Catenaccio merupakan sebuah taktik permainan dalam sepak
bola, yang identik dengan Italia karena
sebagai pusat suksesnya taktik ini yang dibawakan oleh pelatih legendaris
Nereo Rocco dan Helenieo Herera yang
suskses di level domestik dan eropa bersama klubnya Ac Milan dan Inter Milan
yang kemudian menjadikannya taktik populer dalam sepak bola pada zamannya.
Akan tetapi menurut catatan sejarahnya taktik ini berasal
dari ide sorang pelatih ternama Austria Karl Rappan yang melihat kelemahan
mendasar dari formasi populer saat itu yakni formasi WM diamana jika penyerang
lawan lolos hingga berada diblakang bek tengah maka ia akan mudah mencetak gol
tanpa halangan.
Maka untuk mengatasi hal tersebut ia kemudian menarik salah satu penyerang untuk kemudian menambah jumlah pemain belakang akan tetapi penempatannya berada di belakang dari bek dan tepat di hadapan penjaga gawang dengan perkiraan bahwa pemain di posisi ini akan membersihkan setiap bola yang menerobos ke barisan bek tengah.
Maka dengan ini lahirlah seorang peran sweeper,
seorang pemain yang diandalkan untuk membersihkan serangan yang sudah melewati
bek didepannya. Rappan menyebutnya sistem Verrou bahasa francis untuk gembok
atau grendel.
Anda pasti pernah melihat cara kerja gembok /grandel ini
dimana anda perlu memasukan kunci kedalam gembok tersebut lalu kemudian
memutarnya untuk dapat membuka gemboknya. Cara kerja taktik ini juga demikian
akan tetapi serangan lawan kita ibaratkan sebagai kunci dan taktik ini kita
ibaratkan gemboknya disini perbedaannya kita perlu untuk membuat perangkap agar
kunci tersebut tidak bisa lepas dari gemboknya, sebisa mungkin membuat kunci
tersebut tidak bisa melakukan putaran.
Sedangkan peran sweeper disini kita ibaratkan sebagai ujung
dalam dari gembok yang dapat mencegah si kunci masuk lebih jauh kedalam gembok
sehingga ia akan tertahan di titik tertentu dalam gembok tersebut.
Dalam perkembangannya ide yang dikemukanan Karl Rappan tersebut
kemudian dikembangkan lagi oleh Nereo Recco bersama klubnya Ac Milan seperti
yang disebutkan diatas bahwa Ac Milan sukses di kompetisi domestik dan Eropa
dengan taktik ini. Dengan segala modifikasi dari ide awalnya makan lahirlah
catenaccio klasik oleh Nereo Recco.
Fokus utama moadifikasi ide tersebut adalah peran seorang
sweeper yang kemudian dijadikan sebagai libero dengan jangkauan yang lebih luas
dibandingkan dengan hanya sebagai sweeper yang dianggap kaku.
Sweeper sendiri memiliki jangkauan yang tidak lah luas
karena perannya yang hanya dikhususkan untuk membersihkan bola yang telah
melewati bek didepannya makanya gerakan
dan visinya terbatas.
Maka dari itu kemampuan bertahan dan tekling akan menjadi pertimbangan
utama dalam memilih pemain untuk mengisi posisi ini. Sedangkan ketika perannya di
ganti menjadi libero yang notabennya mengisi posisi yang sama dengan sweeper
tugasnya di perbanyak dengan mengeban peran sebagai pemimpin di lini belakang
yang membaca pola serangan lawan yang kemudian menginstruksikan bek di depannya
untuk melakukan upaya pertahanan dini
entah itu intruksi untuk man-marking dan upaya pertahanan lainnya.
Dalam perkembangan selanjutnya sistem ini dipoles lebih
jauh, yang dilihat oleh Helenio Harera, masih memiliki peluang untuk
dikembangkan. terutama menggunakan seorang libero sebagai playmaker atau
inisiator dalam upaya serangan balik yang memang sudah tampak sejak Nerro Recco
tapi tidak lah kentara sebagaimana skuad miliki Helenio Herera.
Dalam ulasan majalah sepak bola Bolavaganza di kolom fokus
edis april 2012 no 126 di sebutkan bahwa catenaccio disebut sebagai strategi
sepak bola yang menggunakan pertahanan man marking yang ketat dengan
menempatkan para pemain berada jauh didalam daerah pertahanan sendiri guna
menghadang setiap serangan lawan.
Ada dua hal penting tercatat disini yakni man marking dan
counter attacking. Man marking merupakan fase pertahanan dimana setiap pemain
lawan di jaga ketat oleh para bek tengah bek sayap serta para gelandang bertahan dengan seorang libero yang mobile
melapis kemamapun bola mendekat.
Tentu kemenangan tidak akan diraih tanpa mencetak gol ke gawang
lawan olah sebab itu counter attacking marupakan senjata mematikan dari taktik
catenaccio yang merupakaan inisiasi dari seorang fantasista atau playmaker di
lini tengah dan terkadang seorang libero.
Jadi disini sudah jelas bahwa catenaccio sendiri merupakan
taktik sepak bola yang mengutamakan pertahanan sebagai fokus utama permainan. yang
di Era sekarang ini taktik yang cenderung bertahan, menjadi tidak populer
karena dianggap sebagai sepak bola negatif atau anti sepak bola.
Di era sekarang permainan menyerang denganan tempo cepat dan
atraktif menjadi primadona, karena sangat menghibur pencinta sepak bola dan
tidak membosankan untuk di tonton.
Lantas apakah catanaccio memang sudah selayaknya ditinggalkan?
Dalam perkembangan centenacio sebenarnya hanya merupakan
salah satu sistem permainan dalam sepak bola dengan tipe bertahan terutama di Italia, cantenaccio sendiri bukan lah sebuah formasi yang baku sehingga ada
banyak variasi yang berkembang dan tentu
saja kegunaanya yang juga akan disesuaikan dengan kondisi dari sebuah tim daan
lawan
Baca juga :
kemenangan melalui data statistik football manager
Sebagai suatu sistem pertahanan dalam permainan sepak bola
disitu melekat yang namanya cantanaccio,strategi permainan sepak bola dengan
fokus kepada pertahanan yang kuat dan solid. ia merupakan bagian dari
sistem dan bukan sistem itu sendiri
sehingga ia tidak akan sepenuhnya bisa dimatikan atau dilenyapkan sebagai
sebuah taktik/strategi .
Mungkin bisa ia dimatikan olah atauran-aturan dalam sepak
bola itu sendiri, terutama dalam aturan mengenai offside. penempatan satu
pemain di belakang bek utama, yang tidak lagi di gunakan di era modern. karena
akan menganggu kinerja perangkap offside. Akan tetapi peran seorang libero
masih sangat diandalkan dan itu merupakan produk dari cantanaccio itu sendiri,
karena seorang libero adalah reprentasi dari cantanaccio.
Ini di buktikan dengan argumen dari ulasan majalah Bolavaganza
yang mengenai cantanaccio yang menyebutkan memang sistem man marking yang
merupakan ciri permainan cantanaccio telah dimatikan dengan permainan agresif
seperti laga di tahun 1960 tatkala munculnya revolusi taktik yang mengguncang
dasar-dasar sepak bola dengan mengatakan bahwa kelemahan caatanaccio adalah
ketergantungannya kepada sistem man-marking.
Lebih lanjut disitu
disebutkan bahwa kelemahan tersebut terekspos, saat celtic menghadapi inter di
Piala Campion yang saat itu di arsiteki oleh Herera. dimana agresifitas bek
sayap celtic menudukan sistem ini, di tambah lagi laga menghadapi Ajak Amsterdam
yang merupakan pusat revolusi taktik yang kala itu di pegang oleh Rinus Michels.
meskipun laga itu Ajak sudah di pimpin pelatih baru Steven Kovac
akan tetapi para pemainnya merupakan anak asuh dari Rinus Michel penggagas dari
revolusi taktik tersebut, Sekaligus menumbangkan era catanaccio, Dan awal era
kelahiran total football kala itu.
Mungkin memang catanaccio ini di era sepak bola sekarang
merupakan taktik yang sudah usang, akan tetapi suatu yang pasti bahwa ia akan
tetap abadi dalam sistem permainan sepak bola di era manapun karena ia memiliki
sesuatu yang penting dalam taktik dan strategi sebuah tim untuk meraih
tujuannya.
Apabila anda mebicarakan sisem pertahanan dalam sepakbola
distulah ia hadir, dengan karakteristik yang benar-benar kuat bahkan sampai
kedalam inti dari taktik pertahanan tersebut. sehingga jelas bahwa cantanaccio
merupakan strategi abadi yang tetap relevan untuk diterapkan apalagi menyangkut
pertahanan sebuah tim.
Apakah anda bertanya ingin mengetahui bagaimana penarapan cantanaccio dalam game football manager?
Karena kita sudah mengetahui karateristik dari cantanaccio
dengan titik tolak peran seorang libero dan man markingnya maka hal yang perlu
dilakukan adalah penyesuaiannya dalam strategi yang kita inginkan terutama
berkenaan dengan pemilihan formasi dan role pemain.
Dalam game football manager hal terpenting dalam meracik
taktik adalah role, formasi dan pemilihan pemain yang tepat untuk mengisi
posisi dalam permainan terutama bagi anda yang tidak melakukan save load untuk
meraih kemengan.
Dalam seri football manager touch sterategi cantaaccio
sendiri sudah tersedia sebagai pilihan taktik, dan anda tentu harus melakukan
penyesuaian apakah akan menerapkan catanaccio klasik atau catanaccio di era
sekarang ini dimana cantanaccio larut dalam berbagai strategi sehingga ia tidak
tampak secara langsung.
Cantanaccio dalam fm touch saran untuk formasi adalah {5-3-2
WB, 5-1-2-2 WB, 5-4-1 wide} dengan mentality defensive, secara permianan
mengunakan umpan perpaduan antara pendek dan panjang, lebih memaksimalkan tendangan bebas atau bola-bola mati, bermain
dengan disiplin, dengan tempo yang lambat garis pertahanan rendah .
Sedangkan untuk transisi permainan lebih ditekankan untuk bermain dengan aman
tidak terlalu menekan jarak antar pemain meyesuaikan pola serangan lawan yang
memungkinkan untuk melakukan penyegaran kembali posisi dengan cepat ketika di
serang atau pun melancarkan serangan
balik, sehingga kesolidan perthanan dapat dipertahankan. Karena dalam setiap
situasi transisi akan menimbulkan celah yang besar untuk dieksplorasi oleh
lawan.
Untuk strategi di luar permainan lebih ditekankan untuk
menerapkan garis pertahanan rendah, jarak antar pemain bertahan yang tidak
terlalu jauh dan penempatan antara glandang dan bek yang memungkinkan untuk
melakukan penjagaan perorang atau area
pemain lawan.
Lantas bagaimana dengan role?
Untuk efektifitas centanaccio role pemain yang paling dasar
dan merupakan saran dari football manager adalah untuk penyerang menggunakan
role AF(advanced forward) dan DLF(deep laying forward, gelandang BBM(box to box
midelfilder) CM(central midelfilder) dan CAR (carrilelo), bek yang terdiri dari
lima pemain yakni WB (wing back) 2 orang kiri dan kanan bek tengah CD (central
defender) yang mengapit posisi L (libero) di kiri dan kanan.
Mentalitas bertahan akan berpengaruh kepada role pemain yang
kita miliki dan secara perlahan juga akan mengubah pola permainan dalam tim
apabila role dan mentalitas tidak sesuai maka yang terjadi adalah kekacauan
yang bisa menyebabkan kita mengalami kekalahan.
Sbenarnya masih banyak faktor yang berpengaruh dalam
penentuan taktik yang kita miliki yang utama memang role, formasi dan pemilihan
pemain, kalau anda memang ingin menerapkan centanaccio adalah untuk mengamankan
kemenangan atau seri dimana tim anda memang dipelukan untuk mendapatkan hasil
seri.
Mungkin anda pernah mendengar seorang jose morinho
mengadopsi pola cantanaccio ini dengan menginstruksikan pepe secara khusus
untuk menjaga messi dengan tujuan memutus 40persen serangan barselona yang
dikendalikan messi.
Pola permainan bertahan memanglah epik tapi tidak untuk
digunakan secara terus menerus karna akan mempengaruhi popularitas tim yang
anda miliki karena penonton anda akan sangat senag apabila tim anda meminkan
permainan yang menghibur dan menyerang alih-alih bertahan tapi tidak ada
salahnya menggunakan strategi bertahan untuk mencapai tujuan anda sebagai
manager.
Jikalau anda memiliki argumen lain menganai cantanaccio dan
penerapannya bisa menuliskannya dikolom komentar kita perlu mendiskusikan taktik ini lebih
jauh.


No comments:
Post a Comment