Friday, May 1, 2020

Cara menulis yang baik menurut ahlinya

ilustrasi menulis by pangkaras
Menulis, apa yang anda pikirkan dan bayangkan ketika mendengar kata ini? Setiap orang memiliki pemahaman berbeda dalam hal menulis, dan perlu disadari juga bahwa semua orang itu sebenarnya bisa menulis juga terkadang ada yang memang dituntut untuk menghasilkan tulisan seperti  Dosen, Guru, Profesor, wartawan, bahkan blogger  itu sendiri tambahan bahkan youtuber. Disini kita akan melihat dan belajar kepenulisan dari para pakar jadi mari belajar menulis bersama!!!

Menulis itu PENTINK kata seorang penulis berpengalaman dan terbukti dalam menghasilkan tulisan berkualitas Bambang Trim (anda bisa mencarinya di google) “perlu niat, tekad dan inkubator”  begitu kata beliau. Jadi sesuatu yang perlu disadari seorang penulis adalah kesadaranya untuk menulis terlebih dahulu sama seperti saya yang saat ini menulis  hanya modal niat tanpa tehnik mempuni (maaf curhat dikit). Memang tidak bisa dipungkiri menulis ini adalah sesuatu yang berat setidaknya menurut saya ya!.

Karena ini merupakan proses kreatif yang menyita segala kemampuan dan daya fikir bahkan tenaga juga loh ya catat!, anda memerlukan tenaga untuk menulis sama seperti pekerjaan berat lainnya ,kenapa? Pernahkah anda mendengar orang mengatakan “berfikir membuat saya lelah” dan menyebabkan rambut saya rontok kemudian menstimulus perut untuk mengatakan “saya lapar” bukan kah ini membuktikan bahwa menulis menguras segala daya yang anda miliki? Makanya PENTINK.

Bakat, kadang menjadi halangan seseorang untuk menulis, banyak orang mengatakan ketika diajak untuk membuat suatu tulisan, mengatakan bahwa “saya tidak ada bakat untuk menulis” “menulis bukan saya” “saya tidak memiliki waktu untuk itu” sebaiknya menulis dilakukan oleh “penulis saja dan saya bukan penulis” dan masih banyak alasan lainnya. 

Bakat bukan menjadi patokan utama seseorang untuk menulis menurut Bambang Trim mengutip  pendapat Daniel coyle dalam bukunya The Talent Code  “bakat merupakan keterampilan yang diulang-ulang, bukan alamiah dibawa sejak lahir. Menulis termasuk bukan bakat alamiah, tetapi dapat dilatih dengan syarat pengapaian (motivasi), ada mentoring (master coching) ada pelatihan mendalam, dan kemudian baru menjadi bakat”
NB : disini saya tidak mengungulkan penulis manapun kebetulan saja saya membaca bukunya bambang trim mengenai “menulispedia panduan menulis untuk mereka yang insaf menulis” ini dan saya terinspirasi untuk menuliskannya. Dan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada penulis lain.
Salah satu yang menjadi ketertarikan saya adalah pembahasan mengenai proses menulis yang katanya berasal dari kurikulum pembelajaran di luar negeri, yakni prewriting-draftting-revising-editing-publishingtahapan yang harus ditempuh oleh seorang penulis utuk menghasilkan tulisan berkualitas dan layak dikonsumsi public sehingga menjadi tulisan yang baik.

Pramenulis/prewriting, Merupakan aktifitas untuk mengarahkan pikiran dan rencana sebelum menulis draft pertama, yang termasuk pramenulis yakni menetapkan tujuan penulisan, mengumpulkan informasi dan bahan tulisan, membuat perencanaan isi,  dan menetapkan sasaran pembaca yang dituju oleh tulisan. ada juga pendapat lain pramenulis ini menyangkut : pemilihan topic dan tema, menentukan judul, mengumpulkan bahan dan membuat outline. Pada intinya kedua pendapat ini memiliki kesamaan dan perlu untuk dilakukan keduannya.

Menulis draft/drafting, berarti memindahkan ide keatas media tulis yang dapat berupa apa saja, disini   kit bisa melakukan percobaan penulisan, dengan kertas buram terlebih  dahulu. sehingga nantinya bisa di revisi atau di edit agar lebih baik.

Merevisi/revising, berarti  mengubah atau memperbagus tulisan, pada tahap ini kita diberi kesempatan membenahi, mengurangi atau bahkan menganti ide tulisan. Kita juga dapat berbagi draft kepada orang lain untuk mendapatkan masukan ataupun komentar.

Mengedit (editing), kesempatan untuk memperbaiki beberapa kesalahan didalam teks pada saat editing, temukan kesalahan tiap baris, apakah itu salah ketik, salah berbahasa, ataupun salah dalam penyajian data dan fakta.
Ketiga tahapan menulis draft, melakukan revisi, dan mengedit ini, bisa disebut juga tahapan pembuatan tulisan dari mulai menuangkan segala gagasan atau ide yang kita miliki kedalam kertas atau media tulis lainnya. 

Dalam tahapan penulisan draf kita tidak diperkenankan untuk melakukan revisi dan edit, jadi harus fokus dalam menulis tidak boleh terpengaruh untuk merevisi atau mengedit karena disini adalah godaan terbesar bagi penulis untuk mencampuradukan proses tersebut. karenanya tips dari Bambang Trim adalah dengan tidak membaca ulang draf tulisan tesebut sebelum selesai di buat.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa  kita memang perlu untuk membaca tulisan kembali dengan tujuan untuk melihat keterhubungan antar paragraf dengan syarat tidak melakukan tindakan revisi dan edit terlebih dahulu sebelum tulisan dibuat secara utuh. Selain akan memakan waktu banyak untuk menyelesaikan sebuah tulisan juga akan membuat kita tidak efektif dalam menulis begitu kira-kira penjelasannya.  

Karena masuk dalam tahapan pembuatan maka disini juga lah kita perlu memperhatikan asas penulisan yang baik, perlu dicatat hal ini sebaiknya dilakukan pada saat revisi dan edit sehingga tidak menggangu kita dalam pembuatan tulisan.

Asas kepenulisan yang baik mencakup asas kejelasan, keringkasan, ketepatan, keterpaduan, pertautan dan penegasan.  Berikut diuraikan penjelasan asas-asas tersebut :

a.       Kejelasan (clarity). Tulisan yang baik ialah tulisan yang jelas. Tulisan yang jelas diharapkan dapat mudah dimengerti atau dipahami oleh pembaca. Selain itu, kejelasan tulisan juga tidak semata-mata hanya mudah dipahami, tetapi juga tulisan itu tidak mungkin disalahtafsirkian.
b.      Keringkasan (conciseness) kalimat yang diggunakan tidak boleh terlalu panjang, namun tidak boleh terlalu pendek juga, tulisan yang terlalu panjang akan membuat pembaca tesengal-sengal dalam membaca. Tidak boleh terlalu pendek akan menimbulkan kesan pelit dan tidak nyaman untuk dibaca.
c.       Ketepatan (correctness) , tulisan harus dapat menyampaikan butir gagasan kepada pembaca tepat seperti apa yang dimaksud penulisnya. Apa yang ditangkap pembaca itu harus sama persis dengan apa yang dimaksud penulis.
d.      Kesatupaduan (unity), asas keterpaduan dapat terwujud apabila semua tulisan mengarah kepada satu gagasan utama. Ada keterpaduan arah antara gagasan utama dengan pikiran pokok, pikiran pokok dengan pikiran pendukung  dan antara pikiran pendukung dengan pikiran penjelas
e.      Pertautan (coherence). Asas ini meneuntut untuk membangun koherensi antara kata satu dengan kata lainnya, antara klausa satu dengan klausa lainnya, antara kalimat satu dengan kalimat lainnya, antara paragraph dengan paragraph lainnya dan kata dengan kata.
f.        Penegasan (emphasis), hal apa yang ingin ditonjolkan dalam tulisan, penegasan dapat dilakukan dengan cara mengulang kata yang sama, menambahkan kata keterangan atau memindahkan letak farsenya , dalam sebuah tulisan penegasan dapat dilakukan dengan membuat struktur tulisan yang tersistematis sehingga pembaca dapat mengetahui apa yang ingin ditonjolkan dalam tulisan itu.

Apakah anda mulai pusing dengan penjelasannya, saya pikir ini belum terlalu berat pembahasannya karena ini masih termasuk hal yang umum perlu dipahami dan dilakukan penulis untuk menghasilkan tulisan yang bertenaga dan baik.Karena masih 1 tahap lagi “sebaiknya anda ngopi dulu”.

Menerbitkan (publishing), selamat anda telah memasuki tahap akhir dan disini bearti tulisan kita yang telah selesai di buat  sudah siap untuk dipublikasikan, ke media yang akan menjadi tujuan kita. perlu di catat juga bahwa tulisan ini harus disesuaikan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Sebagaimana diketahui bahwa tiap media memiliki kriteria berbeda dalam memuat tulisan kita dipertimbangkan apakah layak atau tidaknya. 

Karena perlu dipahami setiap tulisan memiliki resiko dan dampak sosial yang nyata mampu mempengaruhi orang lain dan memang itu salah satu tujuannya. selain edukasi dan fungsi lainnya tergantung dengan topik apa yang akan kita angkat dan tujuan apa kita membuatnya.

Di zaman sekarang ini mempublikasikan sebuah karya adalah hal yang mudah, baik pribadi maupun media masa pada umumnya .tetapi perlu juga memperhatikan dampak dan resiko yang akan ditimbulkannya.seperti yang saya bahas dalam tulisan “bijak dalam media sosial” . untuk menguji tulisan terebut layak atau tidak dipublikasi, kita bisa mengirimkannya ke media masa untuk meyakinkan kita tulisan tersebut benar layak untuk dibaca. Berikut tips dari Bambang Trim terkait publikasi yakni :

Pilih media yang tepat, saat merencanakan tulisan anda sudah harus membayangkan media mana yang tepat untuk mempublikasikan tulisan kita berdasarkan karakteristik pembaca sasaran yang dituju

Ikuti syarat dan ketentuan, setiap media memiliki syarat dan ketentuan berbeda-beda terkait tulisan, anda harus mengikuti syarat dan ketentuan tersebut untuk memastikan tulisan dapat lolos dari segi fisik naskah.
Jadi pada intinya untuk menghasilkan tulisan yang baik terlebih dahulu kita mulai dengan mengikuti tahapan proses dari penulisan sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah sesuai urutannya. Hingga tulisan kita dapat terbukti layak untuk dibaca dan publikasi ke media sosial atau public.

NB : tulisan selanjutnya akan membahas tentang tulisan apa saja yang bisa kita buat, mari bersama kita menulis demi kelestarian peradaban dan keabadian diri melalui tulisan. Mari belajar bersama

Baca juga :
Karya tulis yang bisa dibuat di waktu luang
Outline (kerangka karangan) dan pratulis

Outline (Kerangka Karangan) dan pratulis

Outline sering disebut kerangka karangan, ia merupakan rencana kerja besar keseluruhan. seorang pengarang belum dapat memulai menulis kalau outline belum siap meskipun topic dan pokok pikirannya telah tersedia. Itu kalau menghendaki karangan yang rapi dan lancar. Untuk menyusun karangan panjang seperti esai dan buku, terasa sekali perlunya disiapkan outline yang berbentuk pembagian bab-bab dan pasal-pasal.Tetapi untuk menyusun karangan pendek, semacam makalah atau artikel untuk surat kabar outlinenya mungkin hanya berbentuk pembagian bab-bab dan pasal-pasal yang begitu terinci.

Pada prinsipnya sebuah karangan pendek atau panjang boleh-boleh saja disusun tanpa Mengindakan outline. Outline hanya sekedar teknik atau alat belaka. Teknik dan alat untuk memudahkan dan melancarkan karangan. Makin cermat dan makin mendetail outline di susun, makin baik karangannya .sebuah karangan yang kokoh dan elok biasanya terlahir dari perencanaan yang cermat dan matang.

Ada bebarapa tipe susunan outline yang pengarang boleh memilih salah satu yang dirasanya cukup bagus dan tepat bagi karangannya ada beberapa tipe yang lazim digunakan yaitu :
  1. Berdasarkan urutan Kornologis susunan outline diatur menurut susunan waktu kejadian (kornologis) peristiwa yang hendak diuraikan.
  2. Berdasarkan urutan lokal susunan outline (ruang/tempat) dari pada objek yang hendak diuraikan
  3. Berdasarkan susunan kalimat susunan outline diatur menurut jenjang kepentingan, terendah menuju kepentingan tertinggi.
  4. Berdasarkan urutan Familiaritas susunan outline diatur menurut dikenal tidaknya bahan yang akan diuraikan, dimulai dari suatu yang dikenal kemudian berangsur pindah kepada sesuatu yang belum dikenal yang belum di ketahui pembaca.
  5. Berdasarkan urutan Ekspebelitas susunan outline diatur menurut diterima tidaknya prinsip yang dikemukakan. Dimulai dari mengemukakan hal-hal yang dapat diterima pembaca kemudian menuju hal-hal yang dapat diterima pembaca kemudian menuju gagasan yang mungkin di tolak.
  6. Berdasarkan urutan kausal susunan outline diatur menurut susunan kausal dapat Dikemukakan dengan sebab-sebab, untuk kemudian uraian akan menelusuri akibat-akibat yang mungkin ditimbulkannya, dapat pula sebaliknya.
  7. Berdasarkan urutan logis susunan outline diatur menurut aspek-aspek umum dan aspek-aspek khusus.
  8. Berdasarkan urutan apresiatif susunan outline diatur menurut pilihan buruk-baik, untung-rugi, berguna-tidak berguna, benar-salah, dan seterusnya
Proses pembuatan outline

Secara sederhana proses penyusunan outline umumnya melewati tahapan-tahapan berikut :

Tahap pertama, mencatat diatas sebuah kertas segala gagasan yang muncul dari pikiran atau dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis maupun lisan, yang ada hubungannya dengan topic yang ditentukan dan pokok-pokok pikiran yang dirumuskan. Semua gagasan ditulis tanpa perlu disusun dalam suatu sistem atau berurutan yang teratur.

Tahap kedua setelah dirasakan seluruh gagasan sudah di tulis, maka mulailah gagasan-gagasan itu diatur, diorganisasikan dan disistematiskan.Hal-hal yang saling berhubungan hal yang saling berhubungan termasuk dalam satu grup dikelompokan menjadi satu.Dalam tahap mengatur, mengorganisasikan dan mensistematiskan ini harus senantiasa diperhatikan agar gagasan yang tidak cocok dengan pokok pikiran dicoret atau dibuang.

Tahap ketiga menguji sekali lagi gagasan-gagasan yang telah dikelompokan dalam bab-bab dan pasal-pasal tadi.

Tahap keempat membuat outline yang lengkap dan terinci yang sudah lengkap dan bebas dari coretan-coretan dan penyempurnaan-penyempurnaan. Dalam tahap ini juga dicantumkan pokok pikiran yang mendasari outline tersebut.

Outline yang baik

Yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan outline yang baik adalah sebagai berikut :

1.    Outline harus mengandung pokok-pokok yang cukup mendetail, semakin mendetail semakin banyak menolong dalam uraian nanti, sebaliknya outline yang tidak cukup mendetail akan kurang banyak membantu uraian
2.   Outline harus disusun secara cermat dan logis, setiap bagian memerlukan pembaharuan lebih lanjut (subdivision) yang bersifat menganalisis secara cermat dan logis.
3.    Dalam outline yang baik, pokok-pokok yang sejajar harus diberi nomor atau huruf yang sejenis.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa outline menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh penulis, dengan demikian aktifitas kepenulisan yang akan di lakukan menjadi terarah dan efektif.  Outline sendiri biasanya digunakan oleh penulis dalam tahap Pratulis, tahap yang menguras segala daya yang dimiliki oleh seorang penulis. Disini penulis harus mampu menuangkan gagasannya secara tertulis.Setiap keraguan yang datang pada tahap ini harus bisa diatasi.Karena pada dasarnya godaan untuk meninggalkan tulisan akibat dari terkurasnya segala daya yang dimiliki penulis terjadi pada tahap ini.

Oke, disini kita akan sedikit mengenal tentang pratulis ini karena anda dan saya akan belajar tentang kepenulisan. mengapa menulis itu harus dikerjakan sesuai dengan urutan proses kita bisa melihat urutan atau langkah pertama yang harus dilakukan. Disini kita menelusuri garis beser kepenulisan ilmiah menurut The liang Gie (2002:99) meliputi 8 langkah yakni :

1.       Mencari i de induk yang akan diungkapkan menjadi karangan
2.       Mengembangbiakan ide induk dengan membaca, bertukar pikiran, mencatat, dan merenungkanya sampai tuntas sebagai bahan pemikiran
3.       Memilih salah satu di antara segenap bahan pemikiran itu untuk dijadikan topic karangan.
4.       Membatasi topic dengan sebuah tema tertentu.
5.       Merumuskan topik berikut tema karangan menjadi sebuah kalimat topic (disebut juga kalimat ide pokok ) dan sekaligus menentukan judul karangan.
6.       Mengurai kalimat topic itu menjadi suatu rangka yang mewujudkan garis besar karangan yang cukup terperinci dan teratur
7.       Menghindari rincian garis besar karangan itu menjadi tulisan alinea-alinea yang masing-masing terdiri dari serangkaian kalimat sebagai kesatuannya.
8.       Menyempurnakan segenap alinea itu hingga membentuk karangan yang selesai.

Jadi disini seharusnya anda sudah membayangkan betapa ribetnya menulis, meskipun itu sebuah karangan yang berasal dari dalam diri kita yang “hanya” perlu dituangkan dalam tulisan? Memang garis besar kepenulisan yang saya tulisakan diatas untuk karya tulis ilmiah akan tetapi bisa diterapkan dalam segala jenis kepenulisan dan itu langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang penulis.

Jadi bagi anda yang akan menulis sebaiknya mempertimbangkan hal ini dan mempertebal keinginan untuk menulis tersebut. Catat ini penting agar tulisan anda tidak berhenti ditengah jalan.

Kepenulisan adalah dunia yang menarik, semua hal bisa kita lakukan dengan kepenulisan dan menurut saya ini jalan untuk merintis karir dibidang apapun karena pada dasarnya memerlukan yang namannya tulisan, mau menjadi BLOGER , wartawan, dosen, guru, penegak hukum, pengacara, bahkan youtuber pun anda perlu menulis. Dan pentingnya kepenulisan pernah saya ungkapkan dalam tulisan saya sebelumnya “menulis mengabadikan pemikiran dalam peradaban” dan bahkan anda akan abadi dengan adanya karya tulis anda. Meskipun saat ini telah berkembangnya teknologi seperti video dan foto yang juga bisa mengabadikan diri anda dalam bentuk yang lebih nyata.

NB :disini saya juga masih belajar kepenulisan sebagaimana tulisan-tulisan saya dalam blog ini masih sangat amburadul dan acak, karena pada dasarnya saya ingin menghidupkan niat menulis dulu. Sembari berjalan akan menguasai tehnik kepenulisan jadi

  • “mari belajar bersama tentang menulis

Baca juga :



Thursday, April 30, 2020

Karya tulis yang bisa dibuat di waktu luang

Menulis merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagaian orang, dan perlu di pertimbangkan untuk mengisi waktu luang. Bagi orang yang hobby membaca bisa menungkan ide yang muncul dari apa yang dibacanya, atau anda hobby memainkan game bisa juga membuat curhatan mengenai game yang anda mainkan dengan melakukan review game tersebut, atau membagi tips dan trik memainkannya bisa dilakukan.

Bahkan untuk membuat video youtube pun kita memerlukan tulisan untuk membuat narasi video yang akan kita buat agar sesuai dengan tujuan dan maksud kita membuatnya. Mungkin ada juga yang membuatnya spontan sih, tapi bagi yang pro mereka telah mempertimbangkan narasi untuk setiap video yang akan dibuat dan itu agar pesan yang akan mereka sampaikan di video bisa dimengerti penontonnya.

Menurut Wikipedia menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media, dengan menggunakan askara. Sebagai informasi sebelum askara menulis dilakukan dengan menggunakan gambar seperti tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman mesir kuno. Hieroglif sendiri merupakan sebutan dalam bahasa yunani untuk “tulisan suci) yang merupakan sebuah karakter dari sistem tulisan mesir kuno tersebut. Beberapa pengertian ini bisa dibaca di Wikipedia.

Menurut kbbi karya itu pekerjaan, hasil perbuatan, buatan ciptaan (terutama hasil karangan) disini saya membatasi pembahasan terhadap karya sastra fiksi dan non fiksi yang saat ini popular atau lebih dikenal dikalangan masyarakat umum. tanpa mendiskreditkan peranan karya tulis Ilmiah untuk kehidupan dan kemajuan peradaban jadi perlu untuk dipahami. saya kurang tahu juga, apakah ada karya tulis diluar sastra dan ilmiah itu mungkin anda bisa menambahkan nya di kolom komentar terkait ini dan agar tulisan ini bisa mendekati kesempurnaan.

karya sastra fiksi terbagi kedalam tiga jenis yakni porsa, puisi dan drama, yang kita jumpai di kehidupan sehari-hari dan sangat dekat dengan kita. tapi terkadang kita sulit untuk membedakan ketiga jenis karya sastra ini apabila tidak mengenalnya terlebih dahulu tentang apa persamaan dan perbedaan ketiganya. Mengingat kita mungkin hanya menikmati tujuan dibuatnya, yakni sebagai hiburan belaka. Sebagai sebuah karya sastra fiksi ini bukan hanya tujuan untuk menghibur  tetapi juga hal yang menyertai tujuan si pembuat, apa yang ingin disampaikannya dalam karyanya.

Porsa, merupakan bentuk karangan bebas yang berisi suatu cerita, jenis tulisan porsa biasannya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide, karenanya porsa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah novel, ensiklopedia, surat dan lain sebagainya. Yang dapat dibagi kedalam  dua jenis yakni porsa lama porsa ini adalah porsa yang asli dari kebudayaan Indonesia dan belum mendapatkan pengaruh barat yakni hikayat, sejarah, kisah, dongeng, cerita berbingkai.
Sedangkan porsa baru adalah karangan porsa yang timbul setelah mendapatkan pengaruh sastra atau budaya barat, bentuk-bentuk porsa baru yakni roman, novel, cerpen, riwayat, kritik, resensi, esai. Seperti yang kita tahu bahwa porsa baru ini lebih dikenal saat ini, kita dapat menikmatinnya  kapanpun dan dimanapun berkat kemajuan teknologi informasi.

Puisi, puisi merupakan bentuk karya sastra yang terkait oleh larik dan bait. Puisi menggunakan kata-kata singkat dan padat. Pilihan kata dalam puisi juga menarik. Kadang-kadang puisi menggunakan kata kata kias kata-kata itu mewakili makna puisi. Dizaman sekarang kita menyaksikan puisi dibuat sedemikian rupa agar bergaya kekinian dan dibuat terus menyesuaikan zaman tapi terkadang pembuatan  dizaman sekarang hanya mengutamakan estetika atau keindahan bahasa yang ditonjolkan akan tetapi kurang dalam hal makna contohnya

Rindu membelit ragaku yang hampa
Dingin menggugat ras
Melaut amarah tanpa kata
Bersidekap ragu meluruh waktu

Apakah anda bingung memahami makna puisi diatas tentang rindu, yang membelit raga, entahlah saya tidak mendapatkan apa yang ingin disampaikan si pembuat didalam puisi ini. Banyak quotes bertebaran di media sosial belakangan ini dan banyak anak muda tertarik untuk membuatnya. Celakanya ada beberapa orang diantara mereka mengatakan bahwa itu puisi, apakah termasuk anda? Oke kita akan mengenal lebih dekat dengan puisi dari unsur dan bentuknya sebagai berikut :

Unsur isi puisi, yang meliputi tema, perasaan nada, dan amanat. Setiap unsur ini harus ada dalam puisi yang akan kita buat agar suatu  rangkaian kata dalam kalimat itu bukan hanya indah dan enak didengar tetapi juga penuh dengan makna yang dapat diambil sebagai pembelajaran atau penyejuk didalam jiwa.

  1. Tema, merupakan gagasan pokok yang dikembangkan oleh penyair, tema puisi bisa bermacam-macam ada tema ketuhanan, persahabatan, kemanusiaan, perjuangan, atau pahlawan.
  2. Perasaan, perasaan penyair dapat dilihat dalam puisi persaan terdapat dalam puisi bisa perasaan kagum bahagia atau sedih
  3. Nada, mengambarkan sikap penyair terhadap pembaca ada puisi yang bernada marah, belas kasih takut atau seriu
  4. Amanat, merupakan pesan penyair kepada pembaca amanat dapat ditafsirkan sendiri-sendiri amanat yang ditemukan dapat lebih dari satu.
Bentuk puisi, bentuk puisi disini berarti struktur atau kerangka puisi yang akan kita buat sehingga tampak sistematis terstruktur yakni :
  1. Larik, disebut juga baris puisi larik merupakan kata, atau deretan kata, atau kalimat yang ada dalam puisi, larik-larik puisi dibentuk oleh kata-kata yang penuh makna kata-kata ini bisa bermakna denotasi atau lugas bahkan kata-kata itu bersifat konotasi atau hias
  2. Bait, berupa kumpulan larik atau kumpulan baris jumlah larik dalam bait berbeda-beda bait disebut juga kuplet
  3. Pertautan antara bait, bait-bait dalam puisi harus saling berhubungan. Isi dalam bait puisi pun harus berhubungan
  4. Rima atau sajak disebut per samaan bunyi yang terdapat dalam puisi persamaan bunyi yang terdapat dalam puisi persamaan bunyi ini bisa dilihat diakhir baris dalam satu bait persamaan bunyi bisa juga dilihat dalam satu baris
  5. Diksi disebut juga pilihan kata, kata-kata yang digunakan dalam puisi harus dipilih kata-kata yang digunakan dalam puisi harus dipilih kata-kata yang dipilih harus dapat menggambarkan isi puisi kata-kata dalam puisi bisa berupa kata bermakna denotasi atau konotasi
  6. Pengimajiandisebut juga citraan. Citraan berhubungan dengan pancaindra apa yang digambarkan penulis dapat dilihat dari citraan. Ada bebrapa citraan yang dapat kamu temukan dalam puisi citraan yang dapat kamu temukan seperti berikut. Citraan pengelihatan, pendengaran, perasaan, perabaan, dan citra penciuman.
Berikut ini contoh puisi yang baik dan benar menurut saya, karya Budi Miank pengiat literasi, jurnalis dan Bloger juga Kalimantan barat, diambil dari bukunya yang berjudul “Notokng” yang diterbitkan oleh lembaga literasi dayak berikut puisnnya.

Temuai senja

Temuai datang penuh harap
Membawa temaram senja
Tanpa semburat
Tanpa mega yang memerah

Temuai berhenti
Seseorang perempuan terjaga
Pancarkan petromak damar
Menyeruak di antara celah-celah balai betang

Satu kata, bibir berpatah
Tegur sapa, menjawab harap
Satu sesaji terhampar
Temuai lahap
Mengisi ruang raga

Temuai pasrah dalam jiwa
Kala perempuan senja menawar prasyarat
“kepalamu pusaka kami”
temuai termenggu dalam diam
bibir menari dalam getar
satu kata mengalir
“aku relakan segalannya untuk pusaka mu”
Malam kian renta
Temuai terlelap dalam buaian mimpi

Sedikit informasi tentang puisi ini, berlatar belakang cerita rakyat Dayak Kalimantan barat tentang “Notongk” warisan leluhur orang Angan Tembawang salah satu desa dikabupaten landak, kecamatan ngabang Kalimantan barat. Untuk lebih lengkapnya anda bisa mengunjungi angantembawang.blogspot.com. untuk mengetahui tentang tradisi” Notongk” ini.

Apakah anda sudah berminat untuk menulis puisi? Anda dapat berkarya sekarang!

Drama, merupakan bentuk karya sastra yang berupa dialog atau percakapan. Drama bisa dipentaskan, dan bahkan di filemkan mungkin anda yang membaca tulisan ini adalah penonton setia Drakor (drama korea) yang mampu menghipnotis penontonnya sehingga menjadi sangat terbawa perasaan dan anda pasti tahu kasus penyerangan netizen Indonesia kepada akun medsos salah satu pemain darma korea, saya tidak tahu judulnya tapi yang jelas si pemain ini berperan sebagai Pelakor (perebut lelaki orang) kejadian yang lucu bukan.

Kita akan mengenal unsur yang ada pada drama yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik sebagai berikut :

a.      Unsur intrinsik, yang terdiri dari dialog, latar, tokoh dan penokohan, alur atau plot, konflik, tema, amanat.
b.      Unsur ekstrinsik, yang terdiri dari pendidikan pengarang, budaya, sosial, religi, adat dan nilai-nilai

Berikut bebrapa tips membuat drama dari bebrapa buku yang saya baca, maaf belum praktek mungkin kita bisa join untuk membuat drama silahkan tinggalkan komentar

1.     Mengadakan observasi atau pengamatan, pengamatan ini dilakukan untuk menentukan setting/latar dan tokoh. Jadi disini kita akan membuat suatu drama terlebih dahulu menentukan latar keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya suatu peristiwa, keadaan atau situasi, dan dekor pemandangan seperti pengaturan tempat kejadian, perlengkapan dan pencahayaan ini menurut KBBI. Dalam mengadakan observasi dan pengamatan ini kita akan menggunakan seluruh indra yang kita miliki untuk menangkap/merekam suatu latar dan tokoh agar situasi dan penokohan bisa sempurna dalam suatu drama yang akan di pentaskan.

2.      Penciptaan tokoh hidup, kita dapat menciptakan seseorang tokoh dari orang-orang yang ada di sekitar kita dengan melakukan observasi dan pengamatan terlebih dahulu dengan memahami karkter, pembawaannya, fisik, cara bicara, berjalan, bertutur dan lain sebagainnya.

3.      Penciptaan konflik, keberadaan konflik ini sangat dekat dengan kita bisa terjadi dalam kehidupan selama berinteraksi komunikasi dengan orang lain bahkan dengan diri sendiri makanya seseorang yang akan membuat drama sebaiknya memahami tentang konflik ini karena banyak juga jenisnya mungin akan saya buat dalam tulisan selanjutnya. Intinya kita bisa mengamati konflik yang terjadi di sekitar kita contoh sederhannya adalah perkelahian, perbedaan pendapat, kesalahpahaman ini bisa menjadi konflik dan pemicunnya.

4.      Penulisan adegan, adegan adalah bagian dari babak (bagian dari suatu drama) latar, tokoh hidup, dan konflik yang telah kita ciptakan dalam tahap sebelummnya. Dapat kita ubah lansung menjadi sebuah adegan. Jadi disini pembuatan adegan akan sangat bergantung pada latar tokoh dan konflik yang telah kita tentukan.

5.      Penulisan naskah drama, rangkaian adegan-adegan yang kamu buat menjadi sebuah babak kemudian babak-babak yang kita buat dirangkai menjadi sebuah naskah drama. Babak dalam drama merupakan sebuah peristiwa, setiap babak memiliki tokoh dan setting yang sama, babak satu dengan babak yang lain mempunyai keterkaitan untuk menyusun sebuah drama. Antara babak ini memiliki perpindahan yang ditandai dengan tempat kejadian peristiwa, suasan tokoh dan batas waktu. Satu babak tidak melebihi cerita dari sebuah cerita dari sebuah peristiwa yang berlansung lebih dari 24 jam atau satu hari full.

Sampai disini anda seharunya sudah memahami pembuatan drama, apakah ingin segera membuatnya? Saya pikir itu adalah ide yang bagus mengingat kita bisa Mempublikasiknnya di media yang saat ini popular seperti youtube. dan beberapa youtuber yang membuat drama bahkan hanya dilakukan satu orang tetapi bisa membuat beberapa tokoh berkat kecanggihan teknologi anda tahu sendiri siapa orangnnya kan kalu sering nonton youtube.
 
Mungkin sekian yang dapat saya bagikan mengenai karya tulis yang bisa dibuat untuk mengisi waktu luang di rumah yakni puisi drama dan porsa. Sebenarnya masih ada lagi karya sastra Nonfiksi yang bisa dibuat juga tapi akan kita sajikan di tulisan yang berbeda. Terimakasih.


Baca juga :
Cara menulis yang baik menurut ahlinya
Outline (kerangka karangan) dan pratulis

Sunday, April 26, 2020

IDEALISME SEORANG SARJANA & PRAKERJA


Setiap orang memiliki cara pandang tersendiri tentang idealismenya, termasuk seorang sarjana yang terkadang sangat idealis tentang kelanjutan hidup dan karirnya. Tentang kemana akan melanjutkan kehidupannya setelah menjadi seorang sarjana itu sangat berat dan sulit bagi sebagian orang. apakah tetap berada di jalur keilmuan yang selama ini ditempuh? ataukah keluar dari jalur tersebut setelah sekian lama dan menghasilkan gelar!.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas seseorang tidak bisa hanya diukur dari gelar kesarjanaan yang ia sandang akan tetapi masih banyak lagi faktor yang lain.
Banyak yang perlu dibicarakan tentang idealisme, salah satunya adalah tentang pilihan mendapatkan pekerjaan dengan bantuan ”orang dalam”. sebagai seseorang terpelajar, tentunya dalam hal mendapatkan pekerjaan, cara murni atau lulus sesuai dengan kemampuan kita sendiri itu sangat berarti. dan lebih berkesan ketimbang dengan bantuan "orang dalam", akan tetapi pada kenyataannya hal itu sangat sulit dan terlalu naif apalagi kemampuan seorang tersebut yang pas-pasan.

Berbicara tentang kemampuan yang pas-pasan ini, sebenarnya dalam setiap ujian si pencari kerja dihadapkan kepada 3 hal yang utama yakni : pertama adalah kemapuan akademik, Psikologi yang menyangkut kejiwaannya, teamwork/kemampuan bekerjasama dengan orang lain (koreksi jika salah) ini semua termuat dalam psikotes. perlu dicatat tidak semua orang memiliki kemampuan yang baik dalam semua aspek Ini, ada yang menguasai 1 aspek ada yang menguasai 2 aspek dan sangat jarang menguasai 3 aspek sekaligus. tapi kenyataannya setiap pencari kerja dituntut untuk dapat memenuhi setiap aspek ini karena sang pemberi pekerjaan ini tentunya mengharapkan tenaga kerja yang terbaik. dan psikotes masih dijadikan patokan penilaian bagi pemberi kerja saat ini.
kita tidak tahu kedepannya, apakah ada cara lain selain psikotes
Pertanyaannya adalah apakah dengan penilaian psikotes ini membuktikan bahwa seseorang itu lebih baik dari pada orang lainnya?. "tentu tidak bukan!" dari sudut pandang si pemberi pekerjaan tentunya ia akan mengambil seseorang dengan nilai yang paling tinggi dari hasil psikotes tersebut, dan perlu dicatat bahwa kita tidak akan pernah tahu trik seseorang dalam mengerjakan tes tersebut. karena ini semua akan berpengaruh, misalnya orang yang telah berpengalaman atau mempelajari soal-soal psikotes memiliki kemungkinan yang besar untuk menguranginya jadi jawabannya akan disesuaikan dengan kemauan si pemberi kerja bukan berdasarkan apa yang dimiliki didalam dirinya.
hal ini didasarkan pada pengertian psikotes itu sendiri yakni prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembukuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu.ini menurut KBBI
ini membuktikan bahwa memang pada dasarnya dan seharusnya, psikotes itu tidak bisa dicurangi karena merupakan penilaian yang baku dan telah dibukukan, sehingga dapat dipercaya. tapi pada kenyataanya ini bisa saja dicurangi dengan cara mempelajari soalnya kemudian melakukannya secara berulang-ulang (trik ini belum terbukti) dan "bantuan orang dalam" tentunya. "tapi perlu ditegaskan lagi setiap instansi pemerintah maupun swasta katanya mulai sekarang sudah bersih dari orang dalam!!."

 lantas bagi si pencari pekerjaan, hal ini tentu tidak bisa dijadikan patokan bahwa orang itu lebih berkualitas antara satu dengan yang lainnya. karena pada setiap aspek yang diujikan dalam psikotes itu adalah penilaian. dan tidak semua orang dapat memenuhi syarat tuntutan dari si pemberi secara 100% dan psikotes hanya sebatas alat untuk melakukan penyelidikan terkait sifat-sifat psikis seseorang bukan sesuatu yang mutlak untuk kita yakini bahwa kita misalnya yang tidak lolos psikotes mencap diri lebih buruk dari orang yang lolos tentu itu merupakan hal yang sangat keliru.

Pada kenyataanya setiap individu itu unik memiliki kelebihan dan kekurangan, ada nilai didalam diri kita yang lebih unggul dari orang lain, begitupun sebaliknya. misalnya meskipun nilai akumulasi kita kalah dari orang maka tidak perlu berkecil hati, mungkin ada aspek lain diluar itu yang bisa kita lebih unggul membuka kesempatan kita untuk berkarya ditempat lain atau bahkan memulai usaha sendiri. jadi penting untuk tetap selalu berpikir positif.
Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi, seseorang diterima atau tidak dalam sebuah pekerjaan oleh si pemilik pekerjaan bukan semata-mata psikotes. maka sebagai si pencari pekerjaan kita tidak boleh berputus asa apabila kita kalah dalam persaingan, apalagi sifat manusia yang selalu dapat berkembang sesuai ia alami dan pelajaran yang ia dapat dari pengalamannya. Hal ini yang menjadikan bahwa manusia sebenarnya tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada kalanya nilai seseorang yang mengikuti tes psikologi pertama dan kedua cenderung meningkat meskipun terkadang peningkatan itu tidak terlalu signifikan. Ada faktor yang lebih kuat dari sekedar lulus murni sebenarnya yaitu faktor orang dalam yang bisa Menjungkir balikan hasil tes maupun penilaian, yang membuat tes hanya sekedar formalitas baginya. Di Negara ini sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan cara ini mau masuk tentara, mau masuk jadi Polisi, mau jadi PNS, pegawai BUMN atau swasta sekalipun. sudah menjadi rahasia umum seseorang di minta puluhan hingga ratusan juta oleh si orang dalam ini yang akan membantu proses masuknya si pencari kerja. praktik haram yang disembunyikan sedemikian rapinya sehingga praktik ini sulit sekali terendus (catat ini dilakukan oleh oknum yah guys). 
Mudahan praktik ini tidak lagi untuk saat ini dengan adanya revolusi mental dan pembenahan di kalangan TNI,POLRI dan ASN/PNS BUMN dan Swasta sendiri yang hingga kini banyak diminati masyarakat untuk dijadikan sebagai tujuan pekerjaan.
Disinilah awal mula kebuntuan idealisme seorang sarjana yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan cara yang murni tanpa embel-embel “orang dalam”, yang berusaha menggunakan ijazah kesarjanaan dengan cara murni dan penuh kebanggan. menjadi sia-sia karena apalah arti kesarjanaan kalau tidak bisa memenuhi 3 aspek yang ditetapkan si pemberi pekerjaan, dan memenuhi kebutuhan akan "orang dalam" yang bisa Memutarbalikan hasil tes. entahlah

 Tentu sangat sulit mempertahankan idealisme ingin mendapatkan pekerjaan idaman dimasa sekarang ini dengan cara murni, baik itu dinilai dari kemampuan sendiri yang harus memenuhi 3 aspek si pemberi kerja, persaingan dangan ribuan atau pun jutaan orang lainnya yang juga mencari pekerjaan. Lalu Apa yang harus dilakukan untuk menyikapi fakta ini?

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini memang cukup sulit, tapi bukan tidak mungkin juga. karena setiap tahun pasti ada saja perusahaan, instansi pemerintah, atau lembaga lainnya yang membuka lowongan, ada juga usaha-usaha baru yang bermunculan juga mencari karyawan lantas bagaimana dengan diri sendiri menyikapi hal ini apakah kita akan masuk ke sana atau membuka usaha atau peluang kerja sendiri ? Saya pikir ini ranah keputusan sendiri yang hanya bisa di intervensi Emak lu, dan juga basis kemapuan yang kita miliki bukan.

Maka hal yang kita perlu lakukan adalah mempersiapkan segala sesuatu yang dapat menunjang apa yang akan dilakukan. seperti misalnya mempersiapkan dokumen-dokumen untuk yang mencari kerja, mempersiapkan modal, waktu, niat, tekad, motivasi pengetahuan, dan jangan lupa link untuk mempermudah distribusi produk, atau juga mungkin link ke preman baik yang berdasi atau yang mondar mandir di pasar. Ini penting untuk menjaga keamanan usaha yang akan kita tekuni.

Untuk pencari kerja sendiri di zaman sekarang seperti yang saya sebutkan diatas seperti 3 aspek tuntutan pemberi kerja atau bisa lebih banyak, dan juga orang dalam (catat, ini penting untuk memperlancar, pisss) perlu juga sertifikat, jadi tidak ada salahnya selagi menganggur kita mengikuti pelatihan baik yang gratis atau pun berbayar daripada rebahan terus lama-lama jadi rebah benaran. Kan ribet kalau dah begitu!!!.  Lagian sekarang pelatihan udah bisa secara online yah meskipun kekurangannya di hal praktek langsung, tapi setidaknya ini membuka pikiran kita dan membantunya untuk terus aktif kan.

Angin segar itu bernama kartu prakerja, lantas apa itu kartu prakerja? Merupakan program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan  peningkatan kompetensi. Jadi disini kita akan mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemapuan yang dilakukan dengan pemberian pelatihan baik secara offline atau online yang diadakan oleh pemerintah. Disini kita akan mendapatkan manfaat berupa dana yang akan diberikan untuk membayar pelatihan yakni sebesar 1jt Rupiah, dan uang saku sebesar 600rb selama 4 bulan. dan kalau tidak salah setelah mengikuti pelatihan juga akan diadakan survei yang akan diberikan imbalan sebesar 50rb untuk satu kali survey, dimana survey ini dilakukan sebanyak 3 kali jadi kita akan mendapatkan uang sebesar 150rb sebagai tambahan. Ayo buruan daftar btw ini udah masuk gelombang dua loh ya !!!.

Yah pilihan dari pada rebahan kan entah itu saat ini anda baru lulus, lagi dalam proses pencarian pekerjaan ideal, terkena PHK, atau berniat untuk pindah pekerjaan mencari tambahan, khusus untuk pencari tambahan memang sebaiknya anda membidik bidang lain deh bukan pra kerja beri kesempatan yang belum dapat pekerjaan atau yang terkena PHK karena mereka ini lebih susah dari anda yang hanya sekedar mencari tambahan tolonglah jangan egois yah bro & sis, karena yang hidup yah bukan hanya kamu saja. Dah begitu saja. Jadi tetap semangat baik yang dalam pencarian atau korban PHK selama covid-19 bersatu kita teguh, eitsss tapi jangan lupa jaraknya lebih kurang 1 meter ya….


NB : jikalau anda ingin mendaftar prakerja dan membutuhkan info terkait prakerja langsung saja ke website nya, kalau bisa jangan melalui link dari media massa kalau anda tidak mau terdoktrin dengan kata-kata negative, sekian… 

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...