Menulis itu PENTINK kata seorang penulis berpengalaman dan
terbukti dalam menghasilkan tulisan berkualitas Bambang Trim (anda bisa
mencarinya di google) “perlu niat, tekad dan inkubator” begitu kata beliau. Jadi sesuatu yang perlu
disadari seorang penulis adalah kesadaranya untuk menulis terlebih dahulu sama
seperti saya yang saat ini menulis hanya
modal niat tanpa tehnik mempuni (maaf curhat dikit). Memang tidak bisa
dipungkiri menulis ini adalah sesuatu yang berat setidaknya menurut saya ya!.
Karena ini merupakan proses kreatif yang menyita segala
kemampuan dan daya fikir bahkan tenaga juga loh ya catat!, anda memerlukan
tenaga untuk menulis sama seperti pekerjaan berat lainnya ,kenapa? Pernahkah
anda mendengar orang mengatakan “berfikir membuat saya lelah” dan menyebabkan
rambut saya rontok kemudian menstimulus perut untuk mengatakan “saya lapar”
bukan kah ini membuktikan bahwa menulis menguras segala daya yang anda
miliki? Makanya PENTINK.
Bakat, kadang menjadi halangan seseorang untuk menulis,
banyak orang mengatakan ketika diajak untuk membuat suatu tulisan, mengatakan
bahwa “saya tidak ada bakat untuk menulis” “menulis bukan saya” “saya tidak
memiliki waktu untuk itu” sebaiknya menulis dilakukan oleh “penulis saja dan
saya bukan penulis” dan masih banyak alasan lainnya.
Bakat bukan menjadi
patokan utama seseorang untuk menulis menurut Bambang Trim mengutip pendapat Daniel coyle dalam bukunya The
Talent Code “bakat merupakan
keterampilan yang diulang-ulang, bukan alamiah dibawa sejak lahir. Menulis
termasuk bukan bakat alamiah, tetapi dapat dilatih dengan syarat pengapaian
(motivasi), ada mentoring (master coching) ada pelatihan mendalam, dan kemudian
baru menjadi bakat”
NB : disini saya tidak mengungulkan penulis manapun kebetulan saja saya membaca bukunya bambang trim mengenai “menulispedia panduan menulis untuk mereka yang insaf menulis” ini dan saya terinspirasi untuk menuliskannya. Dan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada penulis lain.
Salah satu yang menjadi ketertarikan saya adalah pembahasan
mengenai proses menulis yang katanya berasal dari kurikulum pembelajaran di
luar negeri, yakni prewriting-draftting-revising-editing-publishingtahapan
yang harus ditempuh oleh seorang penulis utuk menghasilkan tulisan berkualitas
dan layak dikonsumsi public sehingga menjadi tulisan yang baik.
Pramenulis/prewriting,
Merupakan aktifitas untuk mengarahkan pikiran dan rencana sebelum menulis draft
pertama, yang termasuk pramenulis yakni menetapkan tujuan penulisan,
mengumpulkan informasi dan bahan tulisan, membuat perencanaan isi, dan menetapkan sasaran pembaca yang dituju
oleh tulisan. ada juga pendapat lain pramenulis ini menyangkut : pemilihan
topic dan tema, menentukan judul, mengumpulkan bahan dan membuat outline. Pada
intinya kedua pendapat ini memiliki kesamaan dan perlu untuk dilakukan
keduannya.
Menulis draft/drafting,
berarti memindahkan ide keatas media tulis yang dapat berupa apa saja,
disini kit bisa melakukan percobaan
penulisan, dengan kertas buram terlebih
dahulu. sehingga nantinya bisa di revisi atau di edit agar lebih baik.
Merevisi/revising,
berarti mengubah atau memperbagus
tulisan, pada tahap ini kita diberi kesempatan membenahi, mengurangi atau
bahkan menganti ide tulisan. Kita juga dapat berbagi draft kepada orang lain
untuk mendapatkan masukan ataupun komentar.
Mengedit (editing),
kesempatan untuk memperbaiki beberapa kesalahan didalam teks pada saat editing,
temukan kesalahan tiap baris, apakah itu salah ketik, salah berbahasa, ataupun
salah dalam penyajian data dan fakta.
Ketiga tahapan menulis draft, melakukan revisi, dan mengedit
ini, bisa disebut juga tahapan pembuatan tulisan dari mulai menuangkan segala
gagasan atau ide yang kita miliki kedalam kertas atau media tulis lainnya.
Dalam tahapan penulisan draf kita tidak diperkenankan untuk melakukan revisi
dan edit, jadi harus fokus dalam menulis tidak boleh terpengaruh untuk merevisi
atau mengedit karena disini adalah godaan terbesar bagi penulis untuk
mencampuradukan proses tersebut. karenanya tips dari Bambang Trim adalah
dengan tidak membaca ulang draf tulisan tesebut sebelum selesai di buat.
Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kita memang perlu untuk membaca tulisan
kembali dengan tujuan untuk melihat keterhubungan antar paragraf dengan syarat
tidak melakukan tindakan revisi dan edit terlebih dahulu sebelum tulisan dibuat
secara utuh. Selain akan memakan waktu banyak untuk menyelesaikan sebuah
tulisan juga akan membuat kita tidak efektif dalam menulis begitu kira-kira
penjelasannya.
Karena masuk dalam
tahapan pembuatan maka disini juga lah kita perlu memperhatikan asas penulisan
yang baik, perlu dicatat hal ini sebaiknya dilakukan pada saat revisi dan edit
sehingga tidak menggangu kita dalam pembuatan tulisan.
Asas kepenulisan yang baik mencakup asas kejelasan,
keringkasan, ketepatan, keterpaduan, pertautan dan penegasan. Berikut diuraikan penjelasan asas-asas
tersebut :
a.
Kejelasan (clarity). Tulisan yang baik ialah tulisan
yang jelas. Tulisan yang jelas diharapkan dapat mudah dimengerti atau dipahami
oleh pembaca. Selain itu, kejelasan tulisan juga tidak semata-mata hanya mudah
dipahami, tetapi juga tulisan itu tidak mungkin disalahtafsirkian.
b.
Keringkasan (conciseness) kalimat yang
diggunakan tidak boleh terlalu panjang, namun tidak boleh terlalu pendek juga,
tulisan yang terlalu panjang akan membuat pembaca tesengal-sengal dalam membaca.
Tidak boleh terlalu pendek akan menimbulkan kesan pelit dan tidak nyaman untuk
dibaca.
c.
Ketepatan (correctness) , tulisan harus dapat
menyampaikan butir gagasan kepada pembaca tepat seperti apa yang dimaksud
penulisnya. Apa yang ditangkap pembaca itu harus sama persis dengan apa yang
dimaksud penulis.
d.
Kesatupaduan (unity), asas keterpaduan dapat
terwujud apabila semua tulisan mengarah kepada satu gagasan utama. Ada
keterpaduan arah antara gagasan utama dengan pikiran pokok, pikiran pokok
dengan pikiran pendukung dan antara
pikiran pendukung dengan pikiran penjelas
e.
Pertautan (coherence). Asas ini meneuntut untuk
membangun koherensi antara kata satu dengan kata lainnya, antara klausa satu
dengan klausa lainnya, antara kalimat satu dengan kalimat lainnya, antara
paragraph dengan paragraph lainnya dan kata dengan kata.
f.
Penegasan (emphasis), hal apa yang ingin
ditonjolkan dalam tulisan, penegasan dapat dilakukan dengan cara mengulang kata
yang sama, menambahkan kata keterangan atau memindahkan letak farsenya , dalam
sebuah tulisan penegasan dapat dilakukan dengan membuat struktur tulisan yang
tersistematis sehingga pembaca dapat mengetahui apa yang ingin ditonjolkan
dalam tulisan itu.
Apakah anda mulai pusing dengan penjelasannya, saya pikir
ini belum terlalu berat pembahasannya karena ini masih termasuk hal yang umum
perlu dipahami dan dilakukan penulis untuk menghasilkan tulisan yang bertenaga
dan baik.Karena masih 1 tahap lagi “sebaiknya anda ngopi dulu”.
Menerbitkan
(publishing), selamat anda telah memasuki tahap akhir dan disini bearti
tulisan kita yang telah selesai di buat
sudah siap untuk dipublikasikan, ke media yang akan menjadi tujuan kita.
perlu di catat juga bahwa tulisan ini harus disesuaikan untuk memenuhi
persyaratan yang ditetapkan. Sebagaimana diketahui bahwa tiap media memiliki
kriteria berbeda dalam memuat tulisan kita dipertimbangkan apakah layak atau
tidaknya.
Karena perlu dipahami setiap tulisan memiliki resiko dan dampak
sosial yang nyata mampu mempengaruhi orang lain dan memang itu salah satu
tujuannya. selain edukasi dan fungsi lainnya tergantung dengan topik apa yang
akan kita angkat dan tujuan apa kita membuatnya.
Di zaman sekarang ini mempublikasikan sebuah karya adalah
hal yang mudah, baik pribadi maupun media masa pada umumnya .tetapi perlu juga
memperhatikan dampak dan resiko yang akan ditimbulkannya.seperti yang saya
bahas dalam tulisan “bijak dalam media sosial” . untuk menguji tulisan terebut
layak atau tidak dipublikasi, kita bisa mengirimkannya ke media masa untuk
meyakinkan kita tulisan tersebut benar layak untuk dibaca. Berikut tips dari
Bambang Trim terkait publikasi yakni :
Pilih media yang
tepat, saat merencanakan tulisan anda sudah harus membayangkan media mana
yang tepat untuk mempublikasikan tulisan kita berdasarkan karakteristik pembaca
sasaran yang dituju
Ikuti syarat dan
ketentuan, setiap media memiliki syarat dan ketentuan berbeda-beda terkait
tulisan, anda harus mengikuti syarat dan ketentuan tersebut untuk memastikan
tulisan dapat lolos dari segi fisik naskah.
Jadi pada intinya untuk menghasilkan tulisan yang baik
terlebih dahulu kita mulai dengan mengikuti tahapan proses dari penulisan
sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah sesuai urutannya. Hingga tulisan
kita dapat terbukti layak untuk dibaca dan publikasi ke media sosial atau
public.
NB : tulisan selanjutnya akan membahas tentang tulisan apa
saja yang bisa kita buat, mari bersama kita menulis demi kelestarian peradaban
dan keabadian diri melalui tulisan. Mari belajar bersama
Baca juga :
Karya tulis yang bisa dibuat di waktu luang
Outline (kerangka karangan) dan pratulis
