Friday, May 1, 2020

Outline (Kerangka Karangan) dan pratulis

Outline sering disebut kerangka karangan, ia merupakan rencana kerja besar keseluruhan. seorang pengarang belum dapat memulai menulis kalau outline belum siap meskipun topic dan pokok pikirannya telah tersedia. Itu kalau menghendaki karangan yang rapi dan lancar. Untuk menyusun karangan panjang seperti esai dan buku, terasa sekali perlunya disiapkan outline yang berbentuk pembagian bab-bab dan pasal-pasal.Tetapi untuk menyusun karangan pendek, semacam makalah atau artikel untuk surat kabar outlinenya mungkin hanya berbentuk pembagian bab-bab dan pasal-pasal yang begitu terinci.

Pada prinsipnya sebuah karangan pendek atau panjang boleh-boleh saja disusun tanpa Mengindakan outline. Outline hanya sekedar teknik atau alat belaka. Teknik dan alat untuk memudahkan dan melancarkan karangan. Makin cermat dan makin mendetail outline di susun, makin baik karangannya .sebuah karangan yang kokoh dan elok biasanya terlahir dari perencanaan yang cermat dan matang.

Ada bebarapa tipe susunan outline yang pengarang boleh memilih salah satu yang dirasanya cukup bagus dan tepat bagi karangannya ada beberapa tipe yang lazim digunakan yaitu :
  1. Berdasarkan urutan Kornologis susunan outline diatur menurut susunan waktu kejadian (kornologis) peristiwa yang hendak diuraikan.
  2. Berdasarkan urutan lokal susunan outline (ruang/tempat) dari pada objek yang hendak diuraikan
  3. Berdasarkan susunan kalimat susunan outline diatur menurut jenjang kepentingan, terendah menuju kepentingan tertinggi.
  4. Berdasarkan urutan Familiaritas susunan outline diatur menurut dikenal tidaknya bahan yang akan diuraikan, dimulai dari suatu yang dikenal kemudian berangsur pindah kepada sesuatu yang belum dikenal yang belum di ketahui pembaca.
  5. Berdasarkan urutan Ekspebelitas susunan outline diatur menurut diterima tidaknya prinsip yang dikemukakan. Dimulai dari mengemukakan hal-hal yang dapat diterima pembaca kemudian menuju hal-hal yang dapat diterima pembaca kemudian menuju gagasan yang mungkin di tolak.
  6. Berdasarkan urutan kausal susunan outline diatur menurut susunan kausal dapat Dikemukakan dengan sebab-sebab, untuk kemudian uraian akan menelusuri akibat-akibat yang mungkin ditimbulkannya, dapat pula sebaliknya.
  7. Berdasarkan urutan logis susunan outline diatur menurut aspek-aspek umum dan aspek-aspek khusus.
  8. Berdasarkan urutan apresiatif susunan outline diatur menurut pilihan buruk-baik, untung-rugi, berguna-tidak berguna, benar-salah, dan seterusnya
Proses pembuatan outline

Secara sederhana proses penyusunan outline umumnya melewati tahapan-tahapan berikut :

Tahap pertama, mencatat diatas sebuah kertas segala gagasan yang muncul dari pikiran atau dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis maupun lisan, yang ada hubungannya dengan topic yang ditentukan dan pokok-pokok pikiran yang dirumuskan. Semua gagasan ditulis tanpa perlu disusun dalam suatu sistem atau berurutan yang teratur.

Tahap kedua setelah dirasakan seluruh gagasan sudah di tulis, maka mulailah gagasan-gagasan itu diatur, diorganisasikan dan disistematiskan.Hal-hal yang saling berhubungan hal yang saling berhubungan termasuk dalam satu grup dikelompokan menjadi satu.Dalam tahap mengatur, mengorganisasikan dan mensistematiskan ini harus senantiasa diperhatikan agar gagasan yang tidak cocok dengan pokok pikiran dicoret atau dibuang.

Tahap ketiga menguji sekali lagi gagasan-gagasan yang telah dikelompokan dalam bab-bab dan pasal-pasal tadi.

Tahap keempat membuat outline yang lengkap dan terinci yang sudah lengkap dan bebas dari coretan-coretan dan penyempurnaan-penyempurnaan. Dalam tahap ini juga dicantumkan pokok pikiran yang mendasari outline tersebut.

Outline yang baik

Yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan outline yang baik adalah sebagai berikut :

1.    Outline harus mengandung pokok-pokok yang cukup mendetail, semakin mendetail semakin banyak menolong dalam uraian nanti, sebaliknya outline yang tidak cukup mendetail akan kurang banyak membantu uraian
2.   Outline harus disusun secara cermat dan logis, setiap bagian memerlukan pembaharuan lebih lanjut (subdivision) yang bersifat menganalisis secara cermat dan logis.
3.    Dalam outline yang baik, pokok-pokok yang sejajar harus diberi nomor atau huruf yang sejenis.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa outline menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh penulis, dengan demikian aktifitas kepenulisan yang akan di lakukan menjadi terarah dan efektif.  Outline sendiri biasanya digunakan oleh penulis dalam tahap Pratulis, tahap yang menguras segala daya yang dimiliki oleh seorang penulis. Disini penulis harus mampu menuangkan gagasannya secara tertulis.Setiap keraguan yang datang pada tahap ini harus bisa diatasi.Karena pada dasarnya godaan untuk meninggalkan tulisan akibat dari terkurasnya segala daya yang dimiliki penulis terjadi pada tahap ini.

Oke, disini kita akan sedikit mengenal tentang pratulis ini karena anda dan saya akan belajar tentang kepenulisan. mengapa menulis itu harus dikerjakan sesuai dengan urutan proses kita bisa melihat urutan atau langkah pertama yang harus dilakukan. Disini kita menelusuri garis beser kepenulisan ilmiah menurut The liang Gie (2002:99) meliputi 8 langkah yakni :

1.       Mencari i de induk yang akan diungkapkan menjadi karangan
2.       Mengembangbiakan ide induk dengan membaca, bertukar pikiran, mencatat, dan merenungkanya sampai tuntas sebagai bahan pemikiran
3.       Memilih salah satu di antara segenap bahan pemikiran itu untuk dijadikan topic karangan.
4.       Membatasi topic dengan sebuah tema tertentu.
5.       Merumuskan topik berikut tema karangan menjadi sebuah kalimat topic (disebut juga kalimat ide pokok ) dan sekaligus menentukan judul karangan.
6.       Mengurai kalimat topic itu menjadi suatu rangka yang mewujudkan garis besar karangan yang cukup terperinci dan teratur
7.       Menghindari rincian garis besar karangan itu menjadi tulisan alinea-alinea yang masing-masing terdiri dari serangkaian kalimat sebagai kesatuannya.
8.       Menyempurnakan segenap alinea itu hingga membentuk karangan yang selesai.

Jadi disini seharusnya anda sudah membayangkan betapa ribetnya menulis, meskipun itu sebuah karangan yang berasal dari dalam diri kita yang “hanya” perlu dituangkan dalam tulisan? Memang garis besar kepenulisan yang saya tulisakan diatas untuk karya tulis ilmiah akan tetapi bisa diterapkan dalam segala jenis kepenulisan dan itu langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang penulis.

Jadi bagi anda yang akan menulis sebaiknya mempertimbangkan hal ini dan mempertebal keinginan untuk menulis tersebut. Catat ini penting agar tulisan anda tidak berhenti ditengah jalan.

Kepenulisan adalah dunia yang menarik, semua hal bisa kita lakukan dengan kepenulisan dan menurut saya ini jalan untuk merintis karir dibidang apapun karena pada dasarnya memerlukan yang namannya tulisan, mau menjadi BLOGER , wartawan, dosen, guru, penegak hukum, pengacara, bahkan youtuber pun anda perlu menulis. Dan pentingnya kepenulisan pernah saya ungkapkan dalam tulisan saya sebelumnya “menulis mengabadikan pemikiran dalam peradaban” dan bahkan anda akan abadi dengan adanya karya tulis anda. Meskipun saat ini telah berkembangnya teknologi seperti video dan foto yang juga bisa mengabadikan diri anda dalam bentuk yang lebih nyata.

NB :disini saya juga masih belajar kepenulisan sebagaimana tulisan-tulisan saya dalam blog ini masih sangat amburadul dan acak, karena pada dasarnya saya ingin menghidupkan niat menulis dulu. Sembari berjalan akan menguasai tehnik kepenulisan jadi

  • “mari belajar bersama tentang menulis

Baca juga :



No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...