Friday, July 31, 2020

catenaccio dalam penerapannya football manager

Catenaccio merupakan sebuah taktik permainan dalam sepak bola, yang identik dengan Italia karena sebagai pusat suksesnya taktik ini yang dibawakan oleh pelatih legendaris Nereo Rocco dan Helenieo Herera yang suskses di level domestik dan eropa bersama klubnya Ac Milan dan Inter Milan yang kemudian menjadikannya taktik populer dalam sepak bola pada zamannya.

Akan tetapi menurut catatan sejarahnya taktik ini berasal dari ide sorang pelatih ternama Austria Karl Rappan yang melihat kelemahan mendasar dari formasi populer saat itu yakni formasi WM diamana jika penyerang lawan lolos hingga berada diblakang bek tengah maka ia akan mudah mencetak gol tanpa halangan.

Maka untuk mengatasi hal tersebut ia kemudian menarik salah satu penyerang untuk kemudian menambah jumlah pemain belakang akan tetapi penempatannya berada di belakang dari bek dan tepat di hadapan penjaga gawang dengan perkiraan bahwa pemain di posisi ini akan membersihkan setiap bola yang menerobos ke barisan bek tengah.

Maka dengan ini lahirlah seorang peran sweeper, seorang pemain yang diandalkan untuk membersihkan serangan yang sudah melewati bek didepannya. Rappan menyebutnya sistem Verrou bahasa francis untuk gembok atau grendel.

Anda pasti pernah melihat cara kerja gembok /grandel ini dimana anda perlu memasukan kunci kedalam gembok tersebut lalu kemudian memutarnya untuk dapat membuka gemboknya. Cara kerja taktik ini juga demikian akan tetapi serangan lawan kita ibaratkan sebagai kunci dan taktik ini kita ibaratkan gemboknya disini perbedaannya kita perlu untuk membuat perangkap agar kunci tersebut tidak bisa lepas dari gemboknya, sebisa mungkin membuat kunci tersebut tidak bisa melakukan putaran.

Sedangkan peran sweeper disini kita ibaratkan sebagai ujung dalam dari gembok yang dapat mencegah si kunci masuk lebih jauh kedalam gembok sehingga ia akan tertahan di titik tertentu dalam gembok  tersebut.

Dalam perkembangannya ide yang dikemukanan Karl Rappan tersebut kemudian dikembangkan lagi oleh Nereo Recco bersama klubnya Ac Milan seperti yang disebutkan diatas bahwa Ac Milan sukses di kompetisi domestik dan Eropa dengan taktik ini. Dengan segala modifikasi dari ide awalnya makan lahirlah catenaccio klasik oleh Nereo Recco.

Fokus utama moadifikasi ide tersebut adalah peran seorang sweeper yang kemudian dijadikan sebagai libero dengan jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan hanya sebagai sweeper yang dianggap kaku.

Sweeper sendiri memiliki jangkauan yang tidak lah luas karena perannya yang hanya dikhususkan untuk membersihkan bola yang telah melewati bek didepannya  makanya gerakan dan visinya terbatas.

Maka dari itu kemampuan bertahan dan tekling akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemain untuk mengisi posisi ini. Sedangkan ketika perannya di ganti menjadi libero yang notabennya mengisi posisi yang sama dengan sweeper tugasnya di perbanyak dengan mengeban peran sebagai pemimpin di lini belakang yang membaca pola serangan lawan yang kemudian menginstruksikan bek di depannya untuk melakukan upaya pertahanan dini  entah itu intruksi untuk man-marking dan upaya pertahanan lainnya.

Dalam perkembangan selanjutnya sistem ini dipoles lebih jauh, yang dilihat oleh Helenio Harera, masih memiliki peluang untuk dikembangkan. terutama menggunakan seorang libero sebagai playmaker atau inisiator dalam upaya serangan balik yang memang sudah tampak sejak Nerro Recco tapi tidak lah kentara sebagaimana skuad miliki Helenio Herera.

Dalam ulasan majalah sepak bola Bolavaganza di kolom fokus edis april 2012 no 126 di sebutkan bahwa catenaccio disebut sebagai strategi sepak bola yang menggunakan pertahanan man marking yang ketat dengan menempatkan para pemain berada jauh didalam daerah pertahanan sendiri guna menghadang setiap serangan lawan.

Ada dua hal penting tercatat disini yakni man marking dan counter attacking. Man marking merupakan fase pertahanan dimana setiap pemain lawan di jaga ketat oleh para bek tengah bek sayap serta para gelandang bertahan dengan seorang libero yang mobile melapis kemamapun bola mendekat.

Tentu kemenangan tidak akan diraih tanpa mencetak gol ke gawang lawan olah sebab itu counter attacking marupakan senjata mematikan dari taktik catenaccio yang merupakaan inisiasi dari seorang fantasista atau playmaker di lini tengah dan terkadang seorang libero.

Jadi disini sudah jelas bahwa catenaccio sendiri merupakan taktik sepak bola yang mengutamakan pertahanan sebagai fokus utama permainan. yang di Era sekarang ini taktik yang cenderung bertahan, menjadi tidak populer karena dianggap sebagai sepak bola negatif atau anti sepak bola.

Di era sekarang permainan menyerang denganan tempo cepat dan atraktif menjadi primadona, karena sangat menghibur pencinta sepak bola dan tidak membosankan untuk di tonton.

Lantas apakah catanaccio memang sudah selayaknya ditinggalkan?

Dalam perkembangan centenacio sebenarnya hanya merupakan salah satu sistem permainan dalam sepak bola dengan tipe bertahan terutama di Italia, cantenaccio sendiri bukan lah sebuah formasi yang baku sehingga ada banyak variasi yang berkembang  dan tentu saja kegunaanya yang juga akan disesuaikan dengan kondisi dari sebuah tim daan lawan

Baca juga :

formasi raih kemenangan football manager

kemenangan melalui data statistik football manager

Sebagai suatu sistem pertahanan dalam permainan sepak bola disitu melekat yang namanya cantanaccio,strategi permainan sepak bola dengan fokus kepada pertahanan yang kuat dan solid. ia merupakan bagian dari sistem  dan bukan sistem itu sendiri sehingga ia tidak akan sepenuhnya bisa dimatikan atau dilenyapkan sebagai sebuah taktik/strategi .

Mungkin bisa ia dimatikan olah atauran-aturan dalam sepak bola itu sendiri, terutama dalam aturan mengenai offside. penempatan satu pemain di belakang bek utama, yang tidak lagi di gunakan di era modern. karena akan menganggu kinerja perangkap offside. Akan tetapi peran seorang libero masih sangat diandalkan dan itu merupakan produk dari cantanaccio itu sendiri, karena seorang libero adalah reprentasi dari cantanaccio.

Ini di buktikan dengan argumen dari ulasan majalah Bolavaganza yang mengenai cantanaccio yang menyebutkan memang sistem man marking yang merupakan ciri permainan cantanaccio telah dimatikan dengan permainan agresif seperti laga di tahun 1960 tatkala munculnya revolusi taktik yang mengguncang dasar-dasar sepak bola dengan mengatakan bahwa kelemahan caatanaccio adalah ketergantungannya kepada sistem man-marking.

Lebih lanjut  disitu disebutkan bahwa kelemahan tersebut terekspos, saat celtic menghadapi inter di Piala Campion yang saat itu di arsiteki oleh Herera. dimana agresifitas bek sayap celtic menudukan sistem ini, di tambah lagi laga menghadapi Ajak Amsterdam yang merupakan pusat revolusi taktik yang kala itu di pegang oleh Rinus Michels.

meskipun laga itu Ajak sudah di pimpin pelatih baru Steven Kovac akan tetapi para pemainnya merupakan anak asuh dari Rinus Michel penggagas dari revolusi taktik tersebut, Sekaligus menumbangkan era catanaccio, Dan awal era kelahiran total football kala itu.

Mungkin memang catanaccio ini di era sepak bola sekarang merupakan taktik yang sudah usang, akan tetapi suatu yang pasti bahwa ia akan tetap abadi dalam sistem permainan sepak bola di era manapun karena ia memiliki sesuatu yang penting dalam taktik dan strategi sebuah tim untuk meraih tujuannya.

Apabila anda mebicarakan sisem pertahanan dalam sepakbola distulah ia hadir, dengan karakteristik yang benar-benar kuat bahkan sampai kedalam inti dari taktik pertahanan tersebut. sehingga jelas bahwa cantanaccio merupakan strategi abadi yang tetap relevan untuk diterapkan apalagi menyangkut pertahanan sebuah tim.

Apakah anda bertanya ingin mengetahui bagaimana penarapan cantanaccio dalam game football manager?

Karena kita sudah mengetahui karateristik dari cantanaccio dengan titik tolak peran seorang libero dan man markingnya maka hal yang perlu dilakukan adalah penyesuaiannya dalam strategi yang kita inginkan terutama berkenaan dengan pemilihan formasi dan role pemain.

Dalam game football manager hal terpenting dalam meracik taktik adalah role, formasi dan pemilihan pemain yang tepat untuk mengisi posisi dalam permainan terutama bagi anda yang tidak melakukan save load untuk meraih kemengan.

Dalam seri football manager touch sterategi cantaaccio sendiri sudah tersedia sebagai pilihan taktik, dan anda tentu harus melakukan penyesuaian apakah akan menerapkan catanaccio klasik atau catanaccio di era sekarang ini dimana cantanaccio larut dalam berbagai strategi sehingga ia tidak tampak secara langsung.

Cantanaccio dalam fm touch saran untuk formasi adalah {5-3-2 WB, 5-1-2-2 WB, 5-4-1 wide} dengan mentality defensive, secara permianan mengunakan umpan perpaduan antara pendek dan panjang, lebih memaksimalkan  tendangan bebas atau bola-bola mati, bermain dengan disiplin, dengan tempo yang lambat garis pertahanan rendah .

Sedangkan untuk transisi permainan  lebih ditekankan untuk bermain dengan aman tidak terlalu menekan jarak antar pemain meyesuaikan pola serangan lawan yang memungkinkan untuk melakukan penyegaran kembali posisi dengan cepat ketika di serang atau pun  melancarkan serangan balik, sehingga kesolidan perthanan dapat dipertahankan. Karena dalam setiap situasi transisi akan menimbulkan celah yang besar untuk dieksplorasi oleh lawan.

Untuk strategi di luar permainan lebih ditekankan untuk menerapkan garis pertahanan rendah, jarak antar pemain bertahan yang tidak terlalu jauh dan penempatan antara glandang dan bek yang memungkinkan untuk melakukan penjagaan perorang atau  area pemain lawan.

Lantas bagaimana dengan role?

Untuk efektifitas centanaccio role pemain yang paling dasar dan merupakan saran dari football manager adalah untuk penyerang menggunakan role AF(advanced forward) dan DLF(deep laying forward, gelandang BBM(box to box midelfilder) CM(central midelfilder) dan CAR (carrilelo), bek yang terdiri dari lima pemain yakni WB (wing back) 2 orang kiri dan kanan bek tengah CD (central defender) yang mengapit posisi L (libero) di kiri dan kanan.

Mentalitas bertahan akan berpengaruh kepada role pemain yang kita miliki dan secara perlahan juga akan mengubah pola permainan dalam tim apabila role dan mentalitas tidak sesuai maka yang terjadi adalah kekacauan yang bisa menyebabkan kita mengalami kekalahan.

Sbenarnya masih banyak faktor yang berpengaruh dalam penentuan taktik yang kita miliki yang utama memang role, formasi dan pemilihan pemain, kalau anda memang ingin menerapkan centanaccio adalah untuk mengamankan kemenangan atau seri dimana tim anda memang dipelukan untuk mendapatkan hasil seri.

Mungkin anda pernah mendengar seorang jose morinho mengadopsi pola cantanaccio ini dengan menginstruksikan pepe secara khusus untuk menjaga messi dengan tujuan memutus 40persen serangan barselona yang dikendalikan messi.

Pola permainan bertahan memanglah epik tapi tidak untuk digunakan secara terus menerus karna akan mempengaruhi popularitas tim yang anda miliki karena penonton anda akan sangat senag apabila tim anda meminkan permainan yang menghibur dan menyerang alih-alih bertahan tapi tidak ada salahnya menggunakan strategi bertahan untuk mencapai tujuan anda sebagai manager.

Jikalau anda memiliki argumen lain menganai cantanaccio dan penerapannya bisa menuliskannya dikolom komentar  kita perlu mendiskusikan taktik ini lebih jauh.


Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum

Negara yang Tertinggal di Dunia Digital: Ketika Penipu Lebih Canggih dari Penegak Hukum Perkembangan dunia saat ini bergerak dengan kecepat...