Sunday, April 12, 2020

Menjadi Pro Player Bisa Bukan Masalah


Dari sudut pandang Pisikologi Olahrga

Apakah akhir-akhir ini anda memiliki banyak waktu luang untuk bermain game atau berolahraga melakukan aktivitas hobi yang menyenangkan, mengisi waktu luang ketika #dirumahaja sebagai bentuk partisipasi perjuangan melawan virus covid-19 #pahlawanzamannow.

Bermain game adalah salah satu pilihan paling masuk akal karena kepraktisan dan tidak memerlukan banyak orang dalam satu tempat cukup di dunia maya saja barang teman online atau game offline bermain solo atau skuad tentu sesuai selera kita masing-masing tanpa perlu takut lagi dimarahi emak efek #dirumahaja, akan tetapi perlu juga sadar waktu dan diri yah guys.

Saat ini banyak sekali pilihan game yang kompetitif bahkan sudah memiliki turnamen yang diakui baik ditingkat nasional maupun internasional dan banyak dari kita memainkannya seperti PUBG, dota, FF, mobile lagend, AOV, dan masih banyak lagi game lainya.

Tidak bisa dipungkiri saat memainkan game ini terkadang menjadi Baper, ini hal yang lumrah, perasaan saat di kill dan saat ngekill tentu berbeda dan memiliki sensasinya tersendiri. Atau saat kita melihat ada player yang lebih jago, kemudian secara refleks insting buas ke ke kepoan pun menunjukan dirinya dengan mengklik profil pemain tersebut dan melihat statistic permainannya.

Selamat anda saudah memasuki tahap paling penting untuk menjadi seorang pro player.

keingintahuan adalah sesuatu yang memegang peranan penting dalam sebuah kompetisi baik di bidang game atau pun olah raga esport, karena ini merupakan pondasi yang paling awal yang perlu anda bangun ketika keinginan menjadi pro player sangat Menggebu-gebu Kenapa demikian?

Keingintahuan terkait erat dengan kemauan belajar maka ketika kita telah memasuki suatu kompetisi atau permainan bisa dilihat bahwa teryata permainan tersebut merupakan hal yang kompleks sesuatu yang dimengerti oleh para pro player.

disana ada yang namanya strategi, taktik, tehnik, posisi dan cara untuk menang tentunya maka perlu untuk di pelajari atau pun di analisa yang kemudian dijadikan sebagai bahan dalam permainan. Tentu berbeda dengan kita yang amatir kategori orang yang memainkan game hanya untuk bersenang-senang.

akan tetapi justru terbawa suasana yang kompetitif sehingga perasaan jengkel ketika kalah akan membangkitkan keingintahuan kita untuk mempelajari orang-orang yang jago dalam bermain, sehingga tidak heran para yotuber gaming atau konten kreator yang menampilkan permainan bagus dalam game memiliki banyak sekali pengemar dan penonton yang setia menunggu update-an konten gaming.

Rasa tidak ingin kalah, pernahkah anda menonton anime atau anda seorang pengemar anime dan manga Jepang? Tentu tahu karakter atau tokoh utama yang sering ditampilkan dengan tekad, semangat, percaya diri, keinginan, serta rasa tidak ingin kalah  dan mental yang kuat sehingga ia memilki kekuatan yang muncul didalam dirinya untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

ini sangat diperlukan dalam setiap permainan karena berhubungan erat dengan mental seorang player/pemain. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan hishman & bunker (1989) mengatakan untuk dapat mencapai keberhasilan dalam suatu olah raga atlet dan pelatih sering kali menggunakan tehnik latihan mental. Bahkan disebutkan di banding aspek tehnik dan taktik yang  presentasenya 44%, aspek mental seorang pemain memiliki presentase sebesar 81% berperan dalam keberhasilan suatu permainan.

Begini maksudnya, ketika dalam permainan kita bertemu dengan lawan yang merupakan sesama player dalam suatu arena yang kompetitif yang mengharuskan kita untuk mengalahkannya, terkadang rasa gugup dan grogi menyerang sehingga semua yang kita pelajari kemudian diterapkan dalam taktik dan strategi yang kita rancang maupun tehnik yang kita siapkan tiba-tiba menghilang dalam benak atau pikiran.

menjadikan permainan begitu buruk sehingga melakukan banyak kesalahan, yang tentu saja akan merugikan tim atau skuad yang kita miliki. Atau anda pernah melihat mendengar rekan anda dalam satu tim mengatakan “wah ada player si x yang sangat jago dalam skill dan mampu menghasilkan 40 kill dalam satu pertandingan, pernah bermain di turnament nasional dan mencapai babak final pasti kita akan langsung kalah nih” ini adalah salah satu contoh lemahnya mental seorang player yang juga akan mempengaruhi mental seluruh timnya dengan peryataan tersebut dan membuka peluang yang lebih besar untuk kalah.

Disini lah peranan pelatihan mental bagi player, yang bertujuan agar mental tersebut menjadi kuat sehingga apapun yang dipelajari dapat terekam dan diterapkan dengan baik didalam permainan.

Ada beberapa aspek mental yang perlu diasah oleh seorang player agar mentalnya menjadi kuat dalam permainan dan tidak takut dalam menghadapi apapun rintangan dalam permainan mencakup :

1.       Motivasi yang baik, tujuan dalam satu kompetisi adalah meraih kemenangan, apakah anda memiliki alasan untuk kalah? Maka anda memerlukan yang namanya motivasi untuk meraih kemangan entah apapun itu. Entah itu sensasi saat merasakan kemenangan yang ingin diulangi kembali, mau menjadi orang yang berdiri di puncak. tetapkan motivasi anda dan raihlah.

2.       Kesadaran diri untuk penampilan puncak, sebagai orang awam yang bermain game atau permainan lainnya  tujuan kita hanyalah untuk bersenang-senang dan melepas kejenuhan, dengan penampilan seadanya tanpa teknik, taktik, strategi yang memadai dan kita menikmatinya tanpa sadar dan tersadar ketika mengalami kekalahan dan melihat lawan yang melakukan kill ke kita bermain sangat rapi, sehingga kita baru kelabakan mencari referensi permainan para pro player. Dari hal tersebut Maka perlu sebenarnya kesadaran diri sejak dini terutama sejak dalam permainan sebelum atau sesudah bermain setidaknya belajar teknik dan strategi dasar permainan yang akan anda mainkan terlebih dahulu.

3.       Tujuan yang hendak dicapai, untuk seorang amatir/awam dalam permainan game atau olahraga bersenang-senang atau menghibur diri adalah tujuan utama, akan tetapi ekspektasi mereka untuk memenangkan pertandingan tidak lah kalah dengan seorang pro player maka kekecewaan sering terjadi dan gadget atau gawai mereka sering pecah bahkan hancur. Sehingga perlu kiranya untuk memperbaharui tujuan bersenang-senang ini ke arah ekspektasi anda sendiri sebagai player sebelum semua gawai atau gadget anda hancur.

4.       Kepercayaan diri, tentu anda sudah paham dengan aspek yang satu ini karena sangat erat kaitannya dengan mental, seperti yang disebutkan di atas peryataan “wah ada player yang lebih hebat di pihak lawan” atau keadaan tiba-tiba tombol yang kita tekan seakan tidak berfungsi jari-jari menjadi kaku atau perut yang tiba-tiba mules saat berhadapan 1 vs 1 pace to pace dengan lawan. menunjukan kepercayaan diri rendah kita entah apapun faktor penyebabnya dan ini masalah mental akut yang perlu segera diatasi kalau anda sangat ingin menjadi seorang pro player.

5.       Imagery, merupakan sebuah pelatihan mental untuk atlit untuk menciptakan atau menciptakan kembali sebuah pengalaman dalam otak dalam otak yang meliputi mengingat kembali informasi atau pengalaman yang disimpan di bagian memori dan membentuknya kedalam bayangan pola gerak yang bermakna. Dalam pengertian sederhananya untuk melatih refleks kemampuan untuk menciptakan suatu gerakan spontan saat menghadapi situasi tertentu yang mengharuskan anda untuk mengambil keputusan sepersekian detik. Memampukan anda untuk tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu.

6.       Relaksasi otot secara progresif, apakah anda memperhatikan diri anda sendiri ketika bermain belakangan Ini bagaimana penampilan anda atau rekan satu tim anda mengatakan “main santuy aja, jangan terlalu tegang bersenang-senang lah” ini adalah ungkapan kondisi anda yang juga berpengaruh dalam penampilan anda dalam suatu permainan bagus atau jeleknya, tergantung kondisi ini makanya memang perlu rileks dan bermain dengan posisi dan kondisi yang membuat anda nyaman.

7.       Self-talk, disini dimaksudkan agar seorang pemain dapat memiliki pemikiran yang positif akan dirinya, agar permainannya menjadi baik dan dapat menyerap semua instruksi strategi taktik dan pelatihan tehnik yang juga baik.

8.       Perhatian dan konsentrasi, pastinya sebagian besar milenial sangat mengetahui aspek ini karena telah diajarkan dimana pun ia berada mau itu sekolah, keluarga dan lingkungan pergaulan, lingkungan kerja tentu sudah paham tujuan konsentrasi agar semua yang kita kerjakan dapat optimal.
Sebagai seorang player game atau olah raga tentu memiliki ekspetasi untuk dapat meraih 

kemenangan dalam suatu kompetisi apapun itu, termasuklah menjadi seorang profesional player (pro player) baik itu di dunia e-sport atau pun sport pada umumnya. Perlu adanya pelatihan mental didalam diri anda dan memperhatikan aspek-aspek yang kiranya dapat ditingkatkan dari segi mental yang merupakan pondasi utama.
Dan apa pun tujuan ada dalam game kiranya perlu memperhatikan hal ini, baik itu yang hanya menjadikannya untuk bersenang-senang atau menjadi seorang professional terutama untuk menjawab ekspektasi anda akan kemenangan dalam sebuah kompetisi.
Baca juga :




No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...