Friday, May 1, 2020

Cara menulis yang baik menurut ahlinya

ilustrasi menulis by pangkaras
Menulis, apa yang anda pikirkan dan bayangkan ketika mendengar kata ini? Setiap orang memiliki pemahaman berbeda dalam hal menulis, dan perlu disadari juga bahwa semua orang itu sebenarnya bisa menulis juga terkadang ada yang memang dituntut untuk menghasilkan tulisan seperti  Dosen, Guru, Profesor, wartawan, bahkan blogger  itu sendiri tambahan bahkan youtuber. Disini kita akan melihat dan belajar kepenulisan dari para pakar jadi mari belajar menulis bersama!!!

Menulis itu PENTINK kata seorang penulis berpengalaman dan terbukti dalam menghasilkan tulisan berkualitas Bambang Trim (anda bisa mencarinya di google) “perlu niat, tekad dan inkubator”  begitu kata beliau. Jadi sesuatu yang perlu disadari seorang penulis adalah kesadaranya untuk menulis terlebih dahulu sama seperti saya yang saat ini menulis  hanya modal niat tanpa tehnik mempuni (maaf curhat dikit). Memang tidak bisa dipungkiri menulis ini adalah sesuatu yang berat setidaknya menurut saya ya!.

Karena ini merupakan proses kreatif yang menyita segala kemampuan dan daya fikir bahkan tenaga juga loh ya catat!, anda memerlukan tenaga untuk menulis sama seperti pekerjaan berat lainnya ,kenapa? Pernahkah anda mendengar orang mengatakan “berfikir membuat saya lelah” dan menyebabkan rambut saya rontok kemudian menstimulus perut untuk mengatakan “saya lapar” bukan kah ini membuktikan bahwa menulis menguras segala daya yang anda miliki? Makanya PENTINK.

Bakat, kadang menjadi halangan seseorang untuk menulis, banyak orang mengatakan ketika diajak untuk membuat suatu tulisan, mengatakan bahwa “saya tidak ada bakat untuk menulis” “menulis bukan saya” “saya tidak memiliki waktu untuk itu” sebaiknya menulis dilakukan oleh “penulis saja dan saya bukan penulis” dan masih banyak alasan lainnya. 

Bakat bukan menjadi patokan utama seseorang untuk menulis menurut Bambang Trim mengutip  pendapat Daniel coyle dalam bukunya The Talent Code  “bakat merupakan keterampilan yang diulang-ulang, bukan alamiah dibawa sejak lahir. Menulis termasuk bukan bakat alamiah, tetapi dapat dilatih dengan syarat pengapaian (motivasi), ada mentoring (master coching) ada pelatihan mendalam, dan kemudian baru menjadi bakat”
NB : disini saya tidak mengungulkan penulis manapun kebetulan saja saya membaca bukunya bambang trim mengenai “menulispedia panduan menulis untuk mereka yang insaf menulis” ini dan saya terinspirasi untuk menuliskannya. Dan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada penulis lain.
Salah satu yang menjadi ketertarikan saya adalah pembahasan mengenai proses menulis yang katanya berasal dari kurikulum pembelajaran di luar negeri, yakni prewriting-draftting-revising-editing-publishingtahapan yang harus ditempuh oleh seorang penulis utuk menghasilkan tulisan berkualitas dan layak dikonsumsi public sehingga menjadi tulisan yang baik.

Pramenulis/prewriting, Merupakan aktifitas untuk mengarahkan pikiran dan rencana sebelum menulis draft pertama, yang termasuk pramenulis yakni menetapkan tujuan penulisan, mengumpulkan informasi dan bahan tulisan, membuat perencanaan isi,  dan menetapkan sasaran pembaca yang dituju oleh tulisan. ada juga pendapat lain pramenulis ini menyangkut : pemilihan topic dan tema, menentukan judul, mengumpulkan bahan dan membuat outline. Pada intinya kedua pendapat ini memiliki kesamaan dan perlu untuk dilakukan keduannya.

Menulis draft/drafting, berarti memindahkan ide keatas media tulis yang dapat berupa apa saja, disini   kit bisa melakukan percobaan penulisan, dengan kertas buram terlebih  dahulu. sehingga nantinya bisa di revisi atau di edit agar lebih baik.

Merevisi/revising, berarti  mengubah atau memperbagus tulisan, pada tahap ini kita diberi kesempatan membenahi, mengurangi atau bahkan menganti ide tulisan. Kita juga dapat berbagi draft kepada orang lain untuk mendapatkan masukan ataupun komentar.

Mengedit (editing), kesempatan untuk memperbaiki beberapa kesalahan didalam teks pada saat editing, temukan kesalahan tiap baris, apakah itu salah ketik, salah berbahasa, ataupun salah dalam penyajian data dan fakta.
Ketiga tahapan menulis draft, melakukan revisi, dan mengedit ini, bisa disebut juga tahapan pembuatan tulisan dari mulai menuangkan segala gagasan atau ide yang kita miliki kedalam kertas atau media tulis lainnya. 

Dalam tahapan penulisan draf kita tidak diperkenankan untuk melakukan revisi dan edit, jadi harus fokus dalam menulis tidak boleh terpengaruh untuk merevisi atau mengedit karena disini adalah godaan terbesar bagi penulis untuk mencampuradukan proses tersebut. karenanya tips dari Bambang Trim adalah dengan tidak membaca ulang draf tulisan tesebut sebelum selesai di buat.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa  kita memang perlu untuk membaca tulisan kembali dengan tujuan untuk melihat keterhubungan antar paragraf dengan syarat tidak melakukan tindakan revisi dan edit terlebih dahulu sebelum tulisan dibuat secara utuh. Selain akan memakan waktu banyak untuk menyelesaikan sebuah tulisan juga akan membuat kita tidak efektif dalam menulis begitu kira-kira penjelasannya.  

Karena masuk dalam tahapan pembuatan maka disini juga lah kita perlu memperhatikan asas penulisan yang baik, perlu dicatat hal ini sebaiknya dilakukan pada saat revisi dan edit sehingga tidak menggangu kita dalam pembuatan tulisan.

Asas kepenulisan yang baik mencakup asas kejelasan, keringkasan, ketepatan, keterpaduan, pertautan dan penegasan.  Berikut diuraikan penjelasan asas-asas tersebut :

a.       Kejelasan (clarity). Tulisan yang baik ialah tulisan yang jelas. Tulisan yang jelas diharapkan dapat mudah dimengerti atau dipahami oleh pembaca. Selain itu, kejelasan tulisan juga tidak semata-mata hanya mudah dipahami, tetapi juga tulisan itu tidak mungkin disalahtafsirkian.
b.      Keringkasan (conciseness) kalimat yang diggunakan tidak boleh terlalu panjang, namun tidak boleh terlalu pendek juga, tulisan yang terlalu panjang akan membuat pembaca tesengal-sengal dalam membaca. Tidak boleh terlalu pendek akan menimbulkan kesan pelit dan tidak nyaman untuk dibaca.
c.       Ketepatan (correctness) , tulisan harus dapat menyampaikan butir gagasan kepada pembaca tepat seperti apa yang dimaksud penulisnya. Apa yang ditangkap pembaca itu harus sama persis dengan apa yang dimaksud penulis.
d.      Kesatupaduan (unity), asas keterpaduan dapat terwujud apabila semua tulisan mengarah kepada satu gagasan utama. Ada keterpaduan arah antara gagasan utama dengan pikiran pokok, pikiran pokok dengan pikiran pendukung  dan antara pikiran pendukung dengan pikiran penjelas
e.      Pertautan (coherence). Asas ini meneuntut untuk membangun koherensi antara kata satu dengan kata lainnya, antara klausa satu dengan klausa lainnya, antara kalimat satu dengan kalimat lainnya, antara paragraph dengan paragraph lainnya dan kata dengan kata.
f.        Penegasan (emphasis), hal apa yang ingin ditonjolkan dalam tulisan, penegasan dapat dilakukan dengan cara mengulang kata yang sama, menambahkan kata keterangan atau memindahkan letak farsenya , dalam sebuah tulisan penegasan dapat dilakukan dengan membuat struktur tulisan yang tersistematis sehingga pembaca dapat mengetahui apa yang ingin ditonjolkan dalam tulisan itu.

Apakah anda mulai pusing dengan penjelasannya, saya pikir ini belum terlalu berat pembahasannya karena ini masih termasuk hal yang umum perlu dipahami dan dilakukan penulis untuk menghasilkan tulisan yang bertenaga dan baik.Karena masih 1 tahap lagi “sebaiknya anda ngopi dulu”.

Menerbitkan (publishing), selamat anda telah memasuki tahap akhir dan disini bearti tulisan kita yang telah selesai di buat  sudah siap untuk dipublikasikan, ke media yang akan menjadi tujuan kita. perlu di catat juga bahwa tulisan ini harus disesuaikan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Sebagaimana diketahui bahwa tiap media memiliki kriteria berbeda dalam memuat tulisan kita dipertimbangkan apakah layak atau tidaknya. 

Karena perlu dipahami setiap tulisan memiliki resiko dan dampak sosial yang nyata mampu mempengaruhi orang lain dan memang itu salah satu tujuannya. selain edukasi dan fungsi lainnya tergantung dengan topik apa yang akan kita angkat dan tujuan apa kita membuatnya.

Di zaman sekarang ini mempublikasikan sebuah karya adalah hal yang mudah, baik pribadi maupun media masa pada umumnya .tetapi perlu juga memperhatikan dampak dan resiko yang akan ditimbulkannya.seperti yang saya bahas dalam tulisan “bijak dalam media sosial” . untuk menguji tulisan terebut layak atau tidak dipublikasi, kita bisa mengirimkannya ke media masa untuk meyakinkan kita tulisan tersebut benar layak untuk dibaca. Berikut tips dari Bambang Trim terkait publikasi yakni :

Pilih media yang tepat, saat merencanakan tulisan anda sudah harus membayangkan media mana yang tepat untuk mempublikasikan tulisan kita berdasarkan karakteristik pembaca sasaran yang dituju

Ikuti syarat dan ketentuan, setiap media memiliki syarat dan ketentuan berbeda-beda terkait tulisan, anda harus mengikuti syarat dan ketentuan tersebut untuk memastikan tulisan dapat lolos dari segi fisik naskah.
Jadi pada intinya untuk menghasilkan tulisan yang baik terlebih dahulu kita mulai dengan mengikuti tahapan proses dari penulisan sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah sesuai urutannya. Hingga tulisan kita dapat terbukti layak untuk dibaca dan publikasi ke media sosial atau public.

NB : tulisan selanjutnya akan membahas tentang tulisan apa saja yang bisa kita buat, mari bersama kita menulis demi kelestarian peradaban dan keabadian diri melalui tulisan. Mari belajar bersama

Baca juga :
Karya tulis yang bisa dibuat di waktu luang
Outline (kerangka karangan) dan pratulis

No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...