Jaga kesehatan dengan
tanaman obat keluarga
Akhir-akhir ini di media massa begitu intens pemberitaan
mengenai penyebaran virus corona atau covid-19 yang melanda hampir seluruh
Negara di dunia, atau mungkin telah sampai dilingkungan kita saat ini. Telah beragam
kebijakan diterbitkan pemerintah di seluruh dunia untuk memerangi virus atau
wabah ini, baik itu tindakan pencegahan atau pun telah memasuki tahap
penanggulangan yang dilakukan diberbagai Negara. Termasuklah didalamnya
pengambilan kebijakan untuk mengkarantina wilayah yang paling terdampak, dengan
tujuan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Kebijakan ini tidak hanya
bagi wilayah yang terdampak saja tetapi juga wilayah-wilayah lain yang belum
terkena agar kiranya dapat melakukan proteksi dini diwilayahnya dengan
menerapkan kebijakan menjaga jarak sosial dan beragam cara lainnya yang
bertujuan mencegah penyebaran virus ini.
Dan juga setiap orang dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan kiranya
meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan pola hidup sehat baik itu mengkonsumsi
vitamin, melakukan olah raga, sering mencuci tangan, menggunakan masker saat
berpergian dan hindari kerumunan karena kita tidak tahu apakah orang
disekitar kita telah terkena virus atau tidak maka perlu upaya pencegahan yang
dimulai dari menumbuhkan kesadaran akan hidup sehat dan mematuhi anjuran
pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran virus covid-19 ini.
Setalah mencermati beragam anjuran kesehatan tersebut saya
kemudian mencari reverensi dibeberapa buku yang pada dasarnya tips-tips untuk
menjaga keseahatan diantaranya adalah meningkatkan daya tahan tubuh , yang
kemudian menemukan buku/majalh terbitan lama cetakan keempat intisari mediatama tahun 1999 yang
membahas mengenai tanaman obat keluarga kemudian saya tertarik untuk membacanya
karena pada dasarnya tanaman obat keluarga ini ada di sekitar kita sehingga
mudah untuk ditemukan. Sehingga kiranya dapat memberikan manfaat bagi kita
semua terutama dalam hal melawan penyebaran virus korona ini yang telah begitu
meresahkan. Dan juga dalam pengantarnya buku ini dikatakan bahwa bahan-bahan
ini tidak dimaksudkan untuk mengantikan peran dan fungsi obat dari dokter.
Pemakian ramuan bahan ini paling tidak akan dapat meringkangkan penderitaan
sebelum pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat. Dan tentu saja
pembahasan ini tidak ada keterkaitannya secara lansung dengan virus corona karena sifat
penanganan pasien virus corona berbeda dan khusus dengan standard tertentu. dengan pasien sakit biasa akan tetapi
beberapa tanaman obat yang saya tuliskan disini kiranya dapat memperkuat daya
tahan tubuh bagi kita semua.
ADAS ( foeniculum vulgare mill) untuk gambarnya anda dapat
mencari google.com
Tanaman ini tingginya antara 0,5-3cm daunya halus. Kita bisa
memakai buahnya yang harum dan panjangnya kira-kira 0,5 cm untuk obat. Dalam
pengobatan. Adas seringkali dipadukan dengan kulit kayu pulasari (alyxia
reinwardtii bl.) orang Inggris menyebut adas fennel dan orang belanda venkel.
Adas ini sering pula disebut adas pedas, berbeda dengan adas untuk bumbu
masakan. Adas untuk bumbu biasa disebut “jintan manis” atau “adas manis”
walaupun orang minang menyebut adas pedas sebagai adeh manih. Adas manis atau
jintan manis (pimpinella anisum l. dari suku apiaceae juga) oleh orang inggris
disebut anise dan oleh orang belanda disebut anijs. Tanamannya paling-paling
hanya 0,5m, berdaun halus juga. Kadang-kadang jintan manis dipakai pula sebagai
obat, tetapi yang resepnya tertera ini memakai adas pedas. Masih ada adas lain,
yaitu asas sowa yang kadang-kadang disebut pula adas obat atau ender (anethum
graveolens l. dari suku apiaceae juga) dalam bahasa inggris asas sowa disebut
dill dan dalam bahasa belanda dille. Yang kita pakai dalam resep-resep ini
adalah adas yang diceritakan pertama (fennel, venkel).
Suku: Apiaceae
Kandungan dan manfaat :
Ia mengandung minyak atsiri seperti limonina yang
mengharumkan, sedangkan kandungan flavonoida-nya berkasiat menyembuhkan radang.
Minyak atsiri juga bisa membunuh mikroba. Kandungan adas hitam juga membantu
mengeluarkan angin dan mendorong pengeluaran air seni.
Kegunaan
1.
Batuk pada anak-anak, 1 sendok teh penuh adas,
sepotong kulit kayu pulasari berukuran 4 cem dan 1 bawang merah kupas semua
dicuci dilumatkan. Beri 1 gelas air dan sepotong gula batu. Masak sampai airnya
tinggal setengah gelas. Separuh diminumkan sebelum sarapan dan separuh lagi
sebelum tidur ulangi beberapa hari.
2.
Sakit perut pada anak, diare 3-4 kali sehari,
mual kembung, 3 sendok the adah, 5 pucuk daun jambu klutuk, 10 cm pulasari.
Semua dicuci dan dimemarkan rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 1
gelas saring . airnya separuh diminum pagi dan sepalur lagi malam.
3.
Ambeien, 3 sendok the penuh adas, 1 bawang merah
dikupas 1 cangkir daun patikan cina ½ cangkir daun meniran, 1 sendok the penuh
jintan putih (cuminum cyminum l) semua dicuci dierbus dengan 1 liter air sampai
air tinggal setengahnya. Supaya rasanya lebih enak diberi gula batu. Sering dan
minum 4-5 kali sehari. Ulangi selam beberapa hari.
4.
Ambien yang terus-menerus berdarah, 2 sendok the
penuh adas, 4 cm kulit batang pulasari dicuci, dimemarkan dan direbus dengan
segelas air sampai tinggal setengah beri gula aren semanisnya, saring, satu
pisang btu/kulutuk yang masih muda dicuci berseih lalu diparut bersama
kulitnya. Airnya diperas dan dicampur dengan air rebusan asas pulasari. Minum
sekali sehari keesokan harinya diulangi sekali lagi.
5.
Bau mulut karena sariawan atau sakit tengorokan,
1 sendok the adas. 1 cangkir daun beluntas, 2 biji kapulaga, dicuci.
Dilumatkan, beri sedikit garam, seduh dengan secangkir air setelah dingin
diperas dengan kain untuk 3 kali pakai sehari. Jangan lansung ditelan, tapi
biarkan bebrapa saat di mulut, lalu sedikit demi sedikit ditelan. Ulangi selama
bebarapa hari.
6.
Biduran, 2 sendok teh penuh adas, kunyit ukuran
7 cm dikupas 2 bawang merah dikupas semua dicuci, dilumatkan, diseduh dengan 1
½ gelas air, dibiarkan semebtar lalu disaring dengan kain, untuk diminum 3x
sehari setengah gelas. Ulangi bebrapa hari.
7.
Demam, 2 sendok teh penuh adas, 4 cm kulit
batang pulasari dicuci, dimemarkan, direbus dengan segelas air sampai tinggal
setengah, saring, labu air dicuci, dikupas, dan diparut. Diperas dengan kain
sehingga airnya menjadi hampir 1 gelas campurkan dengan rebusan adas pulasari
dan 2 sendok makan madu diminum sekaligus.
8.
Mencegah sutip pada anak, kalau anak demam dan
sulit kencing, untuk menurunkan panasnya bisa diberikan 4 sendok the adas, 6cm
kulit batang pulasari, 7 butir biki anyang-anyang (anyang-anyang atau
elaeocarpus grandiflorus j. sm. Bisa juga disebut rejasa) semua dicuci bersih,
direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Saring. Sehari diminum 1
gelas.
BAWANG MERAH (allium cepa l.)
Bawang merah sering juga disebut berambang. Umbi lapis
berwarna keungu-unguan itu berbau tajam. Tanaman semusim yang tidak berbatang
itu daunnya hijau panjang berbentuk tabung yang ujungnya lancip. Baik umbi
maupun daunnya sehari-hari dipakai untuk mengharumkan dan menyedapkan pelbagai
makanan. Namun bawang merah juga sering dipakai dalam berbagai ramuan obat
tradisional orang Inggris menyebutnya sholot.
Suku : liliaceae
Kandungan dan manfaat :
Karena mengandung flavonglikosidia, ia dianggap antiradang,
pembunuhan bakteri, sedangkan kandungan sapioninya mengencerkan dahak. Ia juga
memiliki zat lain yang berkasiat menurunkan panas, menghangatkan menudahlkan,
mengeluarkan angina dari perut, melancarkan pengeluaran air seni, mencegah
pengumpalan darah, menurunkan kolestrol, dan kadar gula dalam darah, menurut
penelitian terakhir, bawang merah juga bisa mencegah kanker karena kandungan
sulfurnya.
Kegunaan
1.
Demam pada anak, kupaslah 2 atau 3 bawang merah,
cuci dan parut ambil 2 sendok makan minyak goreng ½ sendok makan minyak kayu
putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa semua
dicampur digosokan ke keitak punggung dan perut kalau panasnya tinggi gosokan
kekepala ketiak dan semua lipatan badan juga ke perut telapak kaki dan
bagian-bagian yang terasa panas kalau di pegang.
2.
Perut kembung, ramuan yang sama dengan diatas
digosokan keperut dan sekitarny, jika belum kentut ulangi lagi kira-kira
seperempat jam kemudian.
3.
Masuk angin, 5 bawang merah dikupas dicuci
diparut 1 sendok air larutan kapur sirih (kapur sirih secukupnya, seujung jari
kelingking) di campur digosokan ke perut punggung tengkuk dan kaki
BAWANG PUTIH (allium sativum l.)
Bawang putih adalah herba semusim berumpun yang tingginya
sekitar 60cm batangnya semu berwarna hijau bagian bawahnya bersiung-siung.
Bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis
dan kalau diiris baunya sangat tajam. Tanaman ini berakar serabut, daunnya pipih
memanjang.
Suku : liliaceae
Kandungan dan manfaat
Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat
antibakteri, juga antiseptic. Kandungan allicin dan alilin berkaitan dengan
daya anticolesterol. Daya ini mencegah penyakit jantung coroner. Tekanan darah
tinggi dll. Umbi bawang juga mengandung kalium, dan bersifat menenangkan,
sehingga cocok sebagai pencegah hipertensi. Bawang putih juga memiliki senyawa
kimia, saltivine yang bisa mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta
meransang susunan saraf. Ia juga mengandung diallysulfide yang anticacing.
Kegunaan
1.
Hipertensi, 2-3 siung bawang putih dikupas
dicuci dikunyah lalu ditelan sambil minum air hangat lakukan 3x sehari. cara 2,
bawang putih dibakar sampai matang, dimakan dua hari pertama makan 6 siung
selanjutnya selama seminggu makan 2 siung.
2.
Sakit kepala, umbi bawang putih dilumatkan,
diborehkan pada dahi.
3.
Flu, bawang pitih bawang merah, jahe dengan
takaran sama dikupas, dicuci diseduh tutup 15 menit sisihkan jahenya makan
bawang merah bawang putih dan minum airnya.
4.
Disentri, 2 siung bawang putih dikupas, dicuci,
direbus dengan segelas air minum sebelum makan. Lakukan 3x sehari selama 2-3
hari.
5.
Batuk rejan dan bronchitis, 30g bawang putih
dikupas, dicuci dilumatkan, campur dengan gula batu dan segelas air matang
diamkan selama 5-6 jam. Minum 1 sendok makan penuh setiap hari selama bebrapa
hari.
6.
Borok, 2-3 siung bawang putih dikupas,
dilumatkan campur dengan 1 sendok minyak kelapa sampai merata. Oleskan pada
bagian yang bengkak.
7.
Luka kena benda tajam berkarat, bawang putih
dikupas dicuci dibakar celupkan ke dalam minyak kelap, lalu lumatkan. Oleskan
pada bagian yang luka.
8.
Cacingan, 3 siung bawang putih dikupas dicuci
kunyah sampai halus telan dan minum air hangat lakukan 1-2x sehari.
9.
Nyeri haid, 2 siung bawang putih, dikupas dicuci
kunyah sampai halus lalu telan minum 2 sendok makan air hangat lakukan 2x
sehari
1.
Migrain, 2 siung bawang putih dikupas dicuci
kunyah perlahan sampai lumat lalu telan dan minum air hangat lakukan 3x sehari.
1.
Bisul yang baru tumbuh, 1 siung bawang putih
dikupas dicuci kunyah perlahan sampai halus lalu telan dan minum air hangat
lakukan 3x sehari.
1.
Perut kembung, 2 siung bawang putih dikupas
dicuci dibelah oleskan pada bisul yang baru timbul. Lakukan berkali-kali.
1.
Sakit maag, bawang putih laki-laki (bawang putih
yang tumbuh laki-laki tunggal tidak bergelombang) dikupas, dicuci dikunyah
lakukan 3x sehari.
1.
Asma, batuk, masuk angin, 3 siung bawang putih
dikupas dicuci dilumatkan beri 1 sendok makan madu dan gula batu yang dicairkan
campurkan semua bahan aduk sampai rata dan saring minum setiap pagi sampai
sembuh.
1.
Mengeluarkan serpihan kaca kayu/duri, bawang
putih dikupas dicuci dilumatkan tempelkan pada bagian yang kemasukan serpihan
kaca kayu atau duri.
1.
Ambeien, bawang putih dikupas dicuci dilumatkan
peras dan oleskan airnya di sekitar anus setiap hari.
1.
Cantengan/rastongan, cuci 2 siung bawang putih
yang sudah dikupas dan 2 kemiri lumatkan dan berigaram dapur. Tempelkan pada
kuku yang bengkak, balut, ganti sehari 2x pagi dan sore.
1.
Asma, 10 siung bawang putih dikupas, dicuci
diiris rebus dengan 2 gelas sehari sampai airnya tinggal ¾. Setelah dingin
saring minum 3x sehari, masing-masing ½ gelas dengan 1 sendok makan madu.
1.
Digigit serangga beracun, 6 siung bawang putih
dikupas dicuci dilumatkan oleskan pada bagian yang disengat balut.
Belimbing wuluh (averrhoa bilimbi l. barinang dalam bahasa
dayak salako)
Tumbuhan berbatang keras ini bisa mencapai ketinggian 10m
buahnya berwarna hijau muda berbentuk lonjong sebesar ibu jari dan rasanya
asam. Buahnya sering dipakai oleh ibi-ibu untuk memasak sehingga sering disebut
juga belimbing sayur. Daunnya yang kecil
berhadap-hadapan bunganya berwarna merah muda keunguan.
Suku : oxalidaceae
Kandungan dan manfaat
Sebagai anti radang karena mengandung flavon selain itu
kaliumnya melancarkan keluarnya air seni (diuretik) sehingga dapat menurunkan
tekan darah belimbing wuluh juga mampu mengeluarkan dahak dan menurunkan panas.
Kegunaan :
1.
Hipertensi, rebus 3 buah belimbing wuluh yang
diiris-iris dengan 3 gelas air sampai tinggal setengah saring lalu diminum 1x,
pada pagi hari. Cara 2, 3 buah belimbing wuluh diparut lalu diperas airnya
diminum 1x sehari.
2.
Diabetes, 6 buah belimbing wuluh dilumatkan lalu
direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah saring diminum 2x
sehari.
3.
Gondongan, ½ genggam daun belimbing ditumbuk
dengan 3 bawang putih kompreslkan ramuan tersebut pada bagian yang gondongan.
4.
Rematik, segenggam daun belimbing wuluh dicuci
lalu. Ditumbuk sampai halus tambahkan sedikit kapur sirih gosokan ramuan
tersebut kebagian yang sakit.
5.
Jerawat, 3 buah belimbing wuluh diparut diremas
dengan sedikit garam gosokan ramuan tersebut ke jerawat.
6.
Sariawan, 10 kuntum bunga belimbing wuluh
sedikit asam jawa sedikit gula aren direbus dengan 3 gelas air sampai airnya
tinggal ¾ saring, minum 2x sehari.
7.
Gusi beradarah, 2 buah belimbing wuluh dimakan
setiap hari.
8.
Sakit gigi, 5 buah belimbing wuluh setelah
dicuci bersih dikunyah dengan sedikit garam ulangi beberapa kali agar rasa
sakitnya hilang.
9.
Batuk, segengam daun belimbing wuluh, segengam
bunga dan 2 buahnya serta gula batu secukupnya direbus dengan 2 gelas air
sampai airnya tinggal setengah, saring. Ramuan ini cukup untuk diminum 2x
sehari.
Jahe (zingiber offcinale rosc)
Tumbuhan semak berbatang semu ini tingginya bisa mencapai
30cm -1m berdaun tunggal berbentuk lanset dengan panjang antara 15-28mm rimpang
bagian dalam berwarna kuning tanaman yang menyukai sinar matahari ini hidup di
daerah tropis dn subtropis akarnya akar serabut
Suku : zingberaceae
Kandungan dan manfaat
Tanaman ini memiliki rasa yang pedas yang khas sehingga
menghangatkan tubuh dan dapat membantu mengeluarkan keringat, minyak atsirinya
bermanfaat untuk menghilangkan nyeri antiinflamasi dan antibakteri.
Kegunaan
1.
Masuk angin, seibu jari jahe tua dicuci
dimemarkan rebus dengan 2 gelas air beri sedikit gula aren didihkan sekitar ¼
jam lalu saring minum hangat-hangat.
2.
Batuk, seibu jari jahe dicuci dimemarkan rebus
dengan 2 gelas air smapai airnya tinggal setengah minum air rebusan tersebut
sekaligus.
3.
Sakit kepala migrain, seibujari jari dicuci
dibakar dan dimemarkan seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren
minum airnya sekaligus.
4.
Rematik, nyeri pinggang, nyeri punggung, tumbuk
rimpang jahe yang sudah dicuci lalu beri sedikit eau de cologne, gosokan ke
bagian yang sakit.
5.
Mengeluarkan gas dari perut, seibu jari rimpang
jahe dicuci dan diiris-iris lalu direbus dengan segelas air tunggu sampai agak
dingin minum air rebusan tersebut sekaligus.
6.
Mabuk perjalanan, sama dengan resep no 5.
7.
Mual, cuci dan memarkan seibu jari jahe seduh
dengan segelas air beri sedikit asam jawa dan gula batu aduk saring lalu minum
sekaligus.
8.
Eksem, seibu jari jahe parut lalu diperas parut juga
sebuah lobak campurkan parutan lobak dengan perasan jahe dan tambahkan sedikit
air hangat tempelkan pada bagian yang terkena eksem.
9.
Panu, tumbuk 2 ruas jahe dan segengam daun turi
yang sudah dicuci bersih balurkan ramuan tersebut pada kulit yang berpanu.
1.
Terkilir, 2 ruas jahe diparut lalu tambahkan
sedikit garam balurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir. Lakukan 2x
sehari.
1.
Vitiligo (bercak putih karena kehilangan
pigmen), 30gram jahe dibersihkan lalu dibuat jus bubuhkan jus tersebut pada
kulit yang menderita vitiligo.
1.
Digigit ular, lumurkan seibu jari rimpang jahe
yang sudah dicuci, beri sedikit garam tempelkan pada luka bekas gigitan ular
dan segera bawa ke dokter.
sebenarnya masih ada bebrapa lagi tanaman obat keluarga yang
belum di bahas pada tulisan ini, seperti alang-alang, asam jawa, belimbing
manis, beluntas, brotowali, cengkeh, daun dewa, daun kintan, delima putih,
handeuleum, iler, jagung, jambu kelutuk, jeruk nipis, kacang hijau, kapulaga,
kedelai, kelapa hijau, kencur, kunyit, mentimun dan lain sebagainya. yang juga
memiliki manfaat bagi kesehatan kita. untuk lebih lengkapnya dapat mengunjungi
laman intisari.com maupun dengan membeli majalah intisari mengenai tanaman obat
keluarga ini yang menurut hemat saya sangat bermanfaat sekali terutama
berkenaan dengan isu kesehatan belakangan ini dan juga harapan kita untuk dapat
sehat selalu. Kiranya ada hal yang kurang berkenan atau pun kritik dan saran
yang sifanya membangun dapat meningalkan komentar di bawah ini. stay strong and healthy always.
No comments:
Post a Comment