftaran menurut data dari Badan Kepegawaian Negara selalu diminati bukan. Tentu
beragam alasan yang menyertai para pelamar CPNS ini atau dalam istilah kerennya
pejuang CPNS untuk mendaftar baik itu yang baru lulus atau sudah lama lulus
pendidikan, yang belum dan sudah mendapatkan pekerjaan. Mungkin anda akan
bertanya yang telah mendapatkan pekerjaan juga ikut mendaftar CPNS? Ya tentu saja
karena memang tidak dilarangkan selagi memenuhi syarat yang ditetapkan kenapa
tidak. Dan juga profesi CPNS memang masih menjanjikan seperti yang mbak Nana
sebutkan “hidup terjamin dihari tua” ini berarti sampai usia pensiun diangka
kalau tidak salah ya 60th.
Lantas anda berada di
pihak yang mana terkait pandangan-pandangan ini mengikuti pandangan mbak Nana
yang menurut saya memang seharusnya dilakukan oleh generasi milenial apalagi
perkembangan dunia memang kearah itu. Sekarang semuanya dinamis orang bisa
bekerja dari mana saja tanpa batasan ruang dan waktu dimana profesi-profesi ada
yang sudah termakan zaman digantikan dengan teknologi terjadi pengurangan
tenaga karyawan diperusahanan yang digantikan dengan mesin otomatis yang mampu
memproduksi lebih banyak dari pada tenaga manusia, juga pelayanan adminitrasi
yang bisa dilakukan secara online di Negara-negara yang teknologinya sudah
maju. Tidak menutup kemungkinan juga semua profesi yang bisa atau dapat diambil
alih oleh teknologi bisa hilang dan itu akan mengurangi lagi jumlah tenaga
kerja yang diperlukan dimasa mendantang maka memang dari itu cara pandang
seperti yang diungkapkan mbak Nana tidak boleh kiranya kita tolak secara
radikal intinya mbak Nana ini menyarankan kita untuk berfikir secara out of the
box tidak terpaku di situ-situ saja iya mungkin membandingkan dengan generasi
70, 80, 90, 2000-an ya memang benar demikian faktanya. Mereka mamang
mencita-citakan hal yang demikian tetapi juga tidak perlulah di pertentangkan. kita sebagai mahluk yang berfikir tentu tidak boleh berfikir radikal ke suatu
pandangan tersebut kita kan bisa mengambil jalan tengahnya dialektikanya. Dan menyesuaikan
dengan tujuan hidup yang masing-masing kita miliki kan.
Setiap orang tua pasti
menginginkan kehidupan yang terbaik untuk anaknya, entah dari segi pekerjaan,
pendidikan, jodoh dan lain sebagainya, sehingga ia terkadang memaksakan
kehendaknya demi tujuan terbaik ini tadi. Kita sebagai anak tentu juga memiliki
pandangan berbeda dengan hal ini terkadang mendukung, juga terkadang tidak
mendukung hal tersebut tapi pada intinya kita harus memahami tujuannya ini tadi. dan sembisa mungkin kita harus mencari jalan untuk menyatukannya agar selaras, tujuan yang baik yang terlalu terbebani dengan dirinya sendiri maka ia akan
menjadi jahat atau tidak baik. seperti pandangan seorang penyair magis Kahlil
Gibran tentang kejahatan ia mengatakan bahwa kejahatan itu tercipta dari
kebaikan yang haus akan dirinya. Lantas bagaimana cara menyelaraskanya yakni
dengan komunikasi kita sebaiknya membicarakan hal-hal prinsip yang kita miliki
terkait yang diingingkan orang tua agar antara kehendak ini tadinya dapat
selaras dan tidak terjadi konflik. tentunya dengan cara kita yang mensesuaikan
nilai-nilai ketimuran ,terutama adat dan budaya dalam komunikasi. ini karena
memang pembicaraan yang sifatnya prinsipil ini memang sangat lah sensitive salah-salah
akan menimbulkan konflik. Mungkin yang saya bicarakan ini masih dalam tataran
teori ya. karena pada praktiknya hanya kita yang bisa melakukannya, tapi pada
intinya yang mau saya katakan adalah bahwa setiap kehendak yang ditujukan pada
anaknya itu adalah baik adanya ketika bebenturan dengan kehdndak kita secara
individual yang memiliki kehehendak sendiri maka perlu lah di selaraskan.
Jadi pada kesimpulanya
disini saya tidak ingin mendukung secara radikal salah suatu pandangan khusnya
terkait dengan hal ini karena sebagai manusia kita memilkiki tujuan dan
pandangan hidup sendiri, sebagai pelajaran kita juga tidak bisa menutup diri
dari pandangan orang lain karena memang demikian lah hidup, sebagai mahluk sosial
yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Bagi yang saat ini masih
bercita-cita atau ingin menjadi PNS silahkkan dilanjutkan dan bersaing secara
sehat (tanpa jalur belakang) dan menerima apapun hasilnya ketika anda sudah dalam tahap tes dan ketika
sudah jadi PNS maka mengabdilah dengan sunguh-sunguh dan cintai pekerjaan
sebagai pns tersebut dan mungkin anda bisa menemukan pandangan yang bagus
dengan hal ini dengan membaca the prophet karya kahlil Gibran tentang bekerja. Tatapi
bagi anda yang tidak ingin atau berkeinginan menadi PNS jangan lah melakukan atau
mengatkan yang tidak pantas juga melemahkan bagi orang yang masih meiliki
keginginan untuk manjadi PNS. jadi pada intinya kita harus berfikir selayaknya seorang filusuf yang berpandangan luas terhadap
sesuatu dan berusaha untuk mencari jawaban terhadap sesuatu hal yang selalu berpedoman pada kebenaran berdasarkan pengetahuan.
kiranya agak melantur tolong dimaklumi....salam hormat, tetap sehat saudara.
No comments:
Post a Comment