Memasuki wilayah Mempawah, suasana masih terasa ramai dengan aktivitas masyarakat. Namun begitu kami mulai mendekati Anjungan dan seterusnya ke arah Ngabang, panorama mulai berubah. Di kiri kanan jalan, hamparan hijau menyambut kami — hutan-hutan kecil, semak belukar, dan di beberapa titik terlihat deretan pohon kelapa sawit yang mulai ditanam rapi. Udara terasa lebih sejuk, menandakan kawasan ini masih menyimpan potensi alam yang belum banyak tersentuh modernisasi.
Meski kondisi jalan beberapa bagian cukup bergelombang dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari pengemudi, perjalanan tetap terasa menyenangkan. Sesekali kami melewati perkampungan kecil dengan rumah-rumah panggung khas Kalimantan, memberi kesan hangat dan sederhana. Beberapa warung kopi tradisional berdiri di tepi jalan, menggoda untuk berhenti sejenak menikmati secangkir kopi lokal dan berinteraksi dengan warga sekitar.
Pemandangan menuju Ngabang benar-benar menyuguhkan keasrian Kalimantan Barat yang jarang ditemukan di kota-kota besar. Jalanan yang lengang, pepohonan tinggi yang menaungi sisi jalan, dan aroma tanah yang khas setelah gerimis kecil sempat mengguyur, semua menyatu dalam perjalanan yang mengesankan.
Akhirnya, sekitar pukul 14.00 WIB, kami tiba di pusat kota Ngabang. Meski memakan waktu hampir 6 jam, perjalanan terasa cepat berkat suasana yang tenang dan pemandangan yang menyegarkan. Ini bukan sekadar perjalanan antar kota — ini adalah perjalanan menyusuri alam, budaya, dan kehidupan Kalimantan Barat yang begitu kaya dan beragam.
---


No comments:
Post a Comment