Tuesday, August 18, 2020

75 tahun INDONESIA merdeka Pemuda masih ada yang pengangguran

 

Dirgahayu Republik Indonesia, tepat pada hari ini 17 agustus 2020 di tengah pandemi yang masih menerpa seluruh dunia. Indonesia maju dikumandangkan dengan lantangnya, membuktikan bahwa Indonesia masih perkasa. untuk menghadapi segala rintangan dan tantangan dan terus maju pasca Proklamasi Kemerdekaan 75 tahun yang lalu.

Ir.Soekarno pernah mengatakan “kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak mengemis, kita tidak akan meminta-minta. Apalagi jika bantuan-bantuan itu di embel-embeli dengan syarat, ini syarat itu. lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak”.

Indonesia maju adalah tema utama kemerdekaan pada tahun ini, semangat yang memang perlu digelorakan. ditengah situasi pandemi seperti sekarang ini, Dimana semua sektor  pembangunan terjadi penurunan. Maka kata Indonesia maju bisa menjadi suplemen penguatan, bahwa pandemi hanyalah cobaan dan ujian untuk terus maju.

Pemuda merupakan tongak utama kemerdekaan Republik Indonesia, berkat perjuangan para Pemudalah kita dapat menikmati kemerdekaan seperti saat ini. Sumpah pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya bangsa indonesia yang mana pada tanggal 28 oktober ditetapkan sebagai hari peringatan sumpah pemuda.(wikipedia.org)

Lebih lanjut disebutkan bahwa yang dimaksud dengan sumpah pemuda adalah keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan dua hari 27-28 oktober 1928 di Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia. Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada tanah air Indonesia bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia.

Cita-cita ini terwujud saat terjadinya proklamasi pada 17 agustus 1945 yang berarti 17 tahun sejak peristiwa sumpah pemuda ditetapkan. Ini merupakan suatu perjuangan panjang yang akan terus berlanjut dimana pada masa sebelum kemerdekaan perjuangan yang dilakukan tentu berbeda dengan perjuangan sesudah merdeka.

Apakah anda sudah memahami dan memaknai perjuangan ini?

Setelah kemerdekaan perjuangannya adalah mempertahankan kemerdekaan, sedangkan sebelum kemerdekaan perjuangan kita adalah merebut kemerdekaan tersebut. Lantas mana yang lebih sulit meraih atau mempertahankan?

Kita tentu memiliki pandangan berbeda terkait hal ini. dan kita pada massa ini tidak pernah merasakan bagai mana rasanya berjuang meraih kemerdekaan, akan tetapi kita berjuang untuk meraih cita-cita kita. yang berarti ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan, ditengah situasi pandemi seperti saat ini dimana semaunya serba sulit.

Terutama dalam hal pekerjaan, yang merupakan hal terpenting dalam transisi kehidupan dari massa remaja ke massa dewasa.  Bekerja adalah kewajiban sekaligus hak manusia yang harus terpenuhi, selain makan dan minum karena dengan begitu lah ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam beberapa syair yang ditulis oleh Kahlil Gibran mengatakan “engkau bekerja supaya langkahmu seirama langkah dan jiwa bumi, berpangku tangan berarti menjadi orang asing bagi musim dan keluar dari arak-arakan kehidupan yang menderap dalam keagungan menuju keabadian. Apabila engkau bekerja, engkau menjadi seruling yang melaluinya hati yang membisikan waktu menjelma lagu. Siapa mau menjadi ilalang dungu dan bisu ketika semua melagukan gita bersama?”.

Baca juga :

Kahlil Gibran The Prophet

Pengenalan Diri

Kita membaca betapa pentingnya bekerja bagi kita sebagai manusia dan ini merupakan hak yang sebenarnya harus dipenuhi oleh negara apalagi hal ini menyangkut harkat dan martabat pemuda yang juga turut ambil bagian dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia. Maka sudah selayaknya kebutuhan akan akses pekerjaan sebesar-besarnya terbuka, bagi para pemuda khusunya, dan semua warga negara pada umumnya.

Beberapa waktu lalu kita melihat video, bagaimana seorang pemuda di salah satu kota di pulau jawa. bahkan sampai minta tolong untuk diterima bekerja, disalah satu perusahaan, ia menyampaikan bahwa sulit sekali untuk diterima bekerja di perusaahan-perusahaan yang ia lamar. Apalagi untuk ikut interview di kontak saja tidak, belum lagi sebagai putra daerah ia harus bersaing dengan pendatang dari luar daerah dan lain sebagainya.

Mendapatkan pekerjaan dimasa saat ini adalah perjuangan, untuk ambil bagian dalam pembangunan guna mempertahankan kemerdekaan. baik secara individual maupun sebagai warga negara, karena angka (pengangguran) ini, akan berpengaruh kepada angka penduduk miskin. kalau tidak ada pekerjaan maka sudah dipastikan angka penduduk miskin, akan bertambah karena merupakan variabel utama dalam perhitungannya.

Ada tulisan menarik dihalaman FB Tere Liye yang berjudul “Nganggur” yang menyentak Permenungan para penganggur dari kalangan yang baru lulus sekolah/kuliah bertahun-tahun tidak mendapatkan pekerjaan. Satu pertanyaan yang mengelitik langsung di utarakan dalam tulisan tersebut.

Kenapa sih kalian menganggur? Nggak punya pekerjaan?

Pada intinya disitu dikatakan bahwa kita pemuda masa kini terlalu terpaku mendefinisikan pekerjaan hanya bekerja sebagai PNS, bekerja di kantor, bekerja di perusahaan besar, bekerja di pabrik, di gaji oleh orang lain. 

Sedangkan definisi sebenarnya pekerjaan lebih luas dari itu, hanya saja terkadang ego dan gengsi mempengaruhi, ditambah lagi terjebak dalam zona nyaman dan kesenangan ditengah dunia hiburan yang semangkin gemerlap yakni gadget.

Dunia hiburan semacam ini dapat diakses kapanpun dan dimanapun hanya melalui gedget dan itu banyak menyilaukan generasi saat ini, ditambah lagi tawaran-tawaran pekerjaan yang menjanjikan kerja mudah.dan lain sebagainya. dengan proses online, yah memang tidak bisa dipungkiri yah habis ngelamar pekerjaan secara daring, tidur lagi dong dan berharap diterima setalah bangun dari tidur.

Memang pada kenyataannya tidak semua demikian masih banyak yang mampu sukses walau hanya dengan bermain gedget entah itu sebagai Enterpreneur, Gamer, youtuber dan lain sebagainya. yang perlu diingat bahwa setiap orang berbeda  dalam hal rezeki dan jalan mendapatkan rezeki tersebut satu hal yang sama adalah usahanya untuk mendapatkan hal terebut maka perlu bergerak untuk Indonesia Maju.

Dan beberapa hari ini saya juga melihat tayangan di youtube yang membahas tentang dopamine Detox, yang pada intinya memberikan kita cara untuk terlepas dari kesenangan-kesenangan instan yang diberikan oleh gedget dengan cara berhenti menggunakannya. Terutama untuk hiburan-hiburan yang menghasilkan hormon dopamin secara berlebih, yang mana hormon ini memberikan kita kesenangan yang menimbulkan candu.

Candu ini lah yang membahayakan yang membuat kita menjadi malas, dan secara terus-menerus memaksa kita untuk melakukannya. Ketika kita tidak melakukannya akan timbul rasa bosan sehingga harus dipenuhi yah dengan hiburan-hiburan di gadget tersebut.

Maka kita perlu melakukan Dopamin Detox agar kita dapat mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan candu hiburan instan dan kebahagiaan instan yang menimbulkan efek buruk pada kehidupan kita. 

Tentang Prakerja

Program prakerja seharunya menjadi angin segar bagi para pemuda yang masih dalam jalan mencari pekerjaan,  baru lulus sekolah/kuliah yang butuh-butuhnya CV yang mengkilap dan sertifikat pengalaman kerja sebagai modal. meskipun sulit untuk keterima mungkin ada tapi yah tidak semua. Karena prioritas prakerja adalah pekerja yang terkena PHK dan telah terdata. 

Saran sebaiknya nama prakerja di ubah jadi pascakerja. 

Ini berbeda situasinya dengan para pencari kerja yang belum sama sekali bekerja jadi tidak akan terdata maka situasi ketika mendaftar prakerja hanya untung-untungan saja untuk mencukupi kuota yang di tetapkan setiap gelombangnya dan merupakan sisa kuota dari mereka yang sudah terdata sebagai pekerja yang terkena PHK.

Jadi buat para pencari kerja baru atau yang berasal dari lulusan baru atau orang yang baru akan mencari pekerjaan, anda hanya pelengkap jadi jangan berharap banyak dengan program ini. dan sebaiknya mengikuti saran dari tere liye dalam tulisannya tentang Nganggur anda bisa mencarinya di FB Halaman dengan nama tere liye.

Jadi seharunya semangat Indonesia Maju mampu mengatasi persoalan pengangguran ini dan membuka mata semua pihak terkait khususnya pemerintah untuk lebih memperhatikan para penganggur ini jadi tahun depan saya tidak lagi menuliskan judul ini lagi. Karena sebagai seorang yang memperhatikan kesejahteraan para penganggur agar tidak jadi kaum rebahan yang permanen 

semoga.

Para penganggur tidak menjadi kambing hitam kemiskinan di Indonesia.

Apakah anda memiliki pandangan berbeda terkait pemuda dan pekerjaan silahkan tuliskan di kolom komentar. Ini terbuka untuk umum dari manapun anda berasal. Terimakasih. 

No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...