Menulis merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagaian
orang, dan perlu di pertimbangkan untuk mengisi waktu luang. Bagi orang yang
hobby membaca bisa menungkan ide yang muncul dari apa yang dibacanya, atau anda
hobby memainkan game bisa juga membuat curhatan mengenai game yang anda mainkan
dengan melakukan review game tersebut, atau membagi tips dan trik memainkannya
bisa dilakukan.
Bahkan untuk membuat video youtube pun kita memerlukan tulisan untuk membuat narasi video yang akan kita buat agar sesuai dengan tujuan dan maksud kita membuatnya. Mungkin ada juga yang membuatnya spontan sih, tapi bagi yang pro mereka telah mempertimbangkan narasi untuk setiap video yang akan dibuat dan itu agar pesan yang akan mereka sampaikan di video bisa dimengerti penontonnya.
Bahkan untuk membuat video youtube pun kita memerlukan tulisan untuk membuat narasi video yang akan kita buat agar sesuai dengan tujuan dan maksud kita membuatnya. Mungkin ada juga yang membuatnya spontan sih, tapi bagi yang pro mereka telah mempertimbangkan narasi untuk setiap video yang akan dibuat dan itu agar pesan yang akan mereka sampaikan di video bisa dimengerti penontonnya.
Menurut Wikipedia menulis adalah suatu kegiatan untuk
menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media, dengan menggunakan
askara. Sebagai informasi sebelum askara menulis dilakukan dengan menggunakan
gambar seperti tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman mesir kuno. Hieroglif
sendiri merupakan sebutan dalam bahasa yunani untuk “tulisan suci) yang
merupakan sebuah karakter dari sistem tulisan mesir kuno tersebut. Beberapa pengertian
ini bisa dibaca di Wikipedia.
Menurut kbbi karya itu pekerjaan, hasil perbuatan, buatan
ciptaan (terutama hasil karangan) disini saya membatasi pembahasan terhadap
karya sastra fiksi dan non fiksi yang
saat ini popular atau lebih dikenal dikalangan masyarakat umum. tanpa
mendiskreditkan peranan karya tulis Ilmiah untuk kehidupan dan kemajuan
peradaban jadi perlu untuk dipahami. saya kurang tahu juga, apakah ada karya
tulis diluar sastra dan ilmiah itu mungkin anda bisa menambahkan nya di kolom
komentar terkait ini dan agar tulisan ini bisa mendekati kesempurnaan.
karya sastra fiksi terbagi kedalam tiga jenis yakni porsa,
puisi dan drama, yang kita jumpai di kehidupan sehari-hari dan sangat dekat
dengan kita. tapi terkadang kita sulit untuk membedakan ketiga jenis karya
sastra ini apabila tidak mengenalnya terlebih dahulu tentang apa persamaan dan
perbedaan ketiganya. Mengingat kita mungkin hanya menikmati tujuan dibuatnya,
yakni sebagai hiburan belaka. Sebagai sebuah karya sastra fiksi ini bukan hanya
tujuan untuk menghibur tetapi juga hal
yang menyertai tujuan si pembuat, apa yang ingin disampaikannya dalam
karyanya.
Porsa, merupakan
bentuk karangan bebas yang berisi suatu cerita, jenis tulisan porsa biasannya
digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide, karenanya porsa dapat
digunakan untuk surat kabar, majalah novel, ensiklopedia, surat dan lain
sebagainya. Yang dapat dibagi kedalam
dua jenis yakni porsa lama porsa ini adalah porsa yang asli dari
kebudayaan Indonesia dan belum mendapatkan pengaruh barat yakni hikayat,
sejarah, kisah, dongeng, cerita berbingkai.
Sedangkan porsa baru adalah karangan porsa yang timbul
setelah mendapatkan pengaruh sastra atau budaya barat, bentuk-bentuk porsa baru
yakni roman, novel, cerpen, riwayat, kritik, resensi, esai. Seperti
yang kita tahu bahwa porsa baru ini lebih dikenal saat ini, kita dapat
menikmatinnya kapanpun dan dimanapun
berkat kemajuan teknologi informasi.
Puisi, puisi
merupakan bentuk karya sastra yang terkait oleh larik dan bait. Puisi
menggunakan kata-kata singkat dan padat. Pilihan kata dalam puisi juga menarik.
Kadang-kadang puisi menggunakan kata kata kias kata-kata itu mewakili makna
puisi. Dizaman sekarang kita menyaksikan puisi dibuat sedemikian rupa agar
bergaya kekinian dan dibuat terus menyesuaikan zaman tapi terkadang
pembuatan dizaman sekarang hanya
mengutamakan estetika atau keindahan bahasa yang ditonjolkan akan tetapi kurang
dalam hal makna contohnya
Rindu membelit
ragaku yang hampa
Dingin menggugat
ras
Melaut amarah tanpa
kata
Bersidekap ragu meluruh waktu
Apakah anda bingung memahami makna puisi diatas tentang
rindu, yang membelit raga, entahlah saya tidak mendapatkan apa yang ingin
disampaikan si pembuat didalam puisi ini. Banyak quotes bertebaran di media
sosial belakangan ini dan banyak anak muda tertarik untuk membuatnya. Celakanya
ada beberapa orang diantara mereka mengatakan bahwa itu puisi, apakah termasuk
anda? Oke kita akan mengenal lebih dekat dengan puisi dari unsur dan bentuknya
sebagai berikut :
Unsur isi puisi, yang meliputi tema, perasaan nada, dan
amanat. Setiap unsur ini harus ada dalam puisi yang akan kita buat agar
suatu rangkaian kata dalam kalimat itu
bukan hanya indah dan enak didengar tetapi juga penuh dengan makna yang dapat
diambil sebagai pembelajaran atau penyejuk didalam jiwa.
- Tema, merupakan gagasan pokok yang dikembangkan oleh penyair, tema puisi bisa bermacam-macam ada tema ketuhanan, persahabatan, kemanusiaan, perjuangan, atau pahlawan.
- Perasaan, perasaan penyair dapat dilihat dalam puisi persaan terdapat dalam puisi bisa perasaan kagum bahagia atau sedih
- Nada, mengambarkan sikap penyair terhadap pembaca ada puisi yang bernada marah, belas kasih takut atau seriu
- Amanat, merupakan pesan penyair kepada pembaca amanat dapat ditafsirkan sendiri-sendiri amanat yang ditemukan dapat lebih dari satu.
- Larik, disebut juga baris puisi larik merupakan kata, atau deretan kata, atau kalimat yang ada dalam puisi, larik-larik puisi dibentuk oleh kata-kata yang penuh makna kata-kata ini bisa bermakna denotasi atau lugas bahkan kata-kata itu bersifat konotasi atau hias
- Bait, berupa kumpulan larik atau kumpulan baris jumlah larik dalam bait berbeda-beda bait disebut juga kuplet
- Pertautan antara bait, bait-bait dalam puisi harus saling berhubungan. Isi dalam bait puisi pun harus berhubungan
- Rima atau sajak disebut per samaan bunyi yang terdapat dalam puisi persamaan bunyi yang terdapat dalam puisi persamaan bunyi ini bisa dilihat diakhir baris dalam satu bait persamaan bunyi bisa juga dilihat dalam satu baris
- Diksi disebut juga pilihan kata, kata-kata yang digunakan dalam puisi harus dipilih kata-kata yang digunakan dalam puisi harus dipilih kata-kata yang dipilih harus dapat menggambarkan isi puisi kata-kata dalam puisi bisa berupa kata bermakna denotasi atau konotasi
- Pengimajiandisebut juga citraan. Citraan berhubungan dengan pancaindra apa yang digambarkan penulis dapat dilihat dari citraan. Ada bebrapa citraan yang dapat kamu temukan dalam puisi citraan yang dapat kamu temukan seperti berikut. Citraan pengelihatan, pendengaran, perasaan, perabaan, dan citra penciuman.
Berikut ini contoh puisi yang baik dan benar menurut saya,
karya Budi Miank pengiat literasi, jurnalis dan Bloger juga Kalimantan barat,
diambil dari bukunya yang berjudul “Notokng” yang diterbitkan oleh lembaga
literasi dayak berikut puisnnya.
Temuai senja
Temuai datang penuh
harap
Membawa temaram senja
Tanpa semburat
Tanpa mega yang
memerah
Temuai berhenti
Seseorang perempuan
terjaga
Pancarkan petromak
damar
Menyeruak di antara
celah-celah balai betang
Satu kata, bibir
berpatah
Tegur sapa, menjawab
harap
Satu sesaji terhampar
Temuai lahap
Mengisi ruang raga
Temuai pasrah dalam
jiwa
Kala perempuan senja
menawar prasyarat
“kepalamu pusaka
kami”
temuai termenggu
dalam diam
bibir menari dalam
getar
satu kata mengalir
“aku relakan
segalannya untuk pusaka mu”
Malam kian renta
Temuai terlelap dalam
buaian mimpi
Sedikit informasi tentang puisi ini, berlatar
belakang cerita rakyat Dayak Kalimantan barat tentang “Notongk” warisan leluhur
orang Angan Tembawang salah satu desa dikabupaten landak, kecamatan ngabang
Kalimantan barat. Untuk lebih lengkapnya anda bisa mengunjungi
angantembawang.blogspot.com. untuk mengetahui tentang tradisi” Notongk” ini.
Apakah anda sudah berminat untuk menulis
puisi? Anda dapat berkarya sekarang!
Drama, merupakan bentuk karya sastra yang berupa
dialog atau percakapan. Drama bisa dipentaskan, dan bahkan di filemkan mungkin
anda yang membaca tulisan ini adalah penonton setia Drakor (drama korea) yang
mampu menghipnotis penontonnya sehingga menjadi sangat terbawa perasaan dan
anda pasti tahu kasus penyerangan netizen Indonesia kepada akun medsos salah
satu pemain darma korea, saya tidak tahu judulnya tapi yang jelas si pemain ini
berperan sebagai Pelakor (perebut lelaki orang) kejadian yang lucu bukan.
Kita akan mengenal unsur yang ada pada drama
yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik sebagai berikut :
a. Unsur intrinsik, yang terdiri dari dialog,
latar, tokoh dan penokohan, alur atau plot, konflik, tema, amanat.
b. Unsur ekstrinsik, yang terdiri dari pendidikan
pengarang, budaya, sosial, religi, adat dan nilai-nilai
Berikut bebrapa tips membuat drama dari
bebrapa buku yang saya baca, maaf belum praktek mungkin kita bisa join untuk membuat drama silahkan tinggalkan komentar
1. Mengadakan observasi atau pengamatan,
pengamatan ini dilakukan untuk menentukan setting/latar dan tokoh. Jadi disini
kita akan membuat suatu drama terlebih dahulu menentukan latar keterangan
mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya suatu peristiwa, keadaan atau
situasi, dan dekor pemandangan seperti pengaturan tempat kejadian, perlengkapan
dan pencahayaan ini menurut KBBI. Dalam mengadakan observasi dan pengamatan
ini kita akan menggunakan seluruh indra yang kita miliki untuk
menangkap/merekam suatu latar dan tokoh agar situasi dan penokohan bisa
sempurna dalam suatu drama yang akan di pentaskan.
2. Penciptaan tokoh hidup, kita dapat menciptakan
seseorang tokoh dari orang-orang yang ada di sekitar kita dengan melakukan
observasi dan pengamatan terlebih dahulu dengan memahami karkter, pembawaannya,
fisik, cara bicara, berjalan, bertutur dan lain sebagainnya.
3. Penciptaan konflik, keberadaan konflik ini
sangat dekat dengan kita bisa terjadi dalam kehidupan selama berinteraksi
komunikasi dengan orang lain bahkan dengan diri sendiri makanya seseorang yang
akan membuat drama sebaiknya memahami tentang konflik ini karena banyak juga
jenisnya mungin akan saya buat dalam tulisan selanjutnya. Intinya kita bisa
mengamati konflik yang terjadi di sekitar kita contoh sederhannya adalah
perkelahian, perbedaan pendapat, kesalahpahaman ini bisa menjadi konflik dan
pemicunnya.
4. Penulisan adegan, adegan adalah bagian dari
babak (bagian dari suatu drama) latar, tokoh hidup, dan konflik yang telah kita
ciptakan dalam tahap sebelummnya. Dapat kita ubah lansung menjadi sebuah
adegan. Jadi disini pembuatan adegan akan sangat bergantung pada latar tokoh
dan konflik yang telah kita tentukan.
5. Penulisan naskah drama, rangkaian
adegan-adegan yang kamu buat menjadi sebuah babak kemudian babak-babak yang
kita buat dirangkai menjadi sebuah naskah drama. Babak dalam drama merupakan
sebuah peristiwa, setiap babak memiliki tokoh dan setting yang sama, babak satu
dengan babak yang lain mempunyai keterkaitan untuk menyusun sebuah drama.
Antara babak ini memiliki perpindahan yang ditandai dengan tempat kejadian
peristiwa, suasan tokoh dan batas waktu. Satu babak tidak melebihi cerita dari
sebuah cerita dari sebuah peristiwa yang berlansung lebih dari 24 jam atau satu
hari full.
Sampai disini anda seharunya sudah memahami
pembuatan drama, apakah ingin segera membuatnya? Saya pikir itu adalah ide
yang bagus mengingat kita bisa Mempublikasiknnya di media yang saat ini popular
seperti youtube. dan beberapa youtuber yang membuat drama bahkan hanya dilakukan
satu orang tetapi bisa membuat beberapa tokoh berkat kecanggihan teknologi anda
tahu sendiri siapa orangnnya kan kalu sering nonton youtube.
Mungkin sekian yang dapat saya bagikan mengenai karya tulis yang bisa dibuat untuk mengisi waktu luang di rumah yakni puisi drama dan porsa. Sebenarnya masih ada lagi karya sastra Nonfiksi yang bisa dibuat juga tapi akan kita sajikan di tulisan yang berbeda. Terimakasih.
Baca juga :
Cara menulis yang baik menurut ahlinya
Outline (kerangka karangan) dan pratulis
No comments:
Post a Comment