Sunday, August 23, 2020

membaca peluang juara finalis UCL dari sisi player Football Manager Mobile

Liga Champions tahun ini akan segera berakhir, meskipun sempat terkendala oleh pandemi virus corona yang melanda hampir di seluruh penjuru dunia. Laga-laga liga champions dimainkan dengan format yang berbeda pada tahun ini, dimana pada tahu  sebelumnya sebelum final laga-laga dimainkan secara home and away. Tidak tahun ini laga hanya dimainkan satu kali dengan sistem knock-out, atau dalam satu laga langsung gugur bagi tim yang kalah.

Banyak cerita yang terjadi dalam pase-pase final dan catatan sejarah pun terukir dengan tersingkirnya Barcelona oleh sang finalis Bayern munchen dengan skor telak 2-8. Yang menjadi cerita baru dangan kekalahan tim yang di prediksi oleh banyak pihak akan menjadi salah satu finalis UCL tahun ini tapi apa daya dewi fortuna berkata lain.

Lantas apakah final kali ini adalah final ideal yang ditunggu oleh banyak kalangan bukan hanya para fans kedua klub tersebut?

Melihat dari perjalanan kedua klub pada laga-laga UCL di 16 besar liga champion tahun ini kedua klub hampir imbang dalam bertemu tim-tim besar favorit juara maupun tim yang dianggap medioker secara peluang dan tim. Tentu para player football manager (FM) paham akan hal ini karena data laga-laga terakhir yang dimainkan oleh klub lawan adalah hal yang penting untuk diketahui apakah ia dalam tren win track  atau lost track.

Pada laga-laga yang dimainkan Bayern Munchen di babak 16 besar sampai final dimulai dengan pertemuan dengan chelsea pada laga ini masih dalam format home and away dimana Bayern munchen mengilas chelsea dengan agregat 7-1 kemudian bertemu Barcelona di perempat final  di laga ini format liga champions tidak lagi home and away tapi knock-out. Dengan berhasil menyingkirkan barcelona dengan skor 8-2 untuk kemenangan Bayern Munchen.

Di semi final Bayern munchen bertemu dengan lyon yang bermodal kemenangan dramatis atas kandidat terkuat finalis UCL musim ini Manchester city yang juga mengejutkan banyak pihak terutama mereka yang menjagokan manchester city untuk melangkah ke final apalagi klub ini gagal bersaing dalam perebutan gelar liga primer inggris. Dan berambisi setidaknya bisa mengambil alih gelar yang di pegang oleh sang juara liga inggris musim ini yang juga merupakan juara UCL musim lalu Liverpool.

Datang dengan kepercayaan diri tinggi lyon harus menelan pil pahit setelah Bayern munchen mampu membungkam mereka dengan skor 3-0 apalagi kita melihat tidak ada perbedaan kentara antara permainan lyon ketika menghadapi Manchester city di laga lyon menghadapi Bayern munchen. Yang mengandalkan permainan dengan serangan balik dan pressing ketat yang memanfaatkan celah dari kesalahan-kesalahan lawan.

Sayangnya permainan Bayern Munchen tidak lah seperti Manchester city yang tetap konsisten dengan pertahanan yang rapi untuk mencegah counter attack sampai akhir laga, sedangkan Manchester city banyak melakukan kesalahan terutama umpan-umpan pendek yang tidak memperhitungkan pressing ketat dari lawan yang menjadi celah terbesar Manchester city pada laga menghadapi lyon dan berbuah kemenangan bagi lyon. Satu kesalahan lyon dalam laga menghadapi Bayern munchen adalah menyamakan permainannya dengan Manchester city.

Maka catatan Bayern Munchen pada 4 laga terakhir di 16 besar sampai final adalah W- W-W-W belum lagi di tambah di fase grup 6 laga dengan kemenangan dan gol yang mencapai 24 gol

Lantas apakah PSG akan menjadi lawan yang ideal untuk permainan Bayern Munchen?

PSG mengawali babak 16 besar dengan bertemu dengan Dortmund dan pada leg pertama dengan kekalahan 2-1 dan pada leg ke 2 mampu bangkit dan meraih kemangan 2-0 di laga selanjutnya pada fase perempat final PSG bertemu dengan atlanta dengan meraih kemenangan 2-1 dan berhak melaju ke semifinal UCL 2020 bertemu dengan Leipzing di laga ini PSG mampu tampil dominan dengan gelontoran 3 gol tanpa balas.

Dilaga ini PSG tampil dengam formasi 4-3-3 dimana transisi permainan berjalan sangat mulus setiap serangan yang dilancarkan oleh Leipzing mampu di blok bahkan sebelum masuk kedalam kotak pinalti. Ini terbukti dengan statistik tendangan kearah gawang Leipzing  yang hanya di angka 3 kali dari total 14 tendangan tentu angka yang kecil menginggat total tebakan yang sama dengan PSG.

Kesamaan jumlah tendangan ini berbanding terbalik dengan angka tendangan kearah gawang PSG yang dominan dengan angka 9 kali dimana 3 diantaranya berbuah gol meskipun dua gol diantaranya berasal dari situasi bola mati, dan 1 diantaranya memalui situasi open play.

Dengan formasi pakem 4-3-3 dengan 1 gelandang jangkar yang diberikan kepada marquinos layak diapresiasi sebagai gelandang yang mampu menghentikan serangan dan membaca pergerakan bola yang kemudian melakukan organisasi permainan untuk melakukan transisi denagan sangat baik dari situasi menyerang ke bertahan atau sebaliknya bertahan ke menyerang.

Dengan penguasaan bola dan permainan dengan angka yang mencapai 58% kemenangan di laga ini adalah kemenangan yang layak didapatkan PSG yang memang tampil dominan apalagi gelontoran 3 gol di babak pertama sudah menegaskan keunggulan tersebut.  Yang terbukti tidak mampu dibalas oleh Leipzing mesipun secara efektifitas masih sangat jauh dari harapan.

Dengan demikian statistik keseluruhan PSG di babak 16 besar sampai final adalah sebagai berikut L-W-W-W  dari 4 laga mengalami 1 kekalahan dan 3 kemenangan. Sedangkan gelontoran gol nya di babak tersebut memang tidaklah secemerlang Bayren munchen dengan gelontoran fantastis di setiap laganya lantas dengan fakta tersebut siapa yang anda jagokan?

Melihat situasi yang demikian sebagai pemain game football manager tentu kita memahami mekanisme permainan secara menyeluruh tim dengan statistik mentereng belum tentu memiliki jaminan kemenangan dalam setiap laganya kecuali anda melakukan exit load ketika akan kalah mengulanginya sampai meraih kemenangan dan itu cara yang curang!

Maka dari itu saya sebagai pendukung netral tidak akan memihak pada salah satu tim. setiap tim masih memiliki peluang yang sama, tidak lebih besar antara satu dengan yang lainnya terutama tentang  peluang kemenangan.

Lantas bagaimana kita membaca situasi siapa yang lebih memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan pada laga kali ini?

Baik PSG maupun Bayern Munchen dari segi statistik kedua tim memang tidak terlalu jauh berbeda terutama dari segi kemenangan di laga-laga yang dimainkan belum lama ini kecuali dari segi gelontoran gol dimana Bayern Munchen jelas lebih banyak dan dari segi klub yang dihadapi di laga terakhir UCL Bayern Munchen lebih banyak menghadapi klub besar di bandingkan PSG.

Meskipun catatan demikian tidak akan menjadi penentu siapa yang bakal meraih kemenangan dilaga kali ini, akan tetapi dengan catatan yang demikian bisa dijadikan sebagi rujukan yang berarti untuk melakukan prediksi siapa yang bakal juara dan berapa gol.

Gaya bermain

Dari segi gaya bermain kedua tim ini bisa dikatakan sebagai tim yang mengusung gaya menyerang di buktikan dengan penguasaan bola dalam setiap laganya yang mendominasi dari segi tembakan dan tembakan on terget  termasuk dalam segi penguasaan bola. Akan tetapi kalau kita berbicara dari segi penguasaan bola tentu laga terakhir antara Bayern menghadapi barcelona  berkata lain.

Di laga ini Bayern kalah penguasaan bola dari barcelona dengan 49% berbanding 51% akan tetapi catatan statistik total tendangan dan antara ke dua tim berbanding sangat jauh dimana total tembakan Bayern munchen mencapai 26 tembakan dan 14 diantaranya on terget atau mengarah ke gawang.  Sedangkan barcelona  hanya melepaskan total 7 tembakan dengan 5 diantaranya on target.

Akan tetapi justru Bayern munchen yang keluar sebagi pemenang di laga ini dengan skor yang fantastis, sedangkan dalam laga menghadapi lyon yang Notebenya menerapkan permainan yang lebih kearah bertahan mereka mampu mendominasi dengan penguasaan bola sebesar 66% berbanding 34% dengan menghasilkan 3 gol total tembakan 19 dan on terget 8 kali.

Baca juga :

kemenangan melalui data statistik football manager

Sedangkan PSG sedikit lebih kalem dengan total tembakan setiap laganya yang berada dibawah Bayern munchen akan tetapi dalam laga-laganya mereka selalu mampu mendominasi laga. Pertanyaannya adalah siapa diantara mereka yang akan mendominasi laga dan total tembakan mengingat keduanya mengusung gaya permainan menyerang.

Secara statistik Bayern munchen lebih fleksibel dalam hal taktik pakem formasi mereka adalah 4-2-3-1 di topang dengan kreatifitas di sektor play maker dan 2 Gelandang jangkar yang juga memiliki kreatifitas belum lagi kemampuan membaca ruang dari thomas muller yang bisa saja memecah solidnya pertahanan PSG yang memainkan gelandang jangkar tangguh dalam beberapa laga terakhir marquinos. Dalam formasi 4-3-3 diaman marquinos menjadi gelandang jangkar, dengan insting sebagai center back ditopang kemapuan mobilitas tinggi ala BOX to BOX menjadi jaminan mulusnya transisi permainan dari PSG.

Laga ini akan menjadi ujian bagi sektor pertahanan kedua tim karena terbukti kedua tim ini memiliki barisan penyerang yang terbukti tajam dan memiliki jaminan gol dalam setiap laganya makanya laga ini kemenangannya akan ditentukan oleh lini pertahanan siapa yang paling solid dialah pemenangnya.

Dari segi efektifitas pertahanan Bayern Munchen lebih efektif dan memiliki peluang besar untuk menghentikan para penyerang bintang PSG karena ujian mereka lebih besar musim ini dengan laga-laga menghadapi tim besar yang memiliki penyerang kelas dunia. Akan tetapi fakta bahwa bola itu bulat bisa saja merubah hasil dari permainan karena dalam setiap detik permainan berjalan peluang-peluang tersebut akan terus di perbaharui bisa turun bisa naik untuk kedua tim.

Hal itu lah yang bisa saja setiap player football manager memilih pergantian taktik karena melihat permainan timnya tidak efektif dan tidak menghasilkan peluang yang memadai  dan cenderung untuk kalah jadi perubahan taktik adalah keputusan yang akan diambil untuk mengubah keadaan.

Apakah anda memiliki argumen yang berbeda terkait hal ini, silahkan tuliskan di kolom komentar sebelum menyaksikan laga nanti  kiranya ada argumen yang menyanggah atau memperbaiki bisa saling berbagi.

No comments:

Post a Comment

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...