Tuesday, March 24, 2020

REVOLUSI MENTAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


a
Dalam era pemerintahan presiden ke 7 RI Joko Widodo sering kali kita dengar ajakan kerja, kerja, kerja, yang selalu didengungkannya setiap kali berbicara didepan publik. Hal ini bukan tanpa sebab pemicunnya yaitu data statistik yang mengungkapkan fakta bahwa orang Indonesia kurang produktif dalam berkerja. Maunya kerja sedikit tetapi mengharapkan gaji yang banyak, dan juga bagi para oknum pegawai negeri yang sering kali memotong jam kerjannya masuk datang hanya melakukan kewajiban absensi. Ini tentu menjadi persoalan yang serius bagi bangsa Indonesia apalagi saat ini masarakat ekonomi asean sudah mulai berjalan, yang memungkinkan arus barang dan jasa termasuk persaingan tenaga profesiaonal dengan bebasnya dapat masuk ke Indonesia. Mau dikemanakan masyarakat Indonesia jikalau perilakunnya masih seperti yang tersebut dia awal kalimat, tentunya akan kalah berasing dengan Negara-negara ASEAN yang memilki kualitas SDM lebih unggul terutama dalam hal daya saing.

Gerakan revolusi mental yang dicanangkan dalam visi misi Presiden jokowi-jk adalah sebangai senjata utama untuk memberengus prilaku mental malas yang masih menyarang bangsa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan perlu dijiwai semangat revolusi mental yang bersandikan pancasila. Sehingga Indonesia kembali menunjukan karakternya sebagai bangsa yang besar, yang mampu dan memiliki daya saing dalam menghadapi segala persoalan berbangsa dan bernegara. Serata berpengaruh besar dalam memainkan peran dikawasan Asian tenggara khususnya dan dunia umumnya.

Saat ini bebarapa kementrian telah mengambil langkah dalam menjalankan program revolusi mental, seperti pelatihan Bela Negara oleh kementrian pertahanan, pelatihan-pelatihan dalam bentuk seminar yang diadakan bebrapa kementrian guna miningkat kinerja pegawainnya, sampai langkah dalam menetapkan kebijakan secara tegas seperti yang dilakukan kementirian kelautan dalam hal illegal fishing. Adalah sebagai bentuk revolusi mental yang saat ini digalakan untuk kembali menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan ideolagi pancasilannya.

Untuk kalangan muda  pendidikan kewarganegaraan yang berjiwa revolusi mental dan bersendikan pancasila, adalah hal yang mutlak untuk diajarkan disekolah-sekolah. Mengingggat saat ini banyak paham-paham yang menyesatkan masuk ke Indonesia, tidak hanya itu berbagai macam obat terlarang pun banyak yang sudah masuk ke Indonesia. Hal ini terjadi secara masif dan terbukti sudah banyak pemuda, yang terjerat atau terjerumus entah itu bergabung dengan kelompok teroris, menjadi pecandu narkoba, melakukan tauran, menimblkan kersahan ditengah masyarakat. Tentu bukan menjadi persoalan yang sepele lagi, pemuda adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga sebagai asset bangsa dan tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Sudah saatnya langkah strategis diambil untuk mengatasi masalah ini terutama memalui program, yang bertujuan untuk mendidik warga Negara  menjadi warga Negara yang bermental baja, kuat dalam menghadapi pengaruh asing terutama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b.      Rumusan masalah

1.      Bagaimana kondisi pendididikan kewarganegaraan saat ini ?
2.      Apa itu revolusi mental yang berjiwa pancasila sebagai dasar utama pendidikan kewarganegaraan ?
3.      Bagaimana seharusnya peran Negara dalam menghadapi tantangan derasnya arus masuk paham radikal ke Indonesia ?

c.   
Makalah ini memiliki dua tujauan utama yaitu tujuan umum dan khusus ada pun tujuan umumnya yaitu, sebagai suatu bentuk pandangan penulis tentang pendidikan kewarganegaraa selama ini Indonesia yang masih memilki berbagai kelemahan, terutama dalam hal pembentukan karakter bangsa yang seharusnya pancasilais. Sehingga kecintaan terhadap NKRI tidak tertenap kuat dalam diri setiap warga Negara dan terbukti dapat dipecah belah oleh paham-paham asing. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk memenuhi tugas matakuliah Pendidikan kewarganegaraan.
Revolusi mental
Revolusi merupakan perubahan besar dan cepat, serta radikal untuk mempengaruhi kehidupan manusia. Ingatan akan revolusi tidak terlepas dari perubahan dunia dalam tatanan berkehidupan yang dimulai sejak revolusi industri khususnya di inggris dan eropa umumnya. Revolusi yang dilatarbelakangi terjadinya berawal dari ilmu pengetahuan pada abad ke-16 dengan eksisnya para ilmuan yang mendirikan lembaga-lembaga peneliian seperti yang dilakukan oleh francis bacon, rene Descartes dan galieleo galilee.

Di Indonesia gaung dan semangat revolusi sudah ada sejak dulu, katakanlah sejak bung karno(pemimpin tertinggi revolusi) menanamkan revolusi untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan kesusksesan awal dari revolusi Indonesia , adalah tercapainya kemerdekaan dan pahlawan dalam mengusir penjajah. Namun indikasi kemerdekaan harus dibarengi revolusi lain seperti yang pernah di sampaikan bung karno dalam kutipan pidatonya sebagai berikut “bahwa revolusi Indonesia tidak akan selesai dalam satu dua hari, bahwa revolusi Indonesia itu memang belum selesaibahwa revolusi Indonesia itu sudah bertahun-tahun berjalan, tapi masih akan berjalan bertahun-tahun lagi sebabnya ialah oleh karena revolusi Indonesia itu adalah revolusi yang besar, bukan revolusi kecil-kecilan bukan revolusi peyeum,dalur-dalur, tetapi revolusi amat besar, revolusi Indonesia adalah revolusi pancamuka revolusi multi kompleks, revolusi yang bermuka banyak, ya revolusi nasional, ya revousi politik, ya revolusi, ya revolusi sosial, ya revolusi membentuk manusia indonesia baru. Revolusi yang demikian tidak akan selesai dalam tempo waktu satu dua tahun. Revolusi yang demikian ini akan memakan waktu berpuluh-puluh tahun.

Menurut rudi hartono (aktivis prd) bahwa esensi dari revolusi mental ala bung karno ini adalah perombakan cara berfikir, cara kerja/berjuang, dan cara hidup agar selaras dengan semangat kemajuan dan tuntutan revolusi nasional. Revolusi mental yang digaungkan peresiden jokowi dan jajarannya menurut ilyas ismail(2014) bahwa gagasan revolusi mental menggoda banyak orang, bai mereka, revolusi mental dibutuhkan untuk membabt habis mentalitas, mindset, dan segala bentuk praktik buruk yang sudah mendarah dagig sejak zaman orde baru hingga sekarang.

Mental dan kareakter menurut, karyadi ch (master sugesti Indonesia) mental diartikan sebagai rangkaian sisetm abstrak yang hidup dalam pikiran dan perasaan mengenai respon yang harus dinanggap penting dalam hidup. Dan dari mental mampu bertahan dari terpaan aral yang melintang serta mental mempunya I nilai hidup yang positif jika mempunyai mental kuat.
PEMBAHASAN
A.    Pendidikan kewarganegaran di Indonesia

Di Indonesia pendidikan kewarganegaraan telah dimasukan kedalam kurikulum pendidikan, sebagai bahan ajaran guru kepada siswanya. tentunya dengan berpedoman denga sistem pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya khusus untuk perguruan tinggi saat ini menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (kbk) pada seluruh perguruan tinggi indonesia. Kbk menekankan kejelasan hasil didik seseorang yang kompeten dalam hal :

1.      Penguasai ilmu pengetahuan
2.      Menguasai penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk kekaryaan.
3.      Menguasai sikap berkarya
4.      Menguasai sikap dan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan pilihan kekaryaan.

Undang-undang no. 20/2003 tentang sisdiknas menetapkan kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat:
a.                   Pendidikan agama.
b.                  Pendidikan kewarganegaraan
c.                   Bahasa.

Secara kualitas visi pendidikan tinggi nasional 2010:
1.      Mengembangkan kemampuan intelektual untuk jadi warganegara yang baik dan bertanggungjawab bagi kemampuan bersaing bangsa mencapai kehidupan yang bermakna.
2.      Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dlm pembangunan masyarakat yang demokratis, berkeadaban, inklusif, menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
Visi & misi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan

Visi mpk di perguruan tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantar kan mahasiswa memantapkan keperibadiannya sebagai manusia indonesia seutuhnya.
Misi mpk di perguruan tinggi merupakan membantu mahasiswa memantapkan keperibadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar pancasila, rasa kebangsaan, dan cinta terhadap tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab.
Sedangkan dijenjang SMA, SMP, SD. Menggunakan kurikulum yang sesuai dengan yang telah dicanangkan kementrian terkait, yaitu kurikulum 2013 dan ada sekolah yang menggunakan KTSP 2006. Tentu pendidikan kewarganegaraan diberikan sesuai dengan pedoman kedua kurikulum tersebut.

B.     Revolusi mental berjiwa pancasila

Indonesia adalah Negara yang memiliki ideologi yang berbeda dari Negara lain, yaitu ideologi pancasila sehingga bangsa Indonesia disebut bangsa pancasilais. Yang memiliki pandangan hidup bernegara yaitu pancasila, dan juga pancasila bagi Indonesia merupakan peryataan jati diri bangsa Indonesia itu sendiri. Yang berarti pancasila merupakan suatu budaya yang dimiliki Indonesia, budaya merupakan cerminan harmoni keindahan kehalusan yang memiliki proses yang harus dipikirkan, direncanakan dan diwujudkan untuk menjadi kebudayaan yang diakui oleh semua golongan di Negara Republik Indonesia. Yang memiliki beranekaregam suku bangsa, agama, ras, budaya, tradisi, sehingga hal inilah yang menjadi tantangan utama pancasila untuk menjadi kebudayaan universal bagi Indonesia.

Pertenatangan mengenai pancasila sebagai peryataan jati diri bangsa indoensia tentu saja banyak terjadi, mengingat kenekaragaman suku bangsa didalamnnya. Tetapi inilah sebenarnya yang perlu ditegaskan oleh pemerintah Indonesia, bahwa pancasila merupakan identitas nasional yang harus ditanamkan dalam didiri setiap warga Negara Indonesia sehingga akan memunculkan semangat nasionalisme yang mengakar kuat sebagai warga Negara Republik Indonesia. Jadi sasarannya tidak aka nada lagi konflik seperti yang banyak terjadi belakangan ini, yaitu konflik antar agama, suku, tauran pelajar, terpenagruh untuk menjadi teroris, maupun mau bergabung untuk ikut berperang ke suriah. Semua itu tidak perlu lagi terjadi jikalau setiap warga Negara Indonesia memiliki jiwa nasionalisme yang mengakar kuat dalam setiap pribadi bangsa Indonesia.

Tetapi pada kenyataannya yang terjadi saat ini tidaklah demikian hal tersbut dapat dibuktikan dengan data Data Konflik Sosial di Indonesia Sejak Tahun 2010 JPNN, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan eskalasi konflik sosial di tengah masyarakat. Konflik terjadi akibat benturan dari berbagai kepentingan yang dilakukan antar kelompok masyarakat. Ini berdampak langsung pada terganggunya keberlangsungan pembangunan nasional.

Menurut Gamawan, Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin) Kemendagri mencatat, tahun 2010 terjadi 93 peristiwa konflik. Sementara pada tahun 2011 terjadi 77 peristiwa dan 2012 terjadi 128 peristiwa. Di tahun 2013 hingga awal September, Kemendagri mencatat telah 53 peristiwa konflik
.
“Jadi dari tahun 2010 hingga September 2013, tercatat 351 peristiwa konflik. Baik konflik yang bernuansa SARA, bentrokan warga dengan organisasi kemasyarakatan, aksi kekerasan unjukrasa menolak kenaikan bahan bakar minyak, bentrokan antar massa pendukung calon kepala daerah dan aksi massa terkait sengketa pertanahan,” ujar Gamawan dalam rapat kooordinasi nasional Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) tahun 2013 di Jakarta, Senin (9/9).

Dari kasus-kasus tersebut, kata Gamawan, pemerintah memberi perhatian serius terhadap aksi massa terkait sengketa pertanahan. Perhatian serius diberikan mengingat sebaran peristiwanya terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia, atau meliputi 22 provinsi.
“Selain itu dampak yang ditimbulkan seperti penyelesaian sengketa yang berlarut-larut menimbulkan kesan kurang sigapnya pemerintah dan memberikan peluang bagi berbagai pihak berkaitan dengan kepentingan politik menjelang pemilu 2014,” katanya.

Selain konflik sosial, ancaman terorisme menurut mantan Gubernur Sumatera Barat ini, juga masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Di tahun 2012, Kemendagri mencatat terjadi 65 kali ancaman teror, di mana 30 kali di antaranya terjadi ledakan bom, serta terjadi penangkapan 55 orang tersangka teroris.

"Aksi teror dalam beberapa bulan terakhir juga terjadi seperti penembakan terhadap empat orang anggota kepolisian di wilayah Ciputat dan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Jika kita mencermati peristiwa-peristiwa tersebut. inilah fakta dari sebagian permasalahan bangsa yang memerlukan perhatian dan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Supaya penanganan tersebut dapat sesuai dan tidak berdampak pada timbulnya permasalahan lebih luas,” katanya.(kompas 2013)

Kutipan berita diatas menjadi bukti nyata bahwasanya konflik diindonesia masih sering terjadi, hal ini tentunya tidak terlepas dari permasalahan sosial yang ada ditengah masyarakat. Tidak hanya dikalangan dewasa dikalangan pelajar pun terjadi konflik yang berbuntut tauran antar pelajar yang sering kita dengar dimedia masa Indonesia. Hal ini tentu sangat memperihatinkan mengingat pelajar adalah generasi penerus bangsa, yang cepat atau lambat akan memegang tampuk pemerintahan dinegri ini maau dibawa kemana Indonesia jikalau generasi penerusnya seperti ini.
Gerakan revolusi mental
Tidak bisa dipungkiri gerakan revolusi mental yang dicanagngkan persiden joko widodo serta jajrannya memang perlu dikedepankan, dalam hal pembinaan warga Negara. Seperti yang pernah sisampaikanya bahwa saat ini mental generasi penerus Indonesia bisa dikatakan bobrok, yang dibuktikan dengan data statistik yang meneangkan masih banyak terjadinya tauran antar pelajar, pelajar yang menggunakan narkoba, bergabung dengan kelompok radikal, dan masih banyak lagi kenakal-kenakalan pelajar zaman ini yang perlu diperbaiki.

Program-program seperti bela Negara, pemasukan kurikulum yang berbasis pancasila untuk mendidik pelajar memang perlu ditekankan lebih dalam lagi. Serta perbaikan mental penyelengara pendidikan juga sangat dipandang perlu, apalagi pendidik yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara, untuk dapat mendidik sesuai dengan standar seorang pendidik dapat menjadi suritauladan bagi siswanya. selama ini masih banyak staf pendidik yang hanya memikirkan isi kantongnya sendiri, seperti datang tidak tepat waktu padahal menkankan siswanya untuk tepat waktu padahal ia sendiri mencontohkan hal yang tidak baik. Inilah contoh pendidik yang perlu perbaikan mindset dan mental.

b.      Peran aktif pemerintah

Dalam hal ini pemerintah harus dapat memainkan peranya terutama dalam hal pembinaan warganegara, melalui pendidikan kewarganegaraan yang selama ini sudah banyak kecolongan. Terlebih ini menyangkut identitas bangsa Indonesia itu sendiri yang mana perlu ditegaskan oleh pemerinta.

Langkah awal pemerintah memang sudah mulai tampak dengan terselengaranya program bela Negara dimana setiap instansi sudah mengambil bagian didalamnya. Yaitu dengan menyelengarakan pelatihan bela Negara yang berkerja sama dengan KODAM yang ada didaerahnya, yang akan memberikan pelatihan bela Negara sesuai kemampuannya dan tupoksinya sebagai Tentara Nasional Indoesia yang menjaga kaamanan dan pertahanan Republik Indonesia.

Memang pelatihan bela Negara dilatih oleh kalangan militer yang memang berkompeten dibidang ini, tetapi hal ini bukanlah suatu bentuk militerisasi warga Negara seperti dinegara lain yang melakukan wajib militer. Tetapi lebih kepada penanaman rasa cinta kepada tanah air, atau dalam kata lain memanamkan semangat nasionalime kedalam diri setiap warga Negara. Penghayatan akan nilai-nilai pancasila, bineka tunggal ika, dan terlebih dapat menyadarkan setiap warga Negara bahwa ialah bagian utama dari Negara Republik Indonesia.

Jadi semangat revolusi mental berjiwa pancasila memang perlu ditegaskan oleh pemerintah, tidak hanya memalui pendidikan kewarganegaraan yang dimasukan kedalam kurukulum semata. Tetapi juga melalui pelatihan-pelatiuhan bela Negara yang digagas oleh pemerintah. Proklamator Indonesia ir. Soekarno telah mentayakan hal ini bahwa revoluis tidak hanya sampai disini tetapi masih berlanjut sampai kapan pun sampai indoesia mencapai tujuannya. Karena revolusi Indonesia bersifat universal mencakup semua aspek kehidupan bangsa Indonesia yang perlu perbaikan dalam segala bidang.

Dan perlu ditegaskan bahwa peran pemerintah disini adalah menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan ideology atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Karna menjadi hal yang vital dalam menjaga kesatuan, kemanan, pertahanan Negara dari paham-paham Negara asing, yang dapat merusak tatanan Negara yang selama ini dibangun dan terus berevolusi kearah yang lebih baik. Uapaya pemerinta perlu didukung sepenuhnya oleh warga Negara mengingat derasnya arus politik dikalangan para wakil rakyat yang berbengaruh dibandingkan rakyat itu sendiri.

Dizaman yang sudah terbuka seperti saat ini dengan banyaknya pengguna media sosial, sudah saatnya rakyat bersuara bukan wakilnya lagi yang menjadi penentu. Disini rakyat sudah bisa menjadi pengwal pembangunan dan arah kebijakan yang diambil pemerintah. Yang tentunya dalam batas-batas kewajaran sebagia warga Negara, untuk dapat mencapai hal ini dimana rakyat mulai bersuara dengan etika-etika bernegara berdasarkan pancasila maka kita kembali kepada pemabahasan utama makalah ini yaitu “pendidikan kewarganegaraan yang berjiwa pancasila dengan semangat revolusi mental” sehingga perlaku masarakat sesuai karidornya dan semangkin mencintai NKRI sehingga jargon “garuda didadaku” bukan hanya isapan jempol belaka. SEMOGA. 
PENUTUP
Indonesia merupakan Negara yang besar entah itu dari segi kekayaan alamnya, jumlah penduduknya, luas negaranya, keankargaman suku budayanya. Tetapi tidak banyak disadari oleh genarasi penerusnya, banyak pelajar yang saat ini tidak hafal dengan pancasila, sumpah pemuda, pembukaan undang-undang dasar, terlebih lagi 4 pilar kebangsaan, sedangakan bahasa Indonesia saja di nomor duakan lambang Negara dipelsetkan. Bahkan banyak yang tidak tau makna sebenarnya dari upacara bendera yang sering mereka lakukan pada setiap hari senin, dan perayaan-perayaan basar kenegaraan. Apakah hal ini dapat ditoleransi lagi ?

Bobroknya  tenaga pendidik akan berimplikasi kepada mental anak didiknya, makanya jikalau ingin memperbaiki siswa maka perbaiki dulu pendidiknya. Untuk memperbaiki pendidkinya perbaiki dulu sistemnya, untuk memperbaiki sistemnya perbaiki dulu SDMnya, untuk memperbaiki SDMnya perbaiki dulu pendidikannya. dan akan terus berlanjut sampai semuanya baik adanya. Semoga dengan berbagai terobosan yang dilakukan pemerintahan saat ini menjadikan Indonesia kearah yang lebih baik terutama dalam hal kewarganegaraan sarta tujuan dari pendidikan kewarganegaraan dapat tercapai sebagai manamestinya.

Secara khusus saya pribadi berharap hal ini sudah dapat tercapai 10tahun yang akan datang, dimana rakyat tidak lagi perlu diwakili, Indonesia menjadi Negara yang kuat dalam hal karakter, ideology, ekonomi, sosial, budaya. Semoga.

Daftar pustaka
 Data Konflik Sosial di Indonesia Sejak... - Sekumpulan Berita Politik dan Sosial | Facebook www.facebook.com.
Data Konflik Sosial - Data Bencana Konflik Sosial 2012 - 2013.xlsx - Portal Data Indonesia - data.go.id.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SMP | Forum Pendidikan Kewarganegaraan SMP mustofasmp2.wordpress.com
Hardono hadi, 1994, hakikat dan muatan filsafat pancasila cet pertama 1994 kanisius Yogyakarta.


No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...