Tuesday, June 30, 2020

Pemilihan formasi yang baik football manager mobile

                                              
Bermain football manager memerlukan pemahaman yang mempuni, terutama dalam segi gaya bermain dan seperti apa permainan sepak bola akan dilakukan oleh tim yang kita miliki. Tentu saja semua orang yang telah memilih football manager mobile sebagai game pilihan untuk dimainkan paham akan hal ini, akan tetapi tidak semua yang serius untuk memahami mengenai ini, karena baginya hanya lah hiburan dan langsung bermain dalam satu pertandingan adalah yang akan dilakukan. tanpa pusing lagi mengatur hal ini itu terlalu ribet baginya, sehingga mau yang simpel saja, ya dengan langsung bermain.

Pertama yang perlu dipahami adalah, bahwa ketika memilih football manager mobile sebagai pilihan game dibanding game sepak bola sejenis. kata ribet sebenarnya harus lah dihilangkan dalam benak anda, karena seri football manager mobile ini keribatennya sudah dipangkas sedemikian rupa. berebeda dengan beberapa versi football manager lainnya, yang pernah saja jelaskan dalam tulisan football manager game simulasi sepakbola terbaik?.  Terdapat 3 versi football manager yang dapat anda mainkan footbal manager PC/steam, football manager Touch dan football manager Mobile. Dibanding 2 versi lainnya football manager mobile lebih simpel dan bisa anda mainkan dengan aman di smartpohone yang kita gunakaan saat ini, dan tentu saja lebih praktis, inilah keunggulan dari fm mobile dari versi lainnya

Baca juga :

football manager mobile analisis lawan
kemenangan melalui data statistik football manager mobile

Dalam kesempatan kali ini saya akan memfokuskan kepada pemilihan formasi yang baik, sesuai dengan gaya bermain yang akan anda terapkan dalam bermain. yang tentu saja berbeda untuk setiap manager terlebih dalam gaya bermain dan pemilihan taktik formasi ini lah, yang menjadi identitas utama dari seorang pelatih atau manager sepak bola. Apakah anda sudah menentukan seperti apa tim yang anda latih bermain? Atau anda adalah orang yang sangat simpel dan lebih memilih menggunakan formasi yang sudah ditentukan default? tentu bisa saja toh itu pilihan anda.

Kenapa saya mengatakan dalam hal penentuan gaya bermain sangat penting, karena dalam beberapa situasi pertandingan yang pernah saya mainkan menggunakan formasi yang ditentukan oleh game ini, tidak selalu mampu menghasilkan kemenangan. Setelah dicermati formasi default ini hanya efektif digunakan dalam 1-3 pertandingan. dengan catatan kekuatan tim lawan di bawah tim anda, tetapi kabar buruknya adalah bisa aja anda dikalahkan oleh tim yang kekuatannya dibawah anda bahkan dengan skor telak. yang rasionya bisa mencapai 80%, yang perlu digaris bawahi disini adalah hal ini memang tidak berlaku untuk semua tim. bisa saja anda akan mendapatkan kemenangan ketika menggunakan formasi default,  maupun mendapatkan skor besar  dan ini untuk tim2 tertentu. Anda bisa mengujinnya sendiri terkait ini

                                     

Pemilihan formasi yang baik adalah formasi yang mampu menyesuaikan kekuatan tim yang anda miliki, dan sebisa mungkin fleksibel atau bisa disesuaikan setiap saat. Maka yang harus diperhatikan adalah membuat pencadangan taktik, dengan menerapkan plan A ,Plan B, plan C, dan seterusnya. Setiap plan ini mengharuskan anda memiliki kedalaman skuad, dalam artian setiap plan yang anda miliki harus memiliki pemain yang kemampuannya diatas rata-rata dan, setiap pemain di usahakan dapat mengisi formasi dalam taktik dengan kemampuan yang tidak hanya fokus disatu posisi tapi juga bisa menempati posisi yang lainnya.

Artikel terkait :

1. cara bermain dan meraih kemenangan football manager

2. menjadi pro player bisa bukan masalah

3. football manager mobile analisis lawan

Begini contoh situasinya, ketika itu saya menghadapi Juventus di quartel final Italian cup dan saya menjadi manager Ac Milan, kondisi skuad Juventus dalam lima pertandingan terakhirnya, menunjukan tren yang sangat baik. dengan menyebet 100% kemenagan sangat  on fire, dan itu dilakukukan kepada tim besar. yang tentu saja membuat tim dalam kondisi tertekan dalam situasi ini, dan juga dalam bebrapa pertemuan terakhir, kami mampu mengalahkan Juventus dengan skor tipis. Disini penekanan saya adalah terhadap kebiasaan dalam football manager ketika kita sudah mampu mengalahkan tim yang sama dalam 2 pertemuan sebelumnya, peluang kita dipertandingan selajutnya untuk menang sangat tipis, yakni sekitar 40-70% peluangnya untuk menang lagi. apalagi yang kita hadapi adalah tim besar, Perlu anda catat bahwa ini berpengaruh saya tidak tahu apakah ini sudah menjadi alogaritma program football manager.

Peran taktik dan formasi untuk memaksimalkan peluang 40-70% ini menjadi kemenangan 100%. sesaat sebelum pertandingan dimulai saya memilih menggunakan formasi 4-1-4-1 atau bisa diakatakan formasi 4-3-3, dengan salah satu gelandang dijadikan sebagai gelandang jangkar. maka 3 pemain tengah menjadi 1-2, sedangkan dilini depan 2 straiker dipasang melebar lebih kearah menjadi wings, atau penyerang/gelandang sayap 2-1 dengan menempatkan seorang straiker.  Dari formasi ini saya menekankan kekuatan yang harus mempuni, adalah di posisi jangkar atau gelandang tengah, yang posisinya sedikitt dimundurkan dibanding kedua gelandang lainya. yang kemudian dijadikan sebagai pusat utama permainan, disini saya memfokuskan taktik lebih kearah lancarnya transisi permainan. maka role yang saya pilih adalah deep playmaker yang disesuaikan tergantung laga menjadi ball winiing defender, maka kemampuan pemain harus lah mempuni terutama dalam hal bertahan, umpan, posisi, kempuan dalam pengaturan tempo terutama stamina dan kretativitas si pemian bonusnya terkadang ada yang namanya kemampuan dalam mengendalikan alur permainan.

Pemilihan formasi ini didasarkan pada 2 laga saat menghadapi juventus di pertandingan sebelumnnya, diamana saya mampu menang. seharusnya kalau berpatokan pada alogaritma saya tentu saja akan kalah, tapi disini dengan pengalaman yang demikian saya mencoba untuk mangakali situasi dan meraih kemenangan tentunya. Pada pertandingan sebelumnya saya menggunakan formasi 3-4-3 dengan mentalitas menyerang denga pressing ketat kepada pemain Juventus, yang juga didasarkan pada pertandingan sebelumnya dengan formasi 4-1-4-1. Jadi pada dua laga ini saya mengunakan dua formasi berbeda dan terhadap kedua formasi ini juga ketika laga berjalan 60-70 menit maka saya akan menukarnya dari  4-1-4-1 menjadi 3-4-3 dengan membaca situasi pertandingan. Apakah pada waktu 60-70 menit ini tim berada dalam situasi tertekan atau malah sebaliknya menguasai pertandingan jikalau menguasai pertandingan yang saya perhatikan adalah pergantian pemain yang staminannya sudah lemah. Apalagi si pemain berada di posisi yang vital seperti pemain di lini belakang baik gelandang atau bek.

Pada situasi tim tertekan baik ketika lawan menguasai alur permainan, penguasaan bola, tembakan ke gawang umpan sukses, dan penetrasi ke arah pertahanan kita yang sangat intens atau terus menerus sampai masuk dalam keadaan tertinggal dari segi gol. maka saya akan merubah formasinya atau menukarnya dengan tujuan untuk mengubah situasi tersebuat. atau sedikit mengurangi tekanan kepada pemain dan tim, ketika sampai pada situasi ini kita memiliki dua opsi apakah bertahan atau menyerang secara brutal untuk mengejar ketertinggalan dengan perkiraan waktu sisa adalah 20menit. Ketika tim yang dihadapi adalah tim medioker tetapi ia mampu unggul dari segi gol dengan tim kita menyerang dengan brutal adalah opsi terbaik. Tapi situasinya berbeda ketika menghadapi Juventus yang notabennya adalah tim dengan kekuatan yang lebih dari tim yang saya miliki setiap kesalahan kecil yang kita buat dari segi pertahanan akan di rubah menjadi peluang bahkan gol oleh mereka lantas opsi menyerang secara brutal sebaiknya dipertimbangkan lagi.

Pada pertandingan quartel final copa italia ini, dibabak pertama tim saya mampu unggul 2-1 dengan catatan kalah dari segi penguasaan bola 47% dibanding 53%, menang dalam tembakan kegawang 4-3 dan shot on target 3-0 serta melakukan pembersihan area pertahanan  dengan memotong serangan lawan 3 berbanding 1 maka skor 2-1 sangat lah wajar diraih oleh tim saya. Akan tetapi dengan penguasaan bola yang demikian Juventus hanya menunggu waktu untuk mencetak skor, apalagi jumlah tembakan kegawang  hanya bebrbeda 1 angka, dan skor rating pemain juga berada diangka 7 tidak ada yang dibawah itu. Pada awal babak kedua kekhawatiran itu terjadi Juventus mampu menyamakan kedudukan dan juga tembakan kegawang mereka mengunguli kami dengan naik menjadi 6 kali hanya dengan waktu 10menit sejak laga babak ke 2 dimulai dan mereka mencetak skor pada menit ke 58 dengan penguasaa bola mereka sampai menit ke 60 manyentuh angka 63%dengan tembakan kegawang manjadi 6 kali dan shot on target menjadi  4 kali maka situasi kami yang ungul berubah disini, meskipun skor masih imbang maka akan manunggu waktu saja untuk unggul membalikan keadaan.

Dengan membaca situasi dari segi kelamahan kami pemain mana yang ratingnya jeblok posisi mana yang sering di eksplorasi olah serangan juventus pertimbangan stamina pemain merubah atau menukar formasi permainan adalah opsi terbaik dari 4-1-4-1 menjadi 3-4-3 dengan pertimbangan bahwa juventus tidak menyerang melalui posisi sayap dan meraka sering mengunakan umpan terobosan baik lambung maupun umpan trobos menyusur tanah sehingga menempatkan dua bek menjadi sebuah kesalahan fatal ditambah lagi matinya peran seorang gelandang jangkar sebagai akibat dari pola serangan yang diggunakan Juventus menjadikan formasi 3-4-3 sangat lah relevan. Keuggulan formasi ini adalah pertahanan total dari 3 bek yang mampu menghentikan umpan terobosan dan ketiga bek ini mampu memainkan garis pertahanan sehingga perangkap ofside menjadi sangat efektif. Peran gelandang juga sangat menetukan dalam formasi ini.

Sebelum manggunakan 3-4-3 penguasaan bola dia area tengah dikendalikan oleh Juventus mereka dengan leluasa memainkan umpan di area ini sehingga tidak mengherankan pengusaaan bola mencapai 63%. Perlu diingat jumlah bukanlah segalanya dalam memenangkan area tengah, akan tetapi yang berpengaruh adalah keterhubunghan dari setiap lini,belakang tengah dan depan yang digunakan untuk memangkan pertempuran di lini tengah. maka pemilihan role sangat mementukan terutama role untuk bek dan role untuk penyerang, disini tujuan kita adalah menciptakan sinergi antar lini untuk unggul dalam penguasaan lini tengah, dalam artian kita akan memangkan atau mengambil alih penguasaan lini tengah dari Juventus.  Maka logikanya adalah pemain di lini blakang bek dan pemain di lini penyerangan harus membantu tetapi pemain yang mambantu ini sudah seharusnya tidak berada di lini tengah tetapi tetap di areannya, tapi tetap bisa membantu lini tengah.

Logikanya setiap transisi permaianan dari bertahan ke menyerang atau menyerang ke bertahan semuanya akan melalui lini tengah, maka pusat permainan adalah lini tengah. sehingga role yang sesuai untuk posisi bek agar mampu membangu lini tengah, adalah ball playing defender  yang ditaruh diantara kedua bek lainnya. maka ia akan membantu sampai ke area gelandang jangkar tapi tidak berada di posisi gelandang tepat dilini tengah. dengan ini tidak akan mengurangi kekuatan di lini pertahanan malahan dengan ini serangan lawan akan lebih mudah terdeteksi. hal ini dibuktikan dengan data statistik penguasaan area lini tengah dari semula mencapai 57% oleh Juventus menurun menjadi 51% dengan penguasaan bola menjadi 55% dari 63% hanya dalam kurun waktu 15 menit sejak formasi diterapkan. Juga kenaikan clear cut chances menjadi naik signifikan untuk Ac Milan menjadi 10 kali dan ofside yang semula diangka 2 untuk juventus menjadi  7 kali naik 5 kali yang membuktikan efektifitas prangkap ofside dalam formasi ini. Sebaiknya anda menggunakan pemain yang benar-benar kuat dsalam segi pertahanan stamina kemampuan posisoning dan kreatifitas untuk formasi ini karena bek dalam posisi ini dituntut untuk banyak bergerak dan menjadi pengatur pertahanan dan transisi serta tempo maka sewajarnya pemain yang memenuhi kriteria tersebut paling tidak ratingnya 80 atau 75 dengan catatan rating pertahanan 80 stamina 80 teamwork 80 kretifitas 70 dan sebagainya yang intinya menurut anda layak diposisi tersebut dan telah terbukti ampuh ketika anda memainkannya dilaga-laga sebelumnya dengan posisi tersebut jadi faktor pengalaman ia bermain di role itu paling tidak diangka miniml 6 kali.

Sedangkan dalam segi penyerangan disini untuk memenuhi tujuan tersebut saya menggunakan role trequartista, yang ditempatkan ditengah dua penyerang yang masing-masing menggunakan role advanced forward dan poacher.  Pemilihan trequartista ini didasarkan kepada role yang memungkinkan pemain untuk mengandalkan kemampuan dalam segi kretifitas dilini serang. bukan hanya itu pemain ini dituntut untuk mobile menciptakan pergerakan dan ruang membuat opsi penyerangan menjadi lebih banyak, serta mampu membantu lini tengah dengan menjemput bola kemudian mengalirkannya untuk menjadi peluang kepada 2 straiker lainnya dalam situasi tertentu bahkan role ini mampu menciptakan goal yang krusial untuk dirinya sendiri maka role ini lah yang menurut saya paling fleksibel. yah lagi-lagi karena alogaritma sih, memang para pemain ini sudah diatur sedemikian rupa maka ia akan mengikuti intruksi sesuai alogartimanya tanpa kehendak sendiri tentu bebrebda dengan pemain didunia nyata diberi role trequartista bisa aja menjadi role lain karena kehendak bebas manusia itu tadi, dan ini tidak berlaku untuk game simulasi sepakbola ini.

Kembali ke pertandingan, memang  penerapan ini berpengaruh yang dibuktikan dengan statistik dimana aliran bola dari gelandang ke penyerang berjalan sangat lancar shot mampu mencapai angka 8 kali dan on target menjadi 6 kali sampai akhirnya sang trequartista mampu mencetak angka di menit 89 untuk menegaskan kemenagan bagi Ac Milan. meskipun penguasaan bola masih mampu dimenangkan oleh juventus dengan 57% bebranding 43%untuk ac milan dan penguasaan area lini tengah yang akhirnya mampu dipangkas oleh tim ac milan dengan 49% berbanding 51% kemampuan pertahanan yang efektif dengan tidak terjadinya gol dipihak juventus dan juga serangan efektif yang menghasilkan gol penentu membuat kemenangan berhasil diraih. Apakah ini faktor keberuntungan? tentu masih bisa diperdebatkan. Dan saya membuka itu dikolom komentar untuk para pembaca menuangkan argumennya terkait ini.

Jadi pada keseimpulanya pemilihan formasi yang baik adalah formasi yang fleksibel yang mampu menyesuaikan situasi tim yang kita miliki dan pertandinagan dalam hal ini lawan dan perlunya membuat plan dalam berbagai opsi taktik dan formasi dan penyesuaian pemain untuk memenuhi gaya bermaian anda ketika pemain tersebut tidak memenuhi ekspektasi  dan rencana permainan sebaiknya anda tidak ragu menjualnya atau ada pemain diluarsana yang bisa memenuhi rencana permainan anda sebaiknya juga tidak ragu membelinya maka kempuan anda selanjutnya sebagai orang yang akan mencari pemain yang sesuai dengan rencana permainan anda akan di pertaruhkan disini.


No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...