“Orang yang tidak mengambil pelajaran dari masa tiga ribu
tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya.GOETHE”. akal, semua manusia memiliki
didalam dirinya, sadar maupun tidak sadar ia mengunakannya dalam kehidupan
sehari hari. Tapi dari yang apa Goethe ungkapkan diatas bahwa kita memiliki
pilihan apakah akan memanfaatkannya atau tidak. Menurut KBBI akal merupakan :
1. daya pikir, pikiran, ingatan, 2. Jalan atau cara melakukan sesuatu. Jadi
jelaslah mengapa manusia dikatakan mahluk berakal, karena ia berfikir malahan
ada Filusuf mengatakan bahwa “Aku berfikir maka aku ada”.
Pikiran merupakan hal yang penting bagi manusia karena dengan itu lah ia hidup menjalani hari-hari dengan kesadaran yang penuh bahkan berfikir ini masih dilakukan saat sedang tidur terkecuali nanti sudah mati.
Setiap hal yang dilalui dalam kehidupan membutuhkan yang namanya proses berfikir atau pikiran, karena ia sebagai kendali manusia bagi hidupnya. Dan setiap persoalan yang timbul kadang terjadi didalam pikiran yang terbentur dengan pikiran orang lain. Pernahkah kita menyingung perasaan orang lain tetapi kita tidak merasa menyingung, bukankah Ketersinggungan itu merupakan buah dari pikiran. Lantas dalam masa 3000th itu sebenarnya apa? Dan hubungannya dengan akal?.
Pikiran merupakan hal yang penting bagi manusia karena dengan itu lah ia hidup menjalani hari-hari dengan kesadaran yang penuh bahkan berfikir ini masih dilakukan saat sedang tidur terkecuali nanti sudah mati.
Setiap hal yang dilalui dalam kehidupan membutuhkan yang namanya proses berfikir atau pikiran, karena ia sebagai kendali manusia bagi hidupnya. Dan setiap persoalan yang timbul kadang terjadi didalam pikiran yang terbentur dengan pikiran orang lain. Pernahkah kita menyingung perasaan orang lain tetapi kita tidak merasa menyingung, bukankah Ketersinggungan itu merupakan buah dari pikiran. Lantas dalam masa 3000th itu sebenarnya apa? Dan hubungannya dengan akal?.
Masa 3000th yang disebutkan Goethe untuk zaman
sekarang sebenarnya sudah jauh lewat mungkin sekarang sudah lebih dari 3000th
karena waktu peryataan Goethe dengan masa sekarang yang terlampau jauh mungkin
itu era 1900an atau di bawahnya. Apakah quote tersebut masih relevan? Dilihat
dari dari sudut manapun sih sebenarnya masih relevan kok karena massa 3000th
yang disebutkan Goethe adalah sejarah kehidupan manusia dari sejak ia ada yang
terangkum semua dalam yang namanya ilmu pengetahuan.
Bukan kah itu masih relevan?. Pada saat ini kita bergantung hidup dari yang namanya ilmu pengetahuan mau apa pun bidangnya. kalau anda pernah menonton anime atau kata orang Indonesia kartun jepang Dr. Stone yang mengisahkan seorang anak muda yang memiliki ketertarikan yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan telah melakukan penelitian-penelitian hebat kemudian terjebak atau kembali di zaman batu dimana semua hal di dunia kembali ketitik nol lantas apa yang ia atau anda lakukan?.
Tentu ia akan mengunakan pengetahuannya mulai dari cara bertahan hidup di zaman purba seperti membuat api dengan benda-benda alam, karena kalau langsung dengan cara modern kemana mau mendapatkan bahannya seperti korek api yang tersedia sekarang sehingga kita mudah membuat api bukan kah dari ilmu pengetahuan?. Perlu proses evolusi yang lama dari cara bertahan hidup manusia purba ke manusia modern, seperti barang-barang yang kita nikmati saat ini yang memudahkan kehidupan kita merupakan produk dari proses evolusi tersebut. Yang itu semua di dapat dari yang namanya ilmu pengetahuan.
Bukan kah itu masih relevan?. Pada saat ini kita bergantung hidup dari yang namanya ilmu pengetahuan mau apa pun bidangnya. kalau anda pernah menonton anime atau kata orang Indonesia kartun jepang Dr. Stone yang mengisahkan seorang anak muda yang memiliki ketertarikan yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan telah melakukan penelitian-penelitian hebat kemudian terjebak atau kembali di zaman batu dimana semua hal di dunia kembali ketitik nol lantas apa yang ia atau anda lakukan?.
Tentu ia akan mengunakan pengetahuannya mulai dari cara bertahan hidup di zaman purba seperti membuat api dengan benda-benda alam, karena kalau langsung dengan cara modern kemana mau mendapatkan bahannya seperti korek api yang tersedia sekarang sehingga kita mudah membuat api bukan kah dari ilmu pengetahuan?. Perlu proses evolusi yang lama dari cara bertahan hidup manusia purba ke manusia modern, seperti barang-barang yang kita nikmati saat ini yang memudahkan kehidupan kita merupakan produk dari proses evolusi tersebut. Yang itu semua di dapat dari yang namanya ilmu pengetahuan.
Di era kita sekarang ini apakah masih ada orang hidup dengan
tidak memanfaatkan akalnya? Bukan kah
akal itu merupakan daya pikir jadi ada kah orang yang tidak memiliki daya pikir?
Tentu selain orang yang gangguan mental atau kejiwaan atau pun penyakit-penyakit yang
membuat hilangnya daya fikir.
Ada juga orang yang sengaja menghilangkan daya pikirnya dengan cara obat-obatan terlarang seperti narkoba atau memabukkan seperti alkohol yang katanya digunakan untuk melepaskan masalah sejenak atau lari dari masalah atau bahkan digunakan untuk memicu keberanian menghilangkan kesadaran dan lain sebagainya.
Yang pada intinya menghambat daya pikir ini. Lantas apakah hal demikian dapat dikatakan bahwa orang tersebut tidak memanfaatkan akalnya?, bukan kah ia melakukan hal tersebut adalah demi mengatasi masalahnya untuk sejenak? Tentu hal ini masih dapat di perdebatkan apalagi alam pikiran itu memiliki dimensi yang luas dan juga dapat menyerap apa pun di luar dirinya tanpa terkecuali.
Tinggal tergantung lagi siapa yang memilikinya. Alam pikiran itu luas dan tidak hanya satu ada yang namanya pikiran sadar dan pikiran bawah sadar disini saya tidak mau menjelaskannya dan sebaiknya anda mencari referensi yang lain untuk ini. Yang mau saya katakana disini adalah tidak ada orang yang tidak memanfaatkan akalnya tetapi bagaimana orang tersebut memanfaatkan akalnya itu yang terpenting. Entah itu untuk kejahatan atau pun kebaikan setiap individu memiliki pandangan yang akan berbeda-beda akan hal itu.
Ada juga orang yang sengaja menghilangkan daya pikirnya dengan cara obat-obatan terlarang seperti narkoba atau memabukkan seperti alkohol yang katanya digunakan untuk melepaskan masalah sejenak atau lari dari masalah atau bahkan digunakan untuk memicu keberanian menghilangkan kesadaran dan lain sebagainya.
Yang pada intinya menghambat daya pikir ini. Lantas apakah hal demikian dapat dikatakan bahwa orang tersebut tidak memanfaatkan akalnya?, bukan kah ia melakukan hal tersebut adalah demi mengatasi masalahnya untuk sejenak? Tentu hal ini masih dapat di perdebatkan apalagi alam pikiran itu memiliki dimensi yang luas dan juga dapat menyerap apa pun di luar dirinya tanpa terkecuali.
Tinggal tergantung lagi siapa yang memilikinya. Alam pikiran itu luas dan tidak hanya satu ada yang namanya pikiran sadar dan pikiran bawah sadar disini saya tidak mau menjelaskannya dan sebaiknya anda mencari referensi yang lain untuk ini. Yang mau saya katakana disini adalah tidak ada orang yang tidak memanfaatkan akalnya tetapi bagaimana orang tersebut memanfaatkan akalnya itu yang terpenting. Entah itu untuk kejahatan atau pun kebaikan setiap individu memiliki pandangan yang akan berbeda-beda akan hal itu.
Manusia hidup untuk menikmati, merasakan, mengalami, yang
namanya kehidupan baik, buruknya, susah, senangnya, yang kemudian akan
terangkum kedalam pengalaman hidup maka seharunya disini saya dan anda paham
betapa menakjubkannya hidup itu dan banyak orang berjuang untuk tetap hidup meskipun
dalam keadaan yang tidak memungkinkan ia untuk hidup, memang akan banyak
rintangan, duri yang tajam, jalan yang berliku maupun kesulitan.
bukankah semua itu bagian dalam kehidupan yang harus kita alami selama kita masih hidup apakah ada orang yang tidak mengalaminya selama hidup. Awal Yang baik adalah dengan selalu mengingat betapa menakjubkannya hidup itu yang harus dirasakan sebelum kematian menjemput dan juga akan jadi cerita kepada generasi penerus kita nantinya.
Jadi untuk kawan-kawan diluar sana yang memiliki penderitaan dan tekanan yang hebat dalam hidupnya dan berfikir untuk mengakhiri kehidupan percayalah jalan tersebut terlalu mudah untuk diambil oleh seseorang yang memiliki keistimewaan sebagai seorang individu yang terlahir karena berjuang yang telah menyingkirkan ribuan sel sperma lainnya untuk menjadi manusia pada hari ini yang mampu berbuat lebih baik daripada mengambil jalan pintas yang justru menghancurkan seluruh kehidupan kita bahkan yang disayangi.
bukankah semua itu bagian dalam kehidupan yang harus kita alami selama kita masih hidup apakah ada orang yang tidak mengalaminya selama hidup. Awal Yang baik adalah dengan selalu mengingat betapa menakjubkannya hidup itu yang harus dirasakan sebelum kematian menjemput dan juga akan jadi cerita kepada generasi penerus kita nantinya.
Jadi untuk kawan-kawan diluar sana yang memiliki penderitaan dan tekanan yang hebat dalam hidupnya dan berfikir untuk mengakhiri kehidupan percayalah jalan tersebut terlalu mudah untuk diambil oleh seseorang yang memiliki keistimewaan sebagai seorang individu yang terlahir karena berjuang yang telah menyingkirkan ribuan sel sperma lainnya untuk menjadi manusia pada hari ini yang mampu berbuat lebih baik daripada mengambil jalan pintas yang justru menghancurkan seluruh kehidupan kita bahkan yang disayangi.
Aku bersamamu.
Ttd, Penganggur yang memikirkan masih banyaknya angka bunuh
diri dan ingin memulai awal yang baik sebagai penulis…
No comments:
Post a Comment