a
Dalam era pemerintahan presiden ke 7 RI Joko Widodo
sering kali kita dengar ajakan kerja, kerja, kerja, yang selalu didengungkannya
setiap kali berbicara didepan publik. Hal ini bukan tanpa sebab pemicunnya
yaitu data statistik yang mengungkapkan fakta bahwa orang Indonesia kurang
produktif dalam berkerja. Maunya kerja sedikit tetapi mengharapkan gaji yang
banyak, dan juga bagi para oknum pegawai negeri yang sering kali memotong jam
kerjannya masuk datang hanya melakukan kewajiban absensi. Ini tentu menjadi
persoalan yang serius bagi bangsa Indonesia apalagi saat ini masarakat ekonomi
asean sudah mulai berjalan, yang memungkinkan arus barang dan jasa termasuk
persaingan tenaga profesiaonal dengan bebasnya dapat masuk ke Indonesia. Mau
dikemanakan masyarakat Indonesia jikalau perilakunnya masih seperti yang
tersebut dia awal kalimat, tentunya akan kalah berasing dengan Negara-negara
ASEAN yang memilki kualitas SDM lebih unggul terutama dalam hal daya saing.
Gerakan revolusi mental yang dicanangkan dalam visi
misi Presiden jokowi-jk adalah sebangai senjata utama untuk memberengus prilaku
mental malas yang masih menyarang bangsa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan
perlu dijiwai semangat revolusi mental yang bersandikan pancasila. Sehingga
Indonesia kembali menunjukan karakternya sebagai bangsa yang besar, yang mampu
dan memiliki daya saing dalam menghadapi segala persoalan berbangsa dan
bernegara. Serata berpengaruh besar dalam memainkan peran dikawasan Asian
tenggara khususnya dan dunia umumnya.
Saat ini bebarapa kementrian telah mengambil langkah
dalam menjalankan program revolusi mental, seperti pelatihan Bela Negara oleh
kementrian pertahanan, pelatihan-pelatihan dalam bentuk seminar yang diadakan
bebrapa kementrian guna miningkat kinerja pegawainnya, sampai langkah dalam
menetapkan kebijakan secara tegas seperti yang dilakukan kementirian kelautan
dalam hal illegal fishing. Adalah
sebagai bentuk revolusi mental yang saat ini digalakan untuk kembali menjadikan
Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan ideolagi pancasilannya.
Untuk kalangan muda
pendidikan kewarganegaraan yang berjiwa revolusi mental dan bersendikan
pancasila, adalah hal yang mutlak untuk diajarkan disekolah-sekolah.
Mengingggat saat ini banyak paham-paham yang menyesatkan masuk ke Indonesia,
tidak hanya itu berbagai macam obat terlarang pun banyak yang sudah masuk ke
Indonesia. Hal ini terjadi secara masif dan terbukti sudah banyak pemuda, yang
terjerat atau terjerumus entah itu bergabung dengan kelompok teroris, menjadi
pecandu narkoba, melakukan tauran, menimblkan kersahan ditengah masyarakat.
Tentu bukan menjadi persoalan yang sepele lagi, pemuda adalah generasi penerus
bangsa yang harus dijaga sebagai asset bangsa dan tidak bisa dikesampingkan
begitu saja.
Sudah saatnya langkah strategis diambil untuk
mengatasi masalah ini terutama memalui program, yang bertujuan untuk mendidik
warga Negara menjadi warga Negara yang
bermental baja, kuat dalam menghadapi pengaruh asing terutama mencintai Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
b. Rumusan
masalah
1. Bagaimana
kondisi pendididikan kewarganegaraan saat ini ?
2. Apa
itu revolusi mental yang berjiwa pancasila sebagai dasar utama pendidikan
kewarganegaraan ?
3. Bagaimana
seharusnya peran Negara dalam menghadapi tantangan derasnya arus masuk paham
radikal ke Indonesia ?
c.
Makalah ini memiliki dua tujauan
utama yaitu tujuan umum dan khusus ada pun tujuan umumnya yaitu, sebagai suatu
bentuk pandangan penulis tentang pendidikan kewarganegaraa selama ini Indonesia
yang masih memilki berbagai kelemahan, terutama dalam hal pembentukan karakter
bangsa yang seharusnya pancasilais. Sehingga kecintaan terhadap NKRI tidak
tertenap kuat dalam diri setiap warga Negara dan terbukti dapat dipecah belah
oleh paham-paham asing. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk memenuhi tugas
matakuliah Pendidikan kewarganegaraan.
Revolusi mental
Revolusi merupakan perubahan besar
dan cepat, serta radikal untuk mempengaruhi kehidupan manusia. Ingatan akan
revolusi tidak terlepas dari perubahan dunia dalam tatanan berkehidupan yang
dimulai sejak revolusi industri khususnya di inggris dan eropa umumnya.
Revolusi yang dilatarbelakangi terjadinya berawal dari ilmu pengetahuan pada
abad ke-16 dengan eksisnya para ilmuan yang mendirikan lembaga-lembaga
peneliian seperti yang dilakukan oleh francis bacon, rene Descartes dan
galieleo galilee.
Di Indonesia gaung dan semangat
revolusi sudah ada sejak dulu, katakanlah sejak bung karno(pemimpin tertinggi
revolusi) menanamkan revolusi untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan
kesusksesan awal dari revolusi Indonesia , adalah tercapainya kemerdekaan dan
pahlawan dalam mengusir penjajah. Namun indikasi kemerdekaan harus dibarengi
revolusi lain seperti yang pernah di sampaikan bung karno dalam kutipan
pidatonya sebagai berikut “bahwa revolusi Indonesia tidak akan selesai dalam
satu dua hari, bahwa revolusi Indonesia itu memang belum selesaibahwa revolusi
Indonesia itu sudah bertahun-tahun berjalan, tapi masih akan berjalan
bertahun-tahun lagi sebabnya ialah oleh karena revolusi Indonesia itu adalah
revolusi yang besar, bukan revolusi kecil-kecilan bukan revolusi
peyeum,dalur-dalur, tetapi revolusi amat besar, revolusi Indonesia adalah
revolusi pancamuka revolusi multi kompleks, revolusi yang bermuka banyak, ya
revolusi nasional, ya revousi politik, ya revolusi, ya revolusi sosial, ya
revolusi membentuk manusia indonesia baru. Revolusi yang demikian tidak akan
selesai dalam tempo waktu satu dua tahun. Revolusi yang demikian ini akan
memakan waktu berpuluh-puluh tahun.
Menurut rudi hartono (aktivis prd)
bahwa esensi dari revolusi mental ala bung karno ini adalah perombakan cara
berfikir, cara kerja/berjuang, dan cara hidup agar selaras dengan semangat
kemajuan dan tuntutan revolusi nasional. Revolusi mental yang digaungkan
peresiden jokowi dan jajarannya menurut ilyas ismail(2014) bahwa gagasan
revolusi mental menggoda banyak orang, bai mereka, revolusi mental dibutuhkan
untuk membabt habis mentalitas, mindset, dan segala bentuk praktik buruk yang
sudah mendarah dagig sejak zaman orde baru hingga sekarang.
Mental dan kareakter menurut,
karyadi ch (master sugesti Indonesia) mental diartikan sebagai rangkaian sisetm
abstrak yang hidup dalam pikiran dan perasaan mengenai respon yang harus
dinanggap penting dalam hidup. Dan dari mental mampu bertahan dari terpaan aral
yang melintang serta mental mempunya I nilai hidup yang positif jika mempunyai
mental kuat.
PEMBAHASAN
A. Pendidikan
kewarganegaran di Indonesia
Di Indonesia pendidikan
kewarganegaraan telah dimasukan kedalam kurikulum pendidikan, sebagai bahan
ajaran guru kepada siswanya. tentunya dengan berpedoman denga sistem pendidikan
yang telah ditetapkan sebelumnya khusus untuk perguruan tinggi saat ini
menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (kbk) pada seluruh perguruan
tinggi indonesia. Kbk menekankan kejelasan hasil didik seseorang yang kompeten
dalam hal :
1. Penguasai
ilmu pengetahuan
2.
Menguasai penerapan ilmu pengetahuan dan
keterampilan dalam bentuk kekaryaan.
3. Menguasai
sikap berkarya
4.
Menguasai sikap dan kemampuan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan pilihan kekaryaan.
Undang-undang no. 20/2003 tentang sisdiknas
menetapkan kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat:
a.
Pendidikan agama.
b.
Pendidikan kewarganegaraan
c.
Bahasa.
Secara kualitas visi pendidikan tinggi nasional
2010:
1. Mengembangkan
kemampuan intelektual untuk jadi warganegara yang baik dan bertanggungjawab
bagi kemampuan bersaing bangsa mencapai kehidupan yang bermakna.
2. Membangun
suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dlm pembangunan masyarakat yang
demokratis, berkeadaban, inklusif, menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
Visi & misi mata kuliah pendidikan
kewarganegaraan
Visi mpk di perguruan tinggi merupakan sumber nilai
dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantar
kan mahasiswa memantapkan keperibadiannya sebagai manusia indonesia seutuhnya.
Misi mpk di perguruan tinggi merupakan membantu
mahasiswa memantapkan keperibadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan
nilai-nilai dasar pancasila, rasa kebangsaan, dan cinta terhadap tanah air
sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan
teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab.
Sedangkan dijenjang SMA, SMP, SD. Menggunakan
kurikulum yang sesuai dengan yang telah dicanangkan kementrian terkait, yaitu
kurikulum 2013 dan ada sekolah yang menggunakan KTSP 2006. Tentu pendidikan
kewarganegaraan diberikan sesuai dengan pedoman kedua kurikulum tersebut.
B. Revolusi
mental berjiwa pancasila
Indonesia adalah Negara yang
memiliki ideologi yang berbeda dari Negara lain, yaitu ideologi pancasila
sehingga bangsa Indonesia disebut bangsa pancasilais. Yang memiliki pandangan
hidup bernegara yaitu pancasila, dan juga pancasila bagi Indonesia merupakan
peryataan jati diri bangsa Indonesia itu sendiri. Yang berarti pancasila
merupakan suatu budaya yang dimiliki Indonesia, budaya merupakan cerminan
harmoni keindahan kehalusan yang memiliki proses yang harus dipikirkan,
direncanakan dan diwujudkan untuk menjadi kebudayaan yang diakui oleh semua
golongan di Negara Republik Indonesia. Yang memiliki beranekaregam suku bangsa,
agama, ras, budaya, tradisi, sehingga hal inilah yang menjadi tantangan utama
pancasila untuk menjadi kebudayaan universal bagi Indonesia.
Pertenatangan mengenai pancasila
sebagai peryataan jati diri bangsa indoensia tentu saja banyak terjadi,
mengingat kenekaragaman suku bangsa didalamnnya. Tetapi inilah sebenarnya yang
perlu ditegaskan oleh pemerintah Indonesia, bahwa pancasila merupakan identitas
nasional yang harus ditanamkan dalam didiri setiap warga Negara Indonesia
sehingga akan memunculkan semangat nasionalisme yang mengakar kuat sebagai
warga Negara Republik Indonesia. Jadi sasarannya tidak aka nada lagi konflik
seperti yang banyak terjadi belakangan ini, yaitu konflik antar agama, suku,
tauran pelajar, terpenagruh untuk menjadi teroris, maupun mau bergabung untuk
ikut berperang ke suriah. Semua itu tidak perlu lagi terjadi jikalau setiap
warga Negara Indonesia memiliki jiwa nasionalisme yang mengakar kuat dalam
setiap pribadi bangsa Indonesia.
Tetapi pada kenyataannya yang
terjadi saat ini tidaklah demikian hal tersbut dapat dibuktikan dengan data Data
Konflik Sosial di Indonesia Sejak
Tahun 2010 JPNN, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi
menyatakan, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan eskalasi konflik
sosial di tengah masyarakat. Konflik terjadi akibat benturan dari berbagai
kepentingan yang dilakukan antar kelompok masyarakat. Ini berdampak langsung
pada terganggunya keberlangsungan pembangunan nasional.
Menurut
Gamawan, Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin) Kemendagri mencatat, tahun
2010 terjadi 93 peristiwa konflik. Sementara pada tahun 2011 terjadi 77
peristiwa dan 2012 terjadi 128 peristiwa. Di tahun 2013 hingga awal September,
Kemendagri mencatat telah 53 peristiwa konflik
.
“Jadi
dari tahun 2010 hingga September 2013, tercatat 351 peristiwa konflik. Baik
konflik yang bernuansa SARA, bentrokan warga dengan organisasi kemasyarakatan,
aksi kekerasan unjukrasa menolak kenaikan bahan bakar minyak, bentrokan antar
massa pendukung calon kepala daerah dan aksi massa terkait sengketa
pertanahan,” ujar Gamawan dalam rapat kooordinasi nasional Komunitas Intelijen
Daerah (Kominda) tahun 2013 di Jakarta, Senin (9/9).
Dari
kasus-kasus tersebut, kata Gamawan, pemerintah memberi perhatian serius
terhadap aksi massa terkait sengketa pertanahan. Perhatian serius diberikan
mengingat sebaran peristiwanya terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia,
atau meliputi 22 provinsi.
“Selain
itu dampak yang ditimbulkan seperti penyelesaian sengketa yang berlarut-larut
menimbulkan kesan kurang sigapnya pemerintah dan memberikan peluang bagi
berbagai pihak berkaitan dengan kepentingan politik menjelang pemilu 2014,”
katanya.
Selain
konflik sosial, ancaman terorisme menurut mantan Gubernur Sumatera Barat ini,
juga masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Di tahun 2012, Kemendagri
mencatat terjadi 65 kali ancaman teror, di mana 30 kali di antaranya terjadi
ledakan bom, serta terjadi penangkapan 55 orang tersangka teroris.
"Aksi
teror dalam beberapa bulan terakhir juga terjadi seperti penembakan terhadap
empat orang anggota kepolisian di wilayah Ciputat dan Pondok Aren, Tangerang
Selatan. Jika kita mencermati peristiwa-peristiwa tersebut. inilah fakta dari
sebagian permasalahan bangsa yang memerlukan perhatian dan penanganan terpadu
dan berkelanjutan. Supaya penanganan tersebut dapat sesuai dan tidak berdampak
pada timbulnya permasalahan lebih luas,” katanya.(kompas 2013)
Kutipan berita diatas menjadi bukti
nyata bahwasanya konflik diindonesia masih sering terjadi, hal ini tentunya
tidak terlepas dari permasalahan sosial yang ada ditengah masyarakat. Tidak
hanya dikalangan dewasa dikalangan pelajar pun terjadi konflik yang berbuntut
tauran antar pelajar yang sering kita dengar dimedia masa Indonesia. Hal ini
tentu sangat memperihatinkan mengingat pelajar adalah generasi penerus bangsa,
yang cepat atau lambat akan memegang tampuk pemerintahan dinegri ini maau
dibawa kemana Indonesia jikalau generasi penerusnya seperti ini.
Tidak
bisa dipungkiri gerakan revolusi mental yang dicanagngkan persiden joko widodo
serta jajrannya memang perlu dikedepankan, dalam hal pembinaan warga Negara.
Seperti yang pernah sisampaikanya bahwa saat ini mental generasi penerus
Indonesia bisa dikatakan bobrok, yang dibuktikan dengan data statistik yang
meneangkan masih banyak terjadinya tauran antar pelajar, pelajar yang
menggunakan narkoba, bergabung dengan kelompok radikal, dan masih banyak lagi
kenakal-kenakalan pelajar zaman ini yang perlu diperbaiki.
Program-program
seperti bela Negara, pemasukan kurikulum yang berbasis pancasila untuk mendidik
pelajar memang perlu ditekankan lebih dalam lagi. Serta perbaikan mental
penyelengara pendidikan juga sangat dipandang perlu, apalagi pendidik yang
sudah berstatus Aparatur Sipil Negara, untuk dapat mendidik sesuai dengan
standar seorang pendidik dapat menjadi suritauladan bagi siswanya. selama ini
masih banyak staf pendidik yang hanya memikirkan isi kantongnya sendiri,
seperti datang tidak tepat waktu padahal menkankan siswanya untuk tepat waktu
padahal ia sendiri mencontohkan hal yang tidak baik. Inilah contoh pendidik
yang perlu perbaikan mindset dan mental.
b. Peran
aktif pemerintah
Dalam hal ini pemerintah harus
dapat memainkan peranya terutama dalam hal pembinaan warganegara, melalui
pendidikan kewarganegaraan yang selama ini sudah banyak kecolongan. Terlebih
ini menyangkut identitas bangsa Indonesia itu sendiri yang mana perlu
ditegaskan oleh pemerinta.
Langkah awal pemerintah memang
sudah mulai tampak dengan terselengaranya program bela Negara dimana setiap
instansi sudah mengambil bagian didalamnya. Yaitu dengan menyelengarakan
pelatihan bela Negara yang berkerja sama dengan KODAM yang ada didaerahnya,
yang akan memberikan pelatihan bela Negara sesuai kemampuannya dan tupoksinya
sebagai Tentara Nasional Indoesia yang menjaga kaamanan dan pertahanan Republik
Indonesia.
Memang pelatihan bela Negara
dilatih oleh kalangan militer yang memang berkompeten dibidang ini, tetapi hal
ini bukanlah suatu bentuk militerisasi warga Negara seperti dinegara lain yang
melakukan wajib militer. Tetapi lebih kepada penanaman rasa cinta kepada tanah
air, atau dalam kata lain memanamkan semangat nasionalime kedalam diri setiap
warga Negara. Penghayatan akan nilai-nilai pancasila, bineka tunggal ika, dan
terlebih dapat menyadarkan setiap warga Negara bahwa ialah bagian utama dari
Negara Republik Indonesia.
Jadi semangat revolusi mental
berjiwa pancasila memang perlu ditegaskan oleh pemerintah, tidak hanya memalui
pendidikan kewarganegaraan yang dimasukan kedalam kurukulum semata. Tetapi juga
melalui pelatihan-pelatiuhan bela Negara yang digagas oleh pemerintah.
Proklamator Indonesia ir. Soekarno telah mentayakan hal ini bahwa revoluis
tidak hanya sampai disini tetapi masih berlanjut sampai kapan pun sampai
indoesia mencapai tujuannya. Karena revolusi Indonesia bersifat universal
mencakup semua aspek kehidupan bangsa Indonesia yang perlu perbaikan dalam
segala bidang.
Dan perlu ditegaskan bahwa peran
pemerintah disini adalah menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan ideology atau
pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Karna menjadi hal yang vital dalam
menjaga kesatuan, kemanan, pertahanan Negara dari paham-paham Negara asing,
yang dapat merusak tatanan Negara yang selama ini dibangun dan terus berevolusi
kearah yang lebih baik. Uapaya pemerinta perlu didukung sepenuhnya oleh warga
Negara mengingat derasnya arus politik dikalangan para wakil rakyat yang
berbengaruh dibandingkan rakyat itu sendiri.
Dizaman yang sudah terbuka seperti
saat ini dengan banyaknya pengguna media sosial, sudah saatnya rakyat bersuara
bukan wakilnya lagi yang menjadi penentu. Disini rakyat sudah bisa menjadi
pengwal pembangunan dan arah kebijakan yang diambil pemerintah. Yang tentunya
dalam batas-batas kewajaran sebagia warga Negara, untuk dapat mencapai hal ini
dimana rakyat mulai bersuara dengan etika-etika bernegara berdasarkan pancasila
maka kita kembali kepada pemabahasan utama makalah ini yaitu “pendidikan
kewarganegaraan yang berjiwa pancasila dengan semangat revolusi mental”
sehingga perlaku masarakat sesuai karidornya dan semangkin mencintai NKRI sehingga
jargon “garuda didadaku” bukan hanya isapan jempol belaka. SEMOGA.
PENUTUP
Indonesia merupakan Negara yang besar entah itu dari
segi kekayaan alamnya, jumlah penduduknya, luas negaranya, keankargaman suku
budayanya. Tetapi tidak banyak disadari oleh genarasi penerusnya, banyak
pelajar yang saat ini tidak hafal dengan pancasila, sumpah pemuda, pembukaan
undang-undang dasar, terlebih lagi 4 pilar kebangsaan, sedangakan bahasa
Indonesia saja di nomor duakan lambang Negara dipelsetkan. Bahkan banyak yang
tidak tau makna sebenarnya dari upacara bendera yang sering mereka lakukan pada
setiap hari senin, dan perayaan-perayaan basar kenegaraan. Apakah hal ini dapat
ditoleransi lagi ?
Bobroknya tenaga pendidik akan berimplikasi kepada
mental anak didiknya, makanya jikalau ingin memperbaiki siswa maka perbaiki
dulu pendidiknya. Untuk memperbaiki pendidkinya perbaiki dulu sistemnya, untuk
memperbaiki sistemnya perbaiki dulu SDMnya, untuk memperbaiki SDMnya perbaiki
dulu pendidikannya. dan akan terus berlanjut sampai semuanya baik adanya.
Semoga dengan berbagai terobosan yang dilakukan pemerintahan saat ini menjadikan
Indonesia kearah yang lebih baik terutama dalam hal kewarganegaraan sarta
tujuan dari pendidikan kewarganegaraan dapat tercapai sebagai manamestinya.
Secara khusus saya pribadi berharap hal ini sudah
dapat tercapai 10tahun yang akan datang, dimana rakyat tidak lagi perlu
diwakili, Indonesia menjadi Negara yang kuat dalam hal karakter, ideology,
ekonomi, sosial, budaya. Semoga.
Daftar pustaka
Data Konflik
Sosial di Indonesia Sejak... - Sekumpulan Berita Politik dan Sosial | Facebook www.facebook.com.
Data Konflik Sosial - Data Bencana Konflik Sosial
2012 - 2013.xlsx - Portal Data Indonesia - data.go.id.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SMP | Forum Pendidikan
Kewarganegaraan SMP mustofasmp2.wordpress.com
Hardono hadi, 1994, hakikat dan muatan filsafat
pancasila cet pertama 1994 kanisius Yogyakarta.